Krupuk Ojay, Celupan Kuah Oncom Pedasnya Bikin ‘Nagih’

detail berita

Kerupuk ojay
PANGANAN rakyat yang di tatar Sunda dijuluk kurupuk ojay ini juga kerap disandingkan dengan asinan alias rujak cuka atau teman saat bersantap nasi. Kerupuk satu ini makin dicari saat Ramadan tiba.

Kurupuk ojay kini hadir sebagai kudapan vintage khas tanah Parahyangan. Sebelum makanan modern bermunculan, kerupuk mi ini selalu didapuk sebagai jajanan wajib pada zaman dulu.

Kekhasan kurupuk ojay ada pada penyajian serta cara menyantapnya. Sebagian ada yang menyandingkannya dengan sambal oncom, tapi yang paling hits adalah merendamnya dalam kuah pedas. Tak heran, kerupuk mi ini lebih sohor dengan sebutan kurupuk ojay.

Ojay dicuplik dari kata dalam bahasa Sunda, ngojay, yang berarti “berenang”. Istilah tersebut disepakati karena kerupuk ini memang disantap dengan cara dicelupkan dulu ke dalam kuah atau saus pedas yang berlimpah daun bawang.

Kurupuk ojay kerap kita jumpai dalam dua konsep. Ada yang digoreng menggunakan minyak goreng dan ada juga yang hanya disangrai atau pematangan tanpa minyak. Ukuran yang lazim ditemui berdiameter 10-15 cm.

Sementara, sambal atau kuahnya dibesut dari bumbu-bumbu tradisional, seperti cabai, bawang putih, kencur, serai, dan salam. ”Kurupuk ojay memang makanan jadul. Ini resep dari ibu saya. Beliau yang mengajarkan saya membuat kurupuk ojay beserta bumbu oncomnya,” ujar Riza Rizki

Adhiyaksa, pemilik merek dagang Nanutz, mengeluarkan panganan kurupuk ojay, dengan packagingmodern. Saat ini, kurupuk ojay terbilang kurang populer, terlebih di kalangan anak muda.

Dengan keunikan inilah, Rizki membuat packaging yang lebih menarik, tapi dengan tetap mempertahankan orisinalitas resep sang ibu. ”Memakannya mudah saja. Langkah pertama, bumbu oncom ditambah air panas secukupnya. Kalau sudah jadi kuah oncom, kerupuknya tinggal dimasukkan ke dalam mangkuk oncom, kemudian disantap,” ujar Rizki.

Selain label Nanutz yang tampil modern, kurupuk ojay khas Bandung juga bisa dijumpai dalam konsepstreet food. Biasanya, kurupuk ojay versi sangrai terdapat di pinggiran Kota Bandung seperti kawasan Kabupaten Bandung serta Bandung Barat.

Salah seorang pemilik produksi rumahan, Hajjah Mimin, mengutarakan bahwa menjelang Ramadan jumlah peminat kurupuk ojay meningkat tajam. Melihat tradisi inilah, maka setiap puasa dia selalu meningkatkan jumlah produksi kerupuknya.

Khusus di kawasanCimaung, tempat kerupuk dibuat, kurupuk ojay disajikan khas dengan cara disangrai. Media yang digunakan cukup pasir dan garam yang dipanaskan dalam tungku besar.

Rasa yang disematkan juga sangat sederhana di lidah, yakni asin dan manis yang bersinergi kompak. Tak ada bahan pengawet, juga penyedap sintetis. Selanjutnya, kita bisa mendapatkan taste yang lebih variatif lewat sambal oncom dan kuah pedasnya. Wow, sungguh sensasional rasanya kala kurupuk ojay disantap pada momen buka puasa.

Dengan tambahan kuah panas yang superpedas, Anda pun bisa memulai ritual mencelup-celupkan kerupuk ini sampai sebagiannya terbalut bumbu oncom, serai, dan daun bawang. Jangan ditunda lagi, karena kurupuk ojay wajib dilahap dalam kondisi hangat.

”Selama Ramadan, khususnya saat waktu berbuka puasa, kurupuk ojay sering dijadikan camilan wajib. Citarasa dari kerupuk ini sebenarnya asin manis biasa, tapi menjadi spesial saat direndam terlebih dulu ke dalam kuah sambal yang sangat pedas. Jadi, sensasi inilah yang membuat orang-orang ketagihan,” papar Hajjah Mimin.

Di Cimaung, kurupuk ojay bisa didapatkan dalam dua jenis kemasan. Ukuran besar dipasarkan Rp10.000, sementara yang kemasan kecil dihargai Rp5.000. Kalau Anda ingin menikmatinya komplet dengan kuah pedas, cukup keluarkan nominal tambahan Rp1.000 saja.

Opsi lain yang paling praktis, kurupuk ojay mudah dijumpai di sentra jajanan takjil dalam konsep eceran. Satuannya dijual Rp500-1.000 untuk yang digoreng, dan Rp500 dua biji dengan kondisi disangrai. Sementara, bila Anda kebingungan mencari kurupuk ojay dalam versi modern, datang saja langsung ke Nanutz Swalayan di kawasan Jalan Babakan Ciparay. Dijamin Anda akan terkenang kembali dengan rasa kurupuk ojay yang khas dan asli. Soal harga, setiap ukuran dijual di bawah angka Rp50.000.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s