Rumah Terbuat dari Jamur, Anti Rayap dan Punya Sistem Imun Sendiri

img
ist.

Jakarta – Pernah membayangkan tinggal di rumah yang terbuat dari jamur? Di masa depan, bahkan tidak lama lagi, Anda mungkin saja akan mengalaminya. Dua mahasiswa politeknik telah mengembangkan material bangunan yang sebagian besar bahannya berasal dari serat jamur.

Gavin McIntyre dan Eben Bayer dari Rensselaer Polytechnic Institute, adalah orang yang pertama kali menemukan inovasi ini pada 2007. Didukung oleh Evocative, perusahaan komputer dan elektronik, mereka mengembangkan jamur untuk dibangun menjadi miniatur rumah.

Bagian yang digunakan sebagai material bangunan adalah mycelium, area tak kasat mata dari jamur yang mengandung jutaan serat kecil. Rumah yang terbuat dari jamur ini diklaim bisa awet untuk waktu yang cukup lama.

“Eben melakukan observasi saat dia berjalan-jalan di hutan, dia melihat mycelium jamur yang tumbuh di lempengan-lempengan kayu dan menyatukannya,” jelas Gavin, seperti dikutip Daily Mail dari Foxnews.

Hal itulah yang memunculkan ide, bisakah mycelium digunakan sebagai perekat bahan bangunan? Secara ekologis, mycelium berfungsi mengurai sampah. Namun serat pada jamur ini juga bisa digunakan sebagai lem dan merekatkan benda-benda jadi satu.

Berdasarkan ide itu, dibangunlah struktur rumah mungil yang bahan-bahannya terbuat dari kayu pohon pinus, kemudian dituangkan campuran jamur ke dalam cetakan dinding. Lalu campuran tersebut dibiarkan mengering. Setelah satu bulan, terbentuk material keras seperti batako atau batu bata berwarna putih. Inilah yang akan digunakan untuk membangun rumah.

Evocative mengklaim penggunaan mycelium bisa menghemat pengeluaran saat membangun rumah. Material dari jamur ini juga bisa memperbaiki dengan sendirinya apabila terjadi kerusakan. Misalnya saja ketika tertimpa pohon yang tumbang, dinding rumah memang harus dibangun kembali tapi isolasi (penyekatan) akan terbentuk dengan sendirinya.

Rumah ‘jamur’ buatan Evocative ini juga punya sistem imun sendiri yang mencegah mikroorganisme berkembang di dalam rumah. Misalnya rayap yang suka menggerogoti kayu. Diharapkan material dari mycelium ini bisa digunakan lebih banyak untuk pembangunan rumah. Bahan yang ramah lingkungan untuk menggantikan stirofoam dan plastik. Selain rumah, mycelium juga dikembangkan sebagai bahan pembuat pelampung air, bemper mobil dan sol sepatu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s