Tak Ingin Diperkenalkan, Sate Ayam Basiri Malah Bersinar di Dunia

detail berita

Bondan Winarno sebagai wakil Indonesia di WSFC (Foto:Dewi Okezone)
BONDAN Winarno, pakar kuliner Indonesia, telah berkecimpung di dunia kuliner selama berpuluh-puluh tahun. Banyak kuliner di penjuru Indonesia yang telah dicicipinya, bahkan tiga dari lima makanan yang dia rekomendasikan mendapatkan pernghargaan Top 20 World Street Food Masters dalam ajang World Street Food Congress (WSFC).

Pada Juni lalu, Indonesia berhasil memboyong tiga penghargaan dari 10 kategori yang dilombakan pada ajang World Street Food Awards yang berlangsung di Singapura. Salah satunya adalah Street Food Masters, di ada empat kuliner kaki lima Indonesia masuk dalam daftar 20 terbaik.

Kuliner yang berhasil membawa pulang sertifikat penghargaan, adalah Soto Ayam Ambengan sebagai jawara di urutan pertama, Sate Ayam Haji Basiri di urutan keenam, Nasi Campur Khas Bali Made Weti urutan ke-11, dan Nasi Kapau Pak Afdal urutan ke-16. Kecuali Nasi Campur Khas Bali, tiga kuliner kaki lima tersebut merupakan rekomendasi Bondan dari hasil survei mencicipi kuliner Indonesia ke berbagai daerah di Tanah Air.

Di balik kemenangan kuliner kaki lima ini, Bondan justru memiliki kisah menarik bagaimana kuliner tersebut bisa semakin menginspirasi hidangan Nusantara. Sate Ayam Haji Basiri, misalnya. Awalnya, pemilik enggan mengikutkan usaha miliknya ke WSFC, namun dari kemenangannya, sang pemilik mulai mempertimbangkan pentingnya promosi dan profesionalisme kuliner demi pelestarian kuliner kaki lima.

“Menurut saya, (dampak kemenangan) mereka adalah semakin besar hatinya, seperti Pak Basiri, yang berniat memasukkan usaha kulinernya di food market. Saya persilakan asal kualitasnya bagus. Kemarin Pak Basiri sebenarnya enggak mau kita ajak ke Singapura, padahal sudah dibiayai, dengan (kemenangan) ini dia mungkin terbuka,” kata Bondan Winarno saat ditemui di Eat and Eat, Gandaria City, Jakarta, baru-baru ini.

Hal sama dirasakan oleh Sadi, pemilik Soto Ayam Ambengan, yang telah memiliki lebih dari 15 outlet yang tersebar di Surabaya, Jakarta, Bandung, Bali, dan Palembang. Dia mulai menyadari potensi usahanya, dan berencana membuka cabang baru di Singapura.

“Dia (Sadi-red) sadar ada potensi di Singapura, mungkin tahun depan sudah bisa lihat (Soto Ambengan) Pak Sadi sudah ada di Singapura. Untuk memperkenalkan kuliner Indonesia ke dunia, yang kayak gitu penting untuk bangsa kita,” lanjut ketua Komunitas Jalan Sutra Indonesia ini.

Sementara itu, berbeda cerita dari Nasi Kapau Pak Afdal sempat mendapat pengakuan bahwa rendang buatanya terlezat dari yang pernah dicicipi Anthony Bourdain, Chef Professional America. Sang Chef menyatakan, “This is the best rendang I’ve ever taste”. Menurut Bondan, pengakuan dari pakar kuliner internasional akan membesarkan semangat para pengusaha kuliner, khususnya pedagang kaki lima untuk memajukan usahanya hingga taraf Internasional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s