9 Langkah Detoks Sehat Setelah Kalap Makan Saat Lebaran

 

img 
Dok. Thinkstock
 

Jakarta – Salah satu hal yang paling dinanti saat Lebaran adalah tersedianya makanan khas yang hanya disajikan di momen tersebut. Makanan tersebut mulai dari ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng ati, semur ayam, hingga sayur santan, wajib hadir di atas meja makan. 

Setelah berpuasa selama satu bulan, terkadang Anda tidak dapat mengontrol diri ketika menyantap berbagai makanan khas Lebaran tersebut. Belum lagi ketika berkunjung ke sanak saudara, Anda akan disuguhi berbagai macam makanan yang bisa membuat Anda makan hingga lima kali sehari. Yang perlu kita ingat, sebagian besar makanan yang dihidangkan mengandung banyak minyak, lemak, dan gula. 

Maka dari itu tubuh butuh detoksifikasi untuk membuang racun-racun yang didapat dari makanan selama Lebaran tersebut. Dengan mengikuti 9 tips yang dikutip dari Cosmopolitan UK berikut ini, racun-racun dalam tubuh dapat terbuang dengan mudah:

1. Konsumsi banyak cairan
Air yang Anda konsumsi dapat menjaga organ-organ penyaring kotoran yang dihasilkan tubuh seperti ginjal, hati, usus, dan kelenjar getah bening. Namun bukan berarti Anda harus minum air sebanyak-banyaknya, minumlah secukupnya terutama di saat merasa haus. Salah satu cara untuk mendeteksi apakah tubuh cukup terhidrasi adalah bila Anda buang air kecil setiap beberapa jam sekali dan air kencing yang dikeluarkan berwarna bening.

2. Batasi konsumsi kalori
Batasi konsumsi kalori harian Anda menjadi 1.400 – 1.600 kalori per hari. Dengan begitu berat badan Anda akan turun tanpa membuat lemas. Membatasi asupan kalori bukan berarti Anda harus menghilangkannya sama sekali. Bila Anda hanya mengonsumsi 1.200 kalori per hari, tubuh akan mulai membakar otot dan bukan lemak, selain itu akan menyebabkan Anda kekurangan vitamin.

3. Pilih menu sarapan yang sehat
Selama sebulan sebelumnya, kita tidak dapat makan di pagi hari karena berpuasa. Namun begitu puasa selesai, jangan sampai kebiasaan itu terus berlanjut. Anda harus menyisihkan waktu untuk sarapan setiap hari karena melewatkannya justru akan membuat Anda tidak memiliki cukup energi untuk memulai hari. Pilihlah menu yang sehat untuk sarapan seperti buah-buahan dan sayuran segar. 

4. Makan sayuran hijau
Sayuran hijau dapat dikonsumsi secara praktis dan nikmat yaitu dengan membuat smoothies. Blender beberapa sayuran seperti bayam, brokoli, dan wortel dengan rempah-rempah seperti jahe, daun parsley, basil, dan kayu manis. Untuk menambahkan rasa manis, bisa masukan setengah buah apel atau jeruk dan protein yang didapat dari gandum, yogurt, susu kedelai, dan telur putih. Campuran ini menjadi sangat sehat karena mengandung banyak vitamin, mineral, fitokimia, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh. Setiap porsi smoothies mengandung sekitar 300 kalori, sehingga Anda bisa mengonsumsinya 2 hingga 3 porsi sehari.

5. Jangan terlalu kaku 
Terkadang Anda tidak memiliki waktu untuk membuat smoothies atau diharuskan makan di luar karena ada meeting ataupun urusan lainnya. Tidak perlu khawatir, pilihlah menu yang kandungan proteinnya tinggi seperti ikan, ayam tanpa lemak, kacang-kacangan serta gandum utuh dan sayuran yang banyak.

6. Pilih snack
Di saat jeda antara makan siang dan makan malam, seringkali kita merasa lapar. Atasi rasa lapar itu dengan mengonsumsi beberapa snack sehat seperti buah-buahan dan kacang-kacangan, edamame misalnya.

7. Makanan yang Dihindari
Setelah saat Lebaran Anda bisa berkali-kali mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula, kini saatnya kembali hidup sehat. Sebisa mungkin hindari makanan yang mengandung gula buatan, tepung, nasi, daging berlemak, olahan susu yang tidak non-fat, dan minuman bersoda. 

8. Tetap bergerak
Mungkin Anda tidak terlalu suka berolahraga, tetapi tidak ada salahnya untuk terus bergerak. Melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci, mengepel, dan membereskan rumah dapat membuat tubuh melakukan aktivitas fisik. Dengan begitu sirkulasi darah Anda akan kembali lancar dan racun yang ada dalam tubuh terbuang.

9. Jangan hindari makanan yang mengandung gluten 
Meskipun diet gluten-free semakin marak, ahli detoks Dr. Christine Gerbstadt menyarankan untuk tetap mengonsumsi gandum utuh dalam proses detoksifikasi yang Anda lakukan. Gandum utuh dapat berfungsi sebagai penghilang kolesterol. Konsumsi dua porsi kecil sehari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s