Meriahnya Tradisi Lebaran di Berbagai Negara

Wanita di India juga menyambut lebaran dengan melukis tangan. (myfunmails.com)
VIVAlife – Pasca sebulan penuh menunaikan ibadah puasa, seluruh umat muslim di dunia menyongsong hari kemenangan. Peringatan satu syawal itu dirayakan dengan sakral sekaligus meriah. Tradisi berlebaran masing-masing umat muslim bisa berbeda-beda setiap negara.
Kalau di Indonesia kita terbiasa dengan mudik, sungkem, dan makan ketupat serta opor ayam, tidak demikian halnya dengan negara-negara lain. Berikut rangkuman tradisi unik lebaran di empat negara seperti dilansir laman paklinks.com.
India
Islam termasuk agama yang cukup populer di India. Sekitar 16 persen penduduknya beragama Islam. Itu terjadi setelah Turki masuk ke wilayah India sekitar abad ke-14. Lebaran di sana sama meriahnya dengan perayaan hari besar Hindu.
Masjid-masjid dipenuhi umat muslim yang menunaikan salat Ied, dan pasar-pasar menjual berbagai makanan berwarna-warni. Salah sayunya sewaiyaan, makanan lebaran khas India.
Masyarakat muslim  setempat juga membagikan uang dan barang, untuk disumbangkan pada orang yang membutuhkan. Uniknya, umat Hindu juga membantu pelaksanaan tradisi berbagi itu.
Pakistan
Perayaan Idul Fitri di Pakistan bisa dibilang paling meriah. Pasalnya, negara ini merayakannya tidak hanya sehari atau dua hari saja. Idul Fitri dirayakan sebulan penuh! Aura fitrinya makin kental terasa, karena mereka juga punya tradisi berbagi.
Umat muslim Pakistan juga punya satu menu makanan wajib bernama Al-Khurmah Sheer, atau sheer kurma. Hidangan yang dibuat dari campuran kurma dan susu. Keduanya dimasak hingga mengental dan disajikan dengan mie gandum manis.
Makanan ini di jual di sepanjang perayaan lebaran. Ada juga makanan yang terbuat dari daging kambing yang dicampur dengan Khoya dan Al-Khurmah.
Uni Emirat Arab
Agama penduduk di negara ini jelas Islam. Mereka merayakan Idul Fitri secara besar-besaran. Menggelar pameran dengan berbagai hiasan berbentuk gantungan bulan dan bintang. Perayaan itu digelar selama semusim.
Umat muslim berbondong-bondong mendatangi pameran itu dan menyaksikan hiburan menarik seperti akrobat, badut, serta membuat lukisan tangan (henna). Mereka juga mengenakan pakaian baru. Gamis tradisional dengan sorban yang disebut bernama Ogal.
Amerika
Meski mayoritas penduduknya bukan beragama Islam, Amerika tetap merayakan lebaran. Hari raya ini kerap diperingati bersamaan dengan Thanksgiving. Itu waktunya masyarakat Amerika bersyukur atas hasil panen mereka.
Tak jauh berbeda dengan di Indonesia, umat muslim di negeri Paman Sam itu saling mengunjungi kerabat usai salat Ied. Berbagai jamuan disiapkan. Namun karena kebanyakan rumah keluarga mereka jauh, biasanya ada festival yang digelar di lingkungan padat muslim.
Dalam festival itu, seluruh umat muslim saling bertemu, menikmati berbagai makanan khas serta permainan. Bagi umat muslim asal Indonesia, tentu ada acara khusus di kantor kedutaan besar dengan menu makanan yang lebih lokal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s