Makan di Kandang Kuda hingga Dijemput Porsche ala Backpacker

Elok Dyah Messwati di Santorini, Yunani (Foto: dok. pribadi)

Elok Dyah Messwati di Santorini, Yunani (Foto: dok. pribadi)

JAKARTA – Perjalanan backpacker biasanya tak lepas dengan komunitas Couchsurfing (CS) atau menginap gratis. Bagaimana pengalaman pendiri Komunitas Backpacker Dunia, Elok Dyah Messwati, ketika menginap di beberapa akomodasi anggota komunitas CS luar negeri?
 
“Orang jahat itu banyak, tapi orang baik jauh lebih banyak,” kata Elok. Ungkapan itulah yang dipegang dalam menjalin tali silaturahmi antar anggota couchsurfing. Apa itu couchsurfing?Couchsurfing sudah dikenal di kalangan traveler sebagai wadah bagi traveler untuk dapat berbagi tempat menginap di setiap daerah yang dia kunjungi.
 
Dalam couchsurfing, orang lokal di sebuah daerah akan menyediakan sarana menginap bagi turis yang datang. Untuk mendapatkan layanan ini, para turis tidak dikenakan konpensasi dalam bentuk uang, karena ikatan silaturahmi serta keinginan untuk mengenal dekat seseorang dengan kebudayaan lain menjadi yang utama.
 
Elok menjadi salah satu anggota Komunitas CS. Tak jarang, dia menerima tamu seorangbackpacker dari mancanegara untuk menginap di rumahnya. Sebagai “imbalan”, dia bisa menginap di rumah anggota komunitas CS lainnya ketika berkunjung ke negara mereka.
 
“Setiap saya menginap di rumah orang, tiga hari saja, pasti mereka nangis saat kita pulang. Gila ya, mereka percaya sama kita, ‘Elok, ini peta, ini kunci, saya mau tidur, kamu jalan-jalan ya,” tuturnya menirukan si empunya rumah.
 
Salah satu pengalaman berkesan Elok ketika pergi ke Polandia dan Budapest. Jalinan silaturahmi yang kuat antar anggota Komunitas CS membawanya sampai ke Polandia. Tujuan utamanya hanya untuk mengunjungi seorang backpacker yang pernah menginap di rumahnya.
 
“Kotanya pun bukan kota terkenal, namanya Bielsko-Biala. Sesampainya di sana, saya diajak ke sebuah kafe yang selama 200 tahun menjadi kandang kuda. Kalau biasanya patungan, di sana saya ditraktir, saya enggak boleh bayar padahal semua menu dia yang pesan untuk mengenalkan saya pada makanan khas Polandia,” kenangnya.
 
Menurut Elok, banyak hal unik dalam couchsurfing. Pertama, wisatawan bisa bertukar budaya, misalnya ketika seorang turis asing datang ke rumahnya. Ketika Elok mengupas nanas, bule tersebut malah mengambil gambarnya karena tak pernah melihat aktivitas tersebut di negaranya. Bule itu juga banyak bertanya cara mandi menggunakan gayung.
 
“Saya juga pernah menginap di Budapest. Di sana saya direkomendasikan untuk menginap di apartemen orang bule, namanya Ellianna. Seminggu sebelum sampai sana, dia sudah mengabari saya kode apartemennya. Sampai di sana, saya kabari dia kalau saya sudah sampai dan mau menunggu dia pulang kantor. Ternyata, dia lagi di luar kota, dan saya disuruh langsung ke apartemennya, bahkan kulkasnya sengaja dipenuhin untuk menjamu saya,” paparnya, berapi-api.
 
Sekali lagi, Elok menegaskan, seorang couchsurfer bukan berarti tidak punya uang. Namun, kebanyakan mereka ingin mengenal budaya lokal sembari menghemat pengeluaran liburan. Mereka pun mendapatkan banyak pengalaman serta pengetahuan baru yang mungkin belum didapatkan.
 
“Dengan menginap di CS, selama perjalanan ke Australia, saya dapat menghemat hingga Rp16 juta. Sementara itu, anak Komunitas BD lain waktu 2008 keliling Eropa enam bulan bisa menghemat Rp64 juta. Nancy (duta besar Komunitas CS untuk Indonesia-red), bisa bertahan dengan Rp9 juta selama tiga bulan di Eropa. Nancy malah pernah dijamu konglomerat asal Swiss. Saking besar rumahnya, peta rumah itu ditempel di dindingnya. Dia juga dijemput pakai Porsche,” tutupnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s