Ternyata, Naskah Proklamasi Diketik di Rumah Besar Ini

Museum Perumusan Naskah Proklamasai, Jakarta (Dewi/detikTravel)
 
Jakarta – Banyak orang menyangka, naskah Proklamasi Kemerdekaan diketik di Rengasdengklok. Padahal, naskah penting bagi bangsa Indonesia itu diketik di sebuah rumah di kawasan Menteng, Jakarta dan dilewatkan begitu saja oleh orang.

Sebuah rumah besar di Jl Imam Bonjol No 1 itu dilewati orang setiap pagi dalam hiruk-pikuk lalu lintas Jakarta. Namun siapa sangka, tempat ini begitu penting bagi bangsa Indonesia dan kini, tempat ini bernama Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Sambil menyusuri tiap sisi bangunan seluas 1.138 meter persegi ini, Yuni, sang pemandu menjelaskan sejarah panjang Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang menjadi saksi penting bagi kemerdekaan Indonesia. Bung Karno, Bung Hatta dan Ahmad Subardjo merumuskan teks proklamasi di sini.

“Ketika zaman penjajahan Jepang rumah ini menjadi kediaman Laksamana Maeda. Beliau punya hubungan baik dengan Ahmad Subardjo,” tutur Yuni.

Laksamana Muda Tadashi Maeda ialah seorang kepala penghubung antara Angkatan Laut dan Angkatan Darat Jepang. Ia masih mendiami rumah ini sampai Jepang berakhir kalah saat melawan Sekutu, sampai ketika Indonesia merdeka. Bangunan ini kemudian sempat berpindah tangan ke banyak pihak sampai tahun 1982.

Rumah ini berdiri tahun 1920, dibangun oleh JFL Blankenberg arsitek asal Belanda. Bergaya Eropa dengan cat putih dan kuning muda, terlihat kokoh dan mewah jika traveler menjejaki tiap ruang. Ada 2 lantai yang menggambarkan dan menyimpan benda yang berunsur detik-detik menjelang kemerdekaan.

“Masing-masing lantai punya 4 ruangan yang temanya beda-beda, Mbak. Tapi kita lebih fokus ke lantai 1 yang menggambarkan 3 tokoh tadi menyusun naskah,” tutur Yuni.

Tengoklah sebelah kiri Anda saat memasuki gedung. Ada ruang Konsep Teks Proklamasi, di mana dulu Bung Karno menyusun kalimat teks kemerdekaan pada selembar kertas. Di sebelahnya menembus ruangan di mana Bung Karno membaca pelan-pelan naskah yang telah dibuat dan meminta persetujuan kepada semua yang hadir dalam peristiwa ini.

Berikutnya injak kaki Anda di ruang Pengetikan Naskah yang berada di bawah tangga. Sayuti Melik diutus oleh Bung Karno untuk mengetik naskah yang sudah disetujui hadirin. Ia ditemani oleh BM Diah saat mengetik naskah.

“Terakhir adalah ruang Pengesahan dan Penandatangan teks proklamasi. Semua orang berkumpul di sini ikut mengesahkan teks yang sudah diketik. 2 Tokoh Proklamator tadi menandatangani teks atas nama Bangsa Indonesia,” tutur Yuni.

“Benda-benda seperti kursi, meja, mesin tik dan semuanya yang dilihat tadi cuma replika yang dibuat semirip mungkin seperti dulu,” tambahnya.

Setelah puas memotret lantai bawah, kaki ini menaiki tangga dan melihat ruangan lain di sana. Ruang pertama menggambarkan suasana menjelang proklamasi mulai dari pembentukan PPKI dan BPUPKI, Bom Hirosima-Nagasaki dan peristiwa penting lain.

Ruang ke-2 merupakan gambaran suasana saat mengumandangkan proklamasi di Jl Pegangsaan Timur no 56. Beranjak ke ruang ke-3 yakni temanya mempertahankan kemerdekaan. Ketika Belanda ingin menguasai kembali, setiap daerah masih terjadi pergolakan-pergolakan hebat.

Ruang ke-4 merupakan ruang khusus untuk memamerkan benda-benda para tokoh yang hadir dalam peristiwa ini. Tersimpan koleksi asli mulai dari jam tangan, pulpen sampai baju-baju yan dipajang. Dulunya memang di sini para tokoh, pemuda, perwakilan daerah berkumpul menunggu hasil naskah Proklamasi yang sedang dibuat.

“Biasanya setiap tahun ada pameran tentang tokoh-tokoh yang hadir dalam peristiwa itu. Keluarga tokoh tadi biasanya
menghibahkan koleksi pribadi untuk museum,” cerita Yuni lagi.

Traveler yang ingin mengenang peristiwa detik-detik menjelang Indonesia merdeka, jangan untuk datang ke sini. Datanglah ke Jl Imam Bonjol No 1, Jakarta Pusat. Museum ini sangat dekat dengan Taman Suropati dan Masjid Sunda Kelapa.

Anda Akan dikenai tiket masuk sebesar Rp 2.000 saja. Museum ini buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB untuk Senin-Jumat. Sedangkan 08.30-17.00 WIB pada hari Sabtu dan Minggu. Seru bukan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s