Monthly Archives: September 2013

Pria Ini Habiskan Rp 749 Juta Demi Kunjungi Makam Selebriti

img 

Dok. Oddity Central 

Source for the news comes from: http://wolipop.detik.com/read/2013/09/30/103355/2372881/859/pria-ini-habiskan-rp-749-juta-demi-kunjungi-makam-selebriti?w992201835

Jakarta – Tak sedikit orang rela menghabiskan uang yang banyak untuk liburan ke negeri orang dan mengunjungi tempat-tempat terkenal yang indah dan menyenangkan. Tapi berbeda dengan Mark Dabbs.

Pria itu rela menghabiskan uang US$ 65.000 atau sekitar Rp 749 jutaan demi mengunjungi makam selebriti terkenal. Ya, ia lebih senang memanfaatkan waku liburannya untuk berpergian keliling dunia dan mengunjungi lebih dari 200 makam selebriti papan atas. 

Mark yang bekerja sebagai seorang perawat di Inggris, sudah mengunjungi makam legenda kung-fu, Bruce Lee di Seattle. Iapun pernah mengunjungi tempat peristirahatan pemimpin komunis Mao Tze Tung, di Beijing. 

“Kebiasaan saya ini dimulai sejak 20 tahun yang lalu, ketika saya pertama kali mengunjungi tempat peristirahatan terakhir dari Mantan Presiden Amerika, John Fitzgerald Kennedy, di Virginia, USA,” ungkap Mark, seperti dikutip dari Oddity Central.

Liburan semacam ini dianggap menarik bagi Mark. Pria 38 tahun itu juga tak sendiri ketika pergi berlibur. Ia senang mengajak pasangan dan saudaranya ikut bersamanya untuk mencari kuburan para selebriti. 

Mark mengakui bahwa kebiasaannya ini tidak begitu disukai oleh orang banyak. Tapi bagi Mark, inilah cara yang terbaik untuk menghabiskan waktu liburan musim panasnya. 

Tak hanya itu saja, bagi Mark, setiap makam adalah sebuah museum yang menceritakan kisah hidup seseorang. Sehingga ia tidak merasa keberatan untuk menghabiskan uang hingga US$ 3.200 atau sekitar Rp 36 jutaan setiap tahun untuk setidaknya dua atau tiga perjalanan demi memuaskan rasa ingin tahunya itu. 

Mark juga berpose di depan makam para selebriti dan tokoh terkemuka yang dikunjunginya. Beberapa di antaranya, termasuk Bruce Lee, Leon Trotski, dan John F. Kennedy. Iapun mengunjungi tempat peristirahatan terakhir dari legenda Wild West, Buffalo Bill dan Calamity Jane, Charlie Chaplin, Beethoven, Karl Marx, serta Johnny Ramone.

Advertisements

Berikan Telur Puyuh pada si Kecil Agar Kulitnya Sehat Mulus

thumbnail
Jakarta – Umumnya anak-anak gemar makan telur puyuh. Ukurannya yang mungil mudah dikunyah dan digenggam. Ternyata telur puyuh yang dikonsumsi anak-anak bisa membantu menjaga kesehatan kulit dan rambutnya.
Banyak orang tua menginginkan anaknya memiliki kulit sehat dan bersih. Karena itu banyak yang merawatnya sejak usia anak masih dini. Guna mencegah timbulnya ruam kulit dan jerawat yang bisa dialami anak-anak saat dewasa nanti.

Begitu juga dengan kesehatan rambutnya. Para orang tua cenderung menginginkan anaknya memiliki rambut yang tebal dan lebat tanpa harus pergi ke salon. Mereka juga ingin memberikan perawatan yang alami.

Seperti dijelaskan dalam situs http://www.healthierquaileggs.com, kulit dan rambut anak-anak juga perlu diberikan asupan nutrisi agar tetap sehat. Misalnya ,dengan mengonsumsi telur puyuh. Tiap butirnya mengandung nutrisi penting yang berefek positif dalam jangka panjang.

Telur puyuh mengandung 0,9 mg riboflavin dan vitamin B2 yang berguna untuk menutrisi kulit. Selain itu juga mengandung antioksidan yang dapat membuang racun pada kulit dan sel-sel kulit. Juga membuat kulit jadi halus dan terawat. Karena itu dianjurkan untuk mengonsumsi telur puyuh sekitar 3-5 butir per hari.

Sedangkan kandungan vitamin A, B dan E di dalamnya baik untuk menutrisi rambut si kecil agar lebih berkilau dan tebal. Sayangnya manfaat telur puyuh ini bisa rusak karena polusi, bahan kimia dikolam renang dan pengering rambut. Akibatnya rambut si kecil jadi rontok dan mudah patah.

Perawatan rambut dan kulit yang praktis ini sangat mudah dilakukan, cukup sajikan telur puyuh rebus atau jadi isian sup untuk sajian menu makan si kecil. Agar rambutnya semakin tebal, kuat dan tidak kering bisa juga diberikan masker alpukat yang dihaluskan.

TomTato, Tomat dan Kentang Tumbuh dalam Satu Pohon!

thumbnail
Jakarta – Meski sama-sama berasal dari genus Solanum, tomat dan kentang dihasilkan oleh pohon yang berbeda. Tomat berbuah dari rantingnya, umbi kentang dari akanya. Namun, di Inggris, keduanya berada dalam satu pohon!
Perusahaan yang menjual tanaman secara online, Thompson & Morgan, menawarkan TomTato yang merupakan singkatan dari tomato (tomat) dan potato (kentang). Saat ditanam, TomTatotampak seperti pohon tomat biasa. Namun saat akarnya dicabut, muncullah kentang!

TomTato bisa menghasilkan lebih dari 500 buah tomat ceri dengan rasa manis dan agak tajam. Tomat dan kentangnyapun matang bersamaan. Namun, umur tanaman ini hanya satu musim. Di situsnya, TomTato dijual seharga £14.99 (Rp 279.000).

Mungkin Anda mengira bahwa tanaman unik tersebut adalah hasil rekayasa genetika. Ternyata bukan. Seperti dilansir The Independent (27/09/13), TomTato adalah hasil teknik reproduksi vegetatif buatan, yakni menyambung atau mengenten.

Tanaman tomat-kentang hasil menyambung sudah pernah ada di Inggris. Namun, menurut direktur hortikultural Thompson & Morgan Paul Hansord, inilah pertama kalinya tanaman tersebut sukses diproduksi secara komersil dan memiliki rasa enak.

“Kami telah melihat produk sejenis. Namun, setelah diperhatikan dengan saksama, kentangnya ditanam di pot yang sama dengan tomat. Sementara tanaman kami berada dalam satu pohon dan tak menghasilkan dedaunan kentang,” Hansord berkomentar.

Ia bercerita bahwa ide untuk menciptakan tanaman ini muncul 15 tahun lalu. Waktu itu ia sedang mengunjungi sebuah taman di Amerika Serikat, di mana seseorang menanam kentang di bawah tomat sebagai lelucon.

Menurut Hansord, TomTato sudah diuji coba selama beberapa tahun. “Hasil akhirnya jauh lebih unggul daripada yang saya harapkan: gugusan penuh tomat yang mengalahkan citarasa tomat di supermarket, serta hasil panen kentang yang banyak,” ujarnya.

Ternyata tak mudah menciptakan tanaman tomat dan kentang dengan hasil sebaik itu. Batang tomat dan kentang harus memiliki ketebalan sama agar teknik menyambung sukses. “Diperlukan keterampilan tingkat tinggi,” kata Hansord.

Seperti dilansir CBS News, produk sejenis dengan nama Potato Tom telah diluncurkan lebih awal di Selandia Baru.

Promosi Kuliner Indonesia Kelas Pertama di Ketinggian

detail berita

Kambing saus lula khas Makassar di first class Garuda Indonesia (Foto: Fitri/Okezone)

Source for the news comes from: http://www.okefood.com/read/2013/09/27/299/873041/promosi-kuliner-indonesia-kelas-pertama-di-ketinggian

KULINER Indonesia dipromosikan dalam berbagai ajang, dalam dan luar negeri. Yang juga tidak terlewatkan adalah di udara, seperti penerbangan first class Garuda Indonesia.

Seperti apa hidangan kelas pertama Garuda Indonesia? Okefood coba menguliknya lewat Asep Ginanjar, Menu Development Chef Garuda Indonesia, dan Irwan Lander, Chef on Board First Class Garuda Indonesia.

Dikatakan Irwan, hidangan first class Garuda Indonesia terdiri atas masakan Indonesia dan Jepang untuk penerbangan Asia, hidangan Western untuk penerbangan ke Eropa, serta masakan Timur Tengah untuk penerbangan ke Jeddah. Menu favorit penerbangan akan bergantung pada rutenya. Sebagai contoh rute Jakarta-Jepang, maka masakan Jepang difavoritkan sebagian besar penumpangnya yang asal Jepang. Juga, rute ke Sidney, maka makanan Eropa lebih disukai.

“Bahkan, ada yang komentar bahwa makanan Jepang yang kita sajikan lebih bagus daripada maskapai nasional mereka, dari rasa dan penampilannya,” kata Irwan kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, sebagian penumpang juga penasaran menjajal masakan Indonesia. Bukan rendang, karena kebetulan Garuda Indonesia tidak menyajikannya. Ada sop buntut dan ayam cincane khas Kalimantan yang cukup terkenal bagi penumpang. Lainnya ada tekwan, sate lilit, sate ayam, sate daging, bubur ayam, nasi goreng, kambing saus lula khas Makassar, lontong sayur, wedang jahe, es campur, dan sebagainya.

“Makanan yang kita angkat cukup bersahabat dengan orang asing, bahkan tidak ada yang pedas sama sekali,” ujarnya.

Karena disuguhkan untuk penumpang kelas pertama, Garuda Indonesia memakai bahan-bahan berkualitas yang sebagian besarnya diimpor, seperti daging sapi wagyu, kaviar, wine, minyak zaitun,baby abalone, dan sebagainya. “Makanan yang kami sajikan plating-nya fantastis untuk di udara, orang pasti tidak akan menyangka bahwa semuanya dikerjakan di atas. Pilihan menunya juga tergolong sangat lengkap,” tandasnya.

Ditambahkan Asep, kuliner Indonesia yang dihidangkan tetap dijaga keautentikan rasanya. Bahkan, juru masak dari negara-negara yang menjadi tujuan Garuda Indonesia harus mengikuti pelatihan masak kuliner Indonesia di Jakarta.

“Sebisa mungkin mereka bisa mencapai taste lidah Indonesia, walaupun bukan orang Indonesia yang masak,” sahut Asep.

Menu-menu yang disuguhkan akan diganti secara berkala setiap empat bulan. Ada tim pengembangan yang khusus menyusun menu, mempresentasikan hidangan, hingga menghitung biaya dan harga yang pantas, serta memadukannya dengan menu a la carte yang sudah ada. Asep termasuk dalam tim tersebut. Dia menyebutkan bahwa chef on board turut dilibatkan untuk didengarkan masukannya karena mereka yang lebih intens berinteraksi dengan penumpang.

“Kami jaga original taste, dengan kualitas bahan yang sesuai ekspektasi dan apa yang sudah penumpang bayarkan,” pungkasnya.

Keajaiban Air Payau di Pulau Kakaban

Ubur-ubur di Pulau Kakaban (Foto: blog.kliktoday)

Ubur-ubur di Pulau Kakaban (Foto: blog.kliktoday)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/09/28/544/873402/keajaiban-air-payau-di-pulau-kakaban

Pulau Kakaban, Kalimantan Timur

Pulau Kakaban mempunyai luas 774,2 hektare dan terletak di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pulau Kakaban menarik perhatian turis mancanegara dengan beberapa keunikannya, salah satunya adanya danau di pulau tersebut, yaitu Danau Kakaban.

Danau Kakaban berisi campuran air hujan dan rembesan air laut dari pori-pori tanah. Ini menumbuhkan suatu habitat endemik yang berbeda pada kebanyakan kawasan danau lain di dunia. Selain Danau Kakaban, ada satu lagi danau dengan air payau, yaitu di Kepulauan Palau, Mikronesia.

Danau Kakaban berisi air payau yang dihuni beragam biota laut yang mengalami evolusi selama terkurung di dalamnya, hingga memiliki sifat dan tampilan fisik yang berbeda dengan spesies sejenisnya yang berada di laut. Salah satu di antaranya adalah ubur-ubur berbadan bening layaknya piring kaca (Aurelia aurita) dan beberapa jenis lainnya yang tampak jauh lebih mungil seukuran ujung jari telunjuk (Tripedalia cystophora). Sementara, yang sekepalan tangan ibarat bola lampu pijar berwarna biru kecokelatan (Mastigias papua), jumlahnya lebih dominan di antara lainnya.

Bersama ketiga jenis ubur-ubur itu, terdapat juga spesies ubur-ubur Cassiopeia ornata yang menjadi trademark Pulau Kakaban. Yang membedakan spesies endemik ini dengan ubur-ubur di laut lepas adalah hilangnya kemampuan menyengat. Sementara, kebiasaan unik Cassiopeia adalah berenang secara terbalik, dengan menghadapkan “kaki” atau tentakel ke atas.

Ini Dia 9 Ekowisata Terbaik se-Indonesia

Desa Wisata Penglipuran (Foto: wisatabaliaga)

Desa Wisata Penglipuran (Foto: wisatabaliaga)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/09/28/407/873283/ini-dia-9-ekowisata-terbaik-se-indonesia

JAKARTA – 27 September diperingati sebagai Hari Pariwisata Dunia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memperingatinya dengan pemberian penghargaan Citra Pesona Wisata (Cipta) Award 2013 yang memilih sembilan tempat wisata berbasis lingkungan (ekowisata) terbaik di Indonesia.

Cipta Award 2013 menjadi penyelengaraan keempat sebagai ajang apresiasi dan motivasi kepada para pengelola daya tarik wisata di Indonesia untuk konsisten menerapkan aspek-aspek lingkungan. Penganugerahan Cipta Award diharapkan memberi nilai positif terhadap perkembangan daya tarik wisata di seluruh wilayah Indonesia serta menjadi barometer bagi para pengelola daya tarik wisata untuk mengetahui tingkat keberhasilan masing-masing dalam mengimplementasikan prinsip pengelolaan berwawasan lingkungan.

“Bagi pemenang, ini tentu bentuk apresiasi atas apa yang dicapai sekaligus kebangaan, dan untuk yang belum mendapat penghargaan, terus perbaiki dengan screening process, kami akan berikan bantukan dan pendampingan,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam sambutan Cipta Award 2013 di Shangri-La Hotel, Jakarta.

“Dari 12 daya tarik wisata yang pernah mendapatkan penghargaan, rata-rata baru ngeh bahwa mereka tidak hanya mendapatkan plakat, tapi mereka bangga karena meraih pengakuan dari pusat,” ujarnya.

Mari mencontohkan, kebangaan itu ditunjukkan Rinjani Trek dan Pulau Mojo yang masing-masing telah tiga kali mendapatkan penghargaan, pengelola wisatanya memajang plakat itu di tempat mereka.

Tahun ini, Kemenparekraf menerima 114 daya tarik wisata dari 27 provinsi. Setelah dilakukan penyaringan, terpilihlah 41 daya tarik wisata kemudian penilaian digelar tim juri hingga 27 daya tarik wisata dinilai layak mendapatkan penilaian lapangan, di antaranya Ulun Danu Bratan, Taman Wisata Alam Kawah Ijen, Gelombang Bono, Agowisata Hutan Mangrove Lagoi, Bali Adventure Rafting, Sekar Bumi Farm, Taman Laut Pulau Rubiah, Pulau Kakaban, Batu Kapal Elomel Sathean, Kawasan Percandian Muaro Jambi, Lawang Sewu, Benteng Vredeburg, Neka Art, Museum Batik Danar Hadi, The Blanco Renaissance Museum, Londa, Desa Wisata Penglipuran, Desa Wisata Gubugklakah, Owabong, Taman Kyai Langgeng, Taman Satwa Kandi, Jawa Timur Park I, The Amazing Umang Island Resort, Bugis Water Park, Kampung Sampireun, Kri-Sorido Eco Resort, serta Anai Golf and Mountain Resort.

Penghargaan selanjutnya terbagi atas tiga kategori, yakni pengelolaan daya tarik wisata alam berwawasan lingkungan, pengelolaan daya tarik wisata budaya berwawasan lingkungan, dan pengelolaan daya tarik wisata buatan berwawasan lingkungan, masing-masing dikelola oleh pemerintah, pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD; BUMS; dan LSM, masyarakat, dan perorangan. Dan, dari 27 daya tarik wisata yang melewati penilaian kelayakan lapangan, 9 di antaranya menjadi pemenang sebagai berikut:

1. Ulun Danu Bratan, Bali
2. Agowisata Hutan Mangrove Lagoi, Kepulauan Riau
3. Pulau Kakaban, Kalimantan Timur
4. Benteng Vredeburg, Yogyakarta
5. The Blanco Renaissance Museum, Bali
6. Desa Wisata Penglipuran, Bali
7. Owabong, Jawa Tengah
8. Kampung Sampireun, Jawa Barat
9. Jawa Timur Park I, Jawa Timur

“Untuk yang belum mendapatkan tentu akan termotivasi mengelola daya tarik wisatanya secara suistanable,” tandas Mari.

Benteng Terluas di Dunia Ada di Buton

Benteng Keraton Buton (Foto: Mutya/Okezone)

Benteng Keraton Buton (Foto: Mutya/Okezone)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/09/06/408/862054/benteng-terluas-di-dunia-ada-di-buton

WISATA di Buton belum lengkap tanpa mengunjungi bentengnya, sebuah benteng bersejarah peninggalan keraton. Benteng ini juga merupakan benteng terluas di dunia, lho!

Benteng Keraton Buton merupakan salah satu objek wisata bersejarah di kota Bau-Bau, Buton, Sulawesi Tenggara. Benteng ini merupakan peninggalan dan juga bekas Ibu Kota Kesultanan Buton.

Benteng Keraton Buton terbuat dari batu kapur/gunung. Benteng yang berbentuk lingkaran ini dengan panjang keliling 2.740 meter. Benteng Keraton Buton mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guiness Book Record yang dikeluarkan September 2006 sebagai benteng terluas di dunia dengan luas sekitar 23,375 hektare.

Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang yang disebut Lawa dan 16 emplasemen meriam yang mereka sebut Baluara. Karena letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal, memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya.

Letak benteng ini juga memungkinkan Anda untuk melihat pemandangan indah Kota Bau-Bau serta Selat Buton di kejauhan. Bila hari sedang cerah, menghabiskan waktu melihat pemandangan dari atas benteng ini tidak akan membosankan.

Di dalam kawasan benteng sendiri terdapat beberapa peninggalan sejarah Kesultanan Buton. Kawasan dalam benteng juga kerap digunakan sebagai tempat penyelenggaraan upacara-upacara adat yang menyangkut kesultanan.

Pemerintah kota Bau-Bau sempat mengungkapkan akan menjadikan kawasan dalam Benteng Keraton Buton ini sebagai kawasan wisata. Nantinya bila jadi, akan ada homestay-homestay dimana wisatawan bisa menginap dan berinteraksi dengan warga setempat.

Pulau Labengki Punya Kima Terbesar ke Dua di Dunia

Pulau Labengki dengan kekayaan laut berupa kima (Foto: Ahmad Nizar/Sindo TV)

Pulau Labengki dengan kekayaan laut berupa kima (Foto: Ahmad Nizar/Sindo TV)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/09/28/408/873345/pulau-labengki-punya-kima-terbesar-ke-dua-di-dunia

KEINDAHAN Pulau Labengki di Sulawesi Tenggara sangat memikat mata wisatawan dalam dan luar negeri meskipun masih belum banyak pihak yang mengetahuinya. Siapa sangka, di destinasi wisata inilah terdapat jenis spesies kima terbesar kedua di dunia.

Ada 10 jenis kima yang terdata di dunia saat ini, tujuh spesies di antaranya dapat ditemukan di Asia sementara tiga spesies lainnya adalah kima langka yang hanya ditemukan di Kepulauan Fiji dan Tonga di Samudera Pasifik (Tridacna Tevoroa/Mbalavuana), Tridacna Costata, yang hanya berada di Laut Merah dan Tridacna Rosewatery yang hanya di temukan di Kepulauan Mauritius Madagascar.

Namun, pada Juni 2011, Tim Konservasi Taman Laut Kima Tolitoli yang melakukan relokasi untuk menyelamatkan kima dari kepunahan di Desa Tolitoli, Konawe, Sulawesi Tenggara, menemukan kima spesifikasi berbeda dengan spesies kima yang telah ada. Bagi masyarakat Pulau Labengki dan sekitarnya, jenis kima ini disebut sebagai kimaboe (kima air) karena jika daging kima ini diambil, maka akan keluar banyak air dan hanya menyisakan sedikit daging.

Awalnya, spesies kima ini dicurigai sebagai Tridacna Tevoroa karena memiliki bentuk dan lekukan cangkang yang sama. Namun, setelah dilakukan penelitian bersama Prof. John Lucas dan Dr. Richard D Braley, ahli kima dunia dari Queensland Univercity, Australia, dipastikan bahwa kima yang ditemukan di Kepulauan Labengki bukan Tridacna Tevoroa karena kimaboe tidak memiliki daging yang berkutil dan tidak memiliki tonjolan daging di pertengahannya. Perlu diketahui, Prof. John Lucas dan Dr. Richard D Braley adalah penemu Tridacna Tevoroa di Kepulauan Fiji dan Tonga di Samudera Pasifik.

Penelitian lanjutan pun dilakukan dan pada awal Mei 2013, spesifikasi kima ini ditetapkan sebagai kima spesies baru dan menjadi spesies kima terbesar kedua di dunia dengan panjang cangkang 55,5 cm, lebih besar dari Tridacna Tevoroa dan Tridacna Derasa.

Selain kimaboe, di kawasan ini juga ditemukan jenis kima lainnya, yaitu Tridacna Derasa, Tridacna Squamosa, Tridacna Maxima, Tridacna Crocea, Hippopus Hippopus, dan Hippopus Porcellanus. Dengan penemuan ini, maka kawasan Kepulauan Labengkipun langsung menjadi kawasanbreaset internasional. Kawasan ini akan menjadi sasaran penelitian, khususnya bagi para mahasiswa dan peneliti kelautan nasional dan internasional.

Yang pasti, semua yang telah dan akan terjadi di wilayah ini adalah potensi pariwisata yang tidak ternilai, terlebih bagi penyelam. Pasalnya untuk menyaksikan kima super raksasa ini, mereka harus datang ke Pulau Labengki dan kima ini tidak akan mereka temukan dimanapun di dunia, kecuali di Kepulauan Labengki, Sulawesi Tenggara.

Google Street View Tangkap ‘Penampakan’ Seorang Nenek

detail berita

Google Street View tangkap gambar nenek (Foto: ABC News)

Source for the news comes from: http://techno.okezone.com/read/2013/09/28/55/873243/google-street-view-tangkap-penampakan-seorang-nenek

CALIFORNIA – Seorang laki-laki asal Beaverton, Oregon, Amerika Serikat (AS) menemukan salah satu gambar terakhir neneknya sedang duduk di teras rumah sebelum memejamkan mata untuk selamanya melalui Google Street View.

Pria bernama Dustin Moore ini menemukan foto itu ketika ia sedang iseng melihat-lihat kumpulan foto daerahnya di layanan pemetaan milik raksasa mesin pencari itu.

“Nenek sudah pergi untuk selamanya, tapi entah bagaimana mungkin dia masih hidup dalam jepretan Google dan mengawasi kita,” ungkap Moore kepada Katu-TV, sebagaimana dikutip dari Cnet, Sabtu (28/9/2013).

“Dia seharusnya memakai tongkat sepanjang waktu. Tetapi, aku tidak melihatnya dalam foto ini,” lanjutnya.

Memang, Google Street View akan selalu memberi kejutan. Gambar nenek Moore mungkin diambil pada enam tahun lalu atau sebelum itu, sebab Google secara berkala akan memperbarui kontennya

Konsumsi Fast Food Berisiko Penyakit Jantung Koroner

Source for the news comes from: http://duniafitnes.com/news/konsumsi-fast-food-berisiko-penyakit-jantung-koroner.html

Siapa yang tidak suka dengan makanan cepat saji atau fast food ketika mampir di mall? Ya, selain enak di lidah, fast food juga punya efek samping yang berbahaya.

Menurut penelitian terbaru, orang yang mengonsumsi makanan fast food, walau hanya seminggu sekali, bisa meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung koroner hingga 20 persen, dibandingkan dengan orang yang menghindari makanan itu.

Bagi orang yang memakan fast food dua-tiga kali setiap minggu, berisiko meningkat sebesar 50 persen, dan risiko meningkat menjadi hampir 80 persen untuk orang yang mengonsumsi lebih dari empat kali setiap minggu. Tak hanya itu, fast food juga meningkatkan risiko pengembangan diabetes tipe 2 sebesar 27 persen.

Menurut jurnal Circulation, para peneliti dari University of Minnesota School of Public Health menemukan hasil ini dari tinjauan penelitian tentang makanan cepat saji dan risiko metabolik diantara populasi Kaukasia.

“Kami ingin meneliti hubungan antara fast food dari Barat dengan risiko kardio-metabolik di populasi Cina di Asia Tenggara, yang sudah menjadi sarang untuk diabetes dan penyakit jantung,” kata Andrew Odegaard, peneliti dari Minnesota yang memimpin penelitian ini.

“Apa yang kami temukan adalah dampak kesehatan publik akibat makanan cepat saji, produk yang terutama diimpor dari barat menjadi pasar baru,” tambah Odegaard.

Ia bersama rekan-rekan dari National University of Singapore itu meninjau sebuah hasil penelitian 16 tahun lalu, yang berdasarkan kebiasaan makan 52.000 warga Cina di Singapura yang mengalami transisi dari makanan tradisional ke makanan cepat saji Barat.

“Yang menarik dari hasil penelitian ini adalah, peserta yang melaporkan sering makan makanan cepat saji justru orang yang lebih muda, lebih berpendidikan, jarang merokok dan lebih aktif secara fisik aktif,” kata Odegaard.