Daily Archives: September 23, 2013

Kura-kura Langka yang Ditemukan di China Dianjurkan untuk Dimakan

thumbnail
Foto: Shangaiist
Jakarta – Seorang pria di Chinna menemukan kura-kura besar yang ternyata hampir punah, ia menghubungi sebuah organisasi perlindungan hewan liar untuk penanganan. Tapi, pimpinan organisasi itu justru menyarakan untuk memakan binatang tersebut!
Awal bulan September, seorang petani dari provinsi Henan, China menemui kura-kura ini saat sedang membajak ladangnya. Binatang tersebut mempunyai ukuran cukup besar dengan berat sekitar 5,8 kg dan diidentifikasi sebagai kura-kura aligator, spesies kura-kura air tawar terbesar di dunia.

Satu hal yang tidak wajar tentang penemuan ini adalah spesies kura-kura tersebut aslinya berasal dari Amerika Selatan bukan China. Biasanya hanya kura-kura betina yang ingin bersarang menjelajah ke lahan terbuka. Karena bingung penanganan hewan ini, sang petani langsung menghubungi organisasi perlindungan hewan lokal.

Alangkah terkejutnya sang petani saat menerima tanggapan dari pimpinan oragnisasi tersebut. Dong Zhaowei selaku direktur menyatakan daging spesies kura-kura aligator sangat enak dan petani tersebut harusnya langsung membunuh dan memakannya.

Jawaban tersebut tentunya mengundang protes dan kecaman masyarakat China, tapi Dong menjelaskan kura-kura tersebut bukanlah hewan asli China dan bisa saja membahayakan spesies lokal. Kura-kura aligator terdaftar sebagai spesies yang terancam punah, menurut petugas setempat spesies yang ditemukan ini dikatakan berumur sekitar 500 tahun.

Tapi, hal ini disanggah oleh anggota Science Squirrels Club yang mengatakan kura-kura tersebut baru berumur lima tahun. Kura-kura aligator menginjak umur dewasa saat usia 12 tahun dan bisa tumbuh seberat 81,46 kg, karena kura-kura ini beratnya hanya 5,8 kg perkiraan umurnya baru mencapai lima tahun.

Advertisements

Sssstt! Dilarang Bersuara Saat Makan di Restoran Ini

thumbnail
Foto: Wall Street Journal
Jakarta – Sebuah restoran di Brooklyn, Amerika Serikat menggelar jamuan hening. Dalam waktu lebih dari satu jam, para pengunjung harus menikmati hidangannya tanpa bersuara, Jika melanggar, mereka harus menikmati makanan di luar!

Jamuan hening ini merupakan program bulanan yang digelar oleh restoran Eat di Greenpoint, Brooklyn. Restoran ini mengadakan jamuan dengan 17 pengunjung yang membayar $40 atau sekitar Rp 454.000 untuk empat hidangan. Mereka menikmati hidangan tanpa mengeluarkan suara selama 90 menit.

Managing chef sekaligus perencana acara di Eats, Nicholas Naunman menyatakan ia terinspirasi untuk menngadakan jamuan ini setelah mengikuti ritual sarapan hening di biara Budha India yang terletak di Bodh Gaya. Ia ingin para pengunjung mencoba pengalaman makan tanpa gangguan.

“Kami ingin memberikan perhatian pada sifat fisik dan mendalam saat mengonsumsi makanan dan lebih sedikit gangguan dari konsep restoran yang ada saat ini,” tutur Nicholas kepada Wall Street Journal (21/09/2013).

Sebelumnya, konsep restoran berisik merupakan sebuah trend yang berkembang di Amerika Serikat. Salah satunya adalah restoran A-Frame di Los Angeles,predikat sebagai salah satu restoran paling berisik. Bukan main-main karena tingkat kebisingan restoran tersebut mencapai 9 desimal. Setara dengan suara Boeing 737 yang lepas landas dari jarak 91 meter.

Dalam jamuan ini, saat para pengunjung masuk, mereka masih boleh bercicara satu sama lain. Tepat pukul 20.04 Nicholas langsung mengumumkan kesempatan mereka bebicara sudah habis dan jamuan hening pun dimulai.

Appetizer berupa summer squash chili basil soup mulai disajikan dan tidak ada yang terdengar menyuruput hidangan. Mulai 20.20, para pengunjung mulai gelisah dan beberapa terdengar berdeham.
Mereka harus menahan bersuara, karena hukumannya adalah membawa hidangan utama mereka ke luar yang suasana jauh lebih berisik.

Akhirnya, tepat pukul 21.34, Nicholas mengatakan terimakasih sebagai penanda jamuan hening sudah berakhir. Para pengunjung langsung bernafas lega dan dengan spontan bertepuk tangan dan mengobrol satu sama lain.

7 Hal yang Harus Turis Ketahui Tentang China

Beijing – Berdasarkan data UNWTO 2013, China jadi salah satu negara yang ramai dikunjungi wisatawan. Tak heran banyak traveler yang ramai berlibur di sana. Namun sebelum jalan-jalan ke sana, ada 7 hal yang sebaiknya Anda ketahui.

Beberapa waktu lalu, detikTravel bersama Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Jakarta berkunjung ke China. Sejumlah informasi pun dihimpun. Ada 7 hal yang harus turis ketahui tentang China sebelumliburan ke sana:

1. Hanya sedikit orang China yang bisa berbahasa Inggris

“Di China itu cuma sedikit yang bisa bahasa Inggris,” ungkap traveler bernama Arin kepada detikTravel beberapa waktu lalu sebelum saya menuju China.

Nyatanya benar. Selama berada di sana, saya sangat kesulitan bertemu dengan orang yang bisa berbahasa Inggris. Mungkin hanya pemandu wisata saja yang menguasai bahasa Inggris. Baik di bandara, pasar, maupun tempat wisata, sangat sulit menemukan orang yang bisa berbahasa internasional tersebut.

2. Hanya sedikit keterangan yang menggunakan huruf latin

Rasanya, hampir seluruh keterangan yang ada di China menggunakan aksara China. Anda akan kesulitan menemukan keterangan atau tulisan menggunakan huruf latin.

3. Punya mie yang lezat banget

Kelezatan mie China sudah diakui oleh banyak orang. Di China, Anda pun bisa dengan mudah menemukan warung makan yang menjual aneka olahan mie. Lebih asyik lagi, pembeli bisa melihat langsung cara pembuatan mie sampai akhirnya siap saji di mangkok. Jangan sampai dilewatkan.

4. Ada berbagai macam jenis teh

Selain mie, China juga punya banyak teh. Semuanya memiliki rasa yang berbeda dan tentunya lezat.

5. Semua orang berjalan cepat dan menghargai waktu

Hampir semua orang di China berjalan tergesa-gesa. Mereka sangat menghargai waktu. Jadi jangan heran ketika Anda berjalan di trotoar, akan ada orang yang berjalan cepat dan menyusul langkah Anda.

6. On time

Sekali lagi, China adalah salah satu negara yang sangat menghargai waktu. Jika Anda janji atau memiliki jadwal untuk menghadiri acara di sana, sebaiknya datang lebih awal jika tidak ingin ketinggalan.

7. Toiletnya kotor

Sayang sekali, di balik semua ketertiban yang ada, Negeri Tirai Bambu ini memiliki toilet yang kotor. Rasanya hampir seluruh toilet di sana kotor, terutama di pasar.

Toilet di sana juga mengambil sistem toilet kering. Tak heran jika banyak turis yang membekali diri dengan air dalam botol sebelum masuk ke toilet.

Ramen Crust Pizza, Pizza dan Ramen dalam Satu Gigitan

thumbnail
Foto: seriouseats
Jakarta – Setelah burger ramen bernama Shoyu Ramen Burger yang dibuat seorang blogger ramen asal Jepang ,kini ada paduan pizza dan ramen bernama Ramen Crust Pizza. Makanan unik inipun langsung jadi pusat perhatian.

J. Kenji Lopez-Alt bekerja sebagai Chief Creative Officer di situs yang khusus membahas makanan, Serious Eats. Sejak lama ia memiliki ketertarikan dengan dunia kuliner dan secara rutin menuangkan pemikirannya dalam kolom The Food Lab.

“Ini terlihat seperti pizza, aromanya mirip pizza, bahkan rasanya hampir sama dengan pizza. Tapi ini bukanlah pizza,” ujar Lopez-Alt mengenai pizza ramen buatannya. Ia menambahkan, potongan pizza ramen ini sama dengan pizza. Begitu pula dengan keju meleleh sebagai toppingnya.

Di situs Serious Eats, Lopez-Alt memberitahukan resep pembuatan Ramen Crust Pizza. Bahan-bahannya terdiri dari 2 bungkus mie ramen instan, 3 sendok makan minyak zaitun, 340 gram keju mozarella, ¾ cangkir saus pizza, dan 57 gram keju parmesan.

Cara membuatnya cukup mudah. Pertama, rebus mie hingga hampir lunak dalam air yang telah dibumbui garam. Lalu keringkan dengan hati-hati. Untuk membuat adonan mie, taruh mie yang sudah dimasak tadi diatas wajan bundar yang dipanaskan dengan api sedang. Tekan-tekan adonan mie hingga padat. Kemudian kecilkan api.

Setelah itu, tambahkan keju mozarella dan saus secara merata di atas mie. Taburi lagi dengan keju mozarella dan parmesan. Lalu, panggang adonan pizza di oven sekitar 20 menit hingga bagian atasnya berwarna kecokelatan.

Dinginkan lalu keluarkan hati-hati dari dalam oven. Setelah itu, potong pizza ramen layaknya memotong pizza. Ramen Crust Pizza pun siap disajikan. Nyam!

Mahasiswa Ini Biayai Kuliahnya dengan Ikut Lomba Makan

thumbnail
Foto: Eric Dahl
Jakarta – Mahasiswa ini selalu lahap saat mengikuti lomba makan. Tak jarang ia menang dan meraih sejumlah uang. Namun, bukan sekadar bernafsu makan besar. Ia ikut berbagai kompetisi untuk membiayai kuliahnya.

Nama aslinya Eric Dahl, namun ia lebih dikenal dengan sebutan ‘Silo’ ketika berlomba. Ia tercatat sebagai mahasiswa teknik komputer di University of Wisconsin, Amerika Serikat. “Saya makan untuk menyelesaikan pendidikan saya,” kata Dahl.

Dahl kini menempati urutan ketiga di dunia makan kompetitif menurut peringkatAll Pro Eating, meski ia pernah menduduki tempat teratas. Dahl telah meraih lebih dari $18.000 (Rp 204,3 juta) dalam bentuk uang atau merchandise untuk membantu membayar pendidikannya.

Perjalanannya di dunia makan kompetitif diawali pada tahun 2011 di Big Red’s Steakhouse, AS. Dahl tak mau membayar makanannya, jadi ia mengikuti tantangan memakan 1,4 kg cheesesteak sandwich dalam waktu kurang dari 10 menit dengan hadiah makan gratis.

Ia sukses menyelesaikannya dalam waktu 5 menit 50 detik. “Semuanya dimulai dari situ,” ujar Dahl, seperti dilansir Huffington Post (20/09/13). Ketika memenangi kejuaraan makan pizza nasional dengan hadiah $1.000 (Rp 11,35 juta), iapun menolak membocorkan strateginya.

Dahl pertama kali dibayar di Dickey’s Barbecue Pit di Minneapolis, AS. Ia memperoleh uang $250 (Rp 2,8 juta) sebagai hadiah memakan sembilan sandwich daging babi suwir dalam waktu enam menit.

Mantan atlet sepakbola, atletik, dan gulat di SMA ini melihat bahwa kompetisi makan bikin ketagihan. Atmosfernya seperti gulat profesional.

“Saya merasa sangat terpacu ketika penonton mulai bersorak. Saya berteman dengan peserta lomba lain, tapi ketika di panggung saya tak punya teman lagi,” tutur Dahl.

Bayaran terbesarnya didapatkan pada California State Fair 2012, di mana ia memperoleh $2.500 (Rp 28,4 juta) karena telah menghabiskan 20 corndog super besar dalam waktu delapan menit.

Dahl yang memiliki tinggi 190,5 cm mengatakan bahwa ia berolahraga untuk mempertahankan berat badannya sebesar 100 kg. Ia berjalan kaki beberapa kilometer sehari, mengangkat beban dua kali seminggu, bermain sepakbola dalam ruangan, dan hockey.

Menurut Wisconsin State Journal, Dahl mengonsumsi tak lebih dari 3.100 kalori per hari. Kebanyakan berupa sayuran untuk mencegah lingkar pinggangnya semakin lebar. Ia meregangkan lambungnya dengan mengonsumsi 4,5 kg kol atau brokoli sekali santap diikuti dengan minum banyak air.

Miso, Krim Keju, Natto, dan Kimchi Berpadu dalam Ramen Ini

thumbnail
Foto: RocketNews24
Jakarta – Meski menyehatkan, makanan yang difermentasi biasanya memiliki rasa atau bau yang menyengat. Bayangkan jika empat makanan hasil fermentasi, yakni miso, krim keju, natto, dan kimchi, dicampur dalam satu hidangan ramen. Akankah rasanya menjijikkan, atau justru unik dan lezat?

Di prefektur Iwate, Jepang, ada sebuah ramen instan dengan kemasan menarik. Di depannya tampak gambar kartun seorang wanita berpakaian pelayan. Tak hanya itu, namanya juga bikin penasaran, yakni Rare Cheese Kimchi Natto Ramen.

Di dalam kemasan ramen ini terdapat lembar cara pembuatan ramen serta empat bungkus bumbu. Yang pertama adalah miso yang rasanya agak asin sebagai bumbu dasar kuah. Miso terbuat dari fermentasi kacang kedelai.

Kedua, ada rare cheesecake atau fermentasi susu yang dikenal juga dengan nama krim keju. Biasanya rare cheesecake hanya digunakan untuk cheesecake bergaya Amerika Utara yang dijual di Jepang. Teksturnya sedikit berbeda, namun tetap memiliki rasa manis khas krim keju.

Ketiga, ada natto, kacang kedelai yang difermentasi dengan bakteri, bukan jamur seperti pada miso. Makanan ini terkenal akan baunya yang tak sedap serta teksturnya yang berlendir.

Terakhir adalah kimchi. Makanan khas Korea ini terbuat dari sayur yang difermentasi sehingga menghasilkan rasa pedas dan asam. Keempat bahan tadi tentu tak dihadirkan dalam bentuk aslinya, melainkan dijadikan bubuk agar lebih mudah dicampur dalam ramen instan.

Setelah jadi, saatnya ramen ini dicicipi. “Kata ‘menjijikkan’ langsung muncul di kepala, namun segera digantikan dengan ‘air kencing kucing yang sudah didiamkan setahun’,” tulis situs Jepang Rocket News 24.

Saat pertama dicicipi, rasa manis kuat dari rare cheese memenuhi mulut namun segera disusul aftertaste natto dan kimchi yang menempel. Sulit rasanya menggerakan sumpit untuk menambah makan ramen ini lagi.

Parahnya, bukan cuma rasanya yang tertinggal. Setelah kegiatan memasak dan menyantap ramen selesai, bau aneh memenuhi ruangan untuk beberapa lama meski jendela dibuka.

Harga ramen inipun tak murah meski dijual dalam dua pak, yakni 1.200 yen (sekitar Rp 120.000). Kira-kira siapa ya yang mau membeli dan mencobanya?

Miso, Krim Keju, Natto, dan Kimchi Berpadu dalam Ramen Ini

thumbnail
Foto: RocketNews24
Jakarta – Meski menyehatkan, makanan yang difermentasi biasanya memiliki rasa atau bau yang menyengat. Bayangkan jika empat makanan hasil fermentasi, yakni miso, krim keju, natto, dan kimchi, dicampur dalam satu hidangan ramen. Akankah rasanya menjijikkan, atau justru unik dan lezat?

Di prefektur Iwate, Jepang, ada sebuah ramen instan dengan kemasan menarik. Di depannya tampak gambar kartun seorang wanita berpakaian pelayan. Tak hanya itu, namanya juga bikin penasaran, yakni Rare Cheese Kimchi Natto Ramen.

Di dalam kemasan ramen ini terdapat lembar cara pembuatan ramen serta empat bungkus bumbu. Yang pertama adalah miso yang rasanya agak asin sebagai bumbu dasar kuah. Miso terbuat dari fermentasi kacang kedelai.

Kedua, ada rare cheesecake atau fermentasi susu yang dikenal juga dengan nama krim keju. Biasanya rare cheesecake hanya digunakan untuk cheesecake bergaya Amerika Utara yang dijual di Jepang. Teksturnya sedikit berbeda, namun tetap memiliki rasa manis khas krim keju.

Ketiga, ada natto, kacang kedelai yang difermentasi dengan bakteri, bukan jamur seperti pada miso. Makanan ini terkenal akan baunya yang tak sedap serta teksturnya yang berlendir.

Terakhir adalah kimchi. Makanan khas Korea ini terbuat dari sayur yang difermentasi sehingga menghasilkan rasa pedas dan asam. Keempat bahan tadi tentu tak dihadirkan dalam bentuk aslinya, melainkan dijadikan bubuk agar lebih mudah dicampur dalam ramen instan.

Setelah jadi, saatnya ramen ini dicicipi. “Kata ‘menjijikkan’ langsung muncul di kepala, namun segera digantikan dengan ‘air kencing kucing yang sudah didiamkan setahun’,” tulis situs Jepang Rocket News 24 (18/09/13).

Saat pertama dicicipi, rasa manis kuat dari rare cheese memenuhi mulut namun segera disusul aftertaste natto dan kimchi yang menempel. Sulit rasanya menggerakan sumpit untuk menambah makan ramen ini lagi.

Parahnya, bukan cuma rasanya yang tertinggal. Setelah kegiatan memasak dan menyantap ramen selesai, bau aneh memenuhi ruangan untuk beberapa lama meski jendela dibuka.

Harga ramen inipun tak murah meski dijual dalam dua pak, yakni 1.200 yen (sekitar Rp 120.000). Kira-kira siapa ya yang mau membeli dan mencobanya?

Telur dan Keju Sumber Protein Terbaik untuk Sarapan

thumbnail
Jakarta – Protein merupakan zat gizi yang harus ada dalam menu sarapan. Tubuh akan memakai protein bersama karbohidrat dan lemak untuk membuat energi. Karenanya harus cukup dikonsumsi saat sarapan agar tubuh tidak loyo. 
Protein dipakai tubuh untuk membangun otot dan jaringan organ tubuh serta menjaga kesehatan tulang dan kulit. Menurut MayoClinic, protein harus mencapai 10 %-35% dari total kalori yang dikonsumsi tiap hari. Untuk konsumsi 1800 kalori, 45-75 g berupa protein atau setara dengan 180 sampai 625 kalori berasal dari protein.

Mengonsumsi protein yang tepat setiap pagi sangat penting untuk membangun kebugaran tubuh. Seperti telur yang biasa dikonsumsi saat sarapan. Bisa digoreng utuh, direbus atau dibuat omelet putihnya saja. Satu butir telur mengandung 6 g protein.

Bisa ditambah dengan keju sebagai tambahan protein. Setiap 15 g keju mengandung 3-5 gram protein tergantung jenisnya. Atau tambahkan sosis ayam yang memberi tambahan asupan protein sekitar 3 gram per buahnya.

Selain itu yogurt low fat juga bisa dipilih sebagai menu sarapan. Yogurt mengandung 13 g protein per sajian. Segelas susu sapi bisa juga sebagai alternatif, yang mengandung 8 gram protein. Untuk vegetarian bisa memilih susu kedelai yang setiap gelasnya memberi asupan 5.5 gram protein.

Sumber protein yang lain adlah roti tawar whole wheat. Seiris roti ini mengandung 4 gram protein. Sedangkan satu buah muffin memberi pasokan 5 gram protein. Daging tiruan dari gluten juga menjadi sumber protein yang baik. Per ½ cangkir mengandung 8.5 g protein.

Yakult Jepang Akan Luncurkan Minuman Yogurt Hangat

thumbnail
Foto: RocketNews24
Jakarta – Meski belum memasuki musim dingin, tampaknya orang Jepang senang meneguk minuman panas. Setelah soda hangat, kini mereka membuat minuman yogurt yang bisa dipanaskan.

Seperti dilansir Rocket News 24, produsen minuman probiotik populer Yakult akan meluncurkan Hot Miruju pada 30 September mendatang. Minuman hangat ini disebut-sebut memiliki rasa manis sedikit asam dengan aftertaste menyegarkan.

Layaknya versi dinginnya, Hot Miruju mengandung bakteri hidup, kalsium untuk kesehatan tulang, serta vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium. Minuman ini akan dijual di supermarket dan minimarket di seluruh Jepang dengan harga 124 yen (Rp 14.000).

Tampaknya minuman ini cocok dikonsumsi pada musim gugur di mana angin berhembus kencang dan masalah pencernaan banyak dialami. Hmm… Sepertinya yogurt hangat tak kalah enak dibanding yogurt dingin ya?
(odi/dni)

 

Slruup! Segar Unik Es Krim Rasa Rumput dan Jerami Karamel

thumbnail
Foto: Dailymail
Jakarta – Es krim rasa vanila dan cokelat tentu sudah biasa. Namun, di tempat ini, Anda bisa menemukan es krim dengan berbagai rasa yang tak pernah terbayangkan.. Sebut saja rumput, jerami, bahkan daun pinus!

Rasa es krim yang tak biasa ini dapat ditemukan di toko es krim Chin Chin Laboratories, Camden, Inggris. “‘Green Grass’ (rumput hijau) adalah rasa spesial yang kami hadirkan setahun sekali untuk menyambut awal musim panas. Meski sebagian pelanggan ragu, kami melihat bahwa kini orang semakin berani berpetualang,” ujar sang pemilik, Ahrash Akbari-Kalhur.

Pria ini bahkan sedang merencanakan rasa ‘Christmas Tree’ (pohon Natal) yang terasa seperti daun pinus untuk bulan Desember. “Kami mulai mengenalkan es krim berbahan sayuran. Kami punya rasa ‘Hay Smoked Caramel’ (jerami dan karamel asap) untuk musim panen mendatang. Namun ‘Christmas Tree’ akan menjadi grand finale tahun ini,” ujar Akbari-Kalhur.

Selain rasa rumput, jerami, dan daun pinus, Akbari-Kalhur juga menyajikan rasa unik yang terdengar lebih masuk akal. Contohnya adalah bit dan chocolate chip serta jagung manis bakar. Semuanya dibuat dengan mengombinasikan sirup buatan sendiri dan krim lalu membekukannya dengan mikser menggunakan nitrogen cair.

Selain Chin Chin Laboratories, di Inggris juga ada toko es krim lain yang menawarkan rasa-rasa aneh. Namanya adalah Icecreamists di Covent Garden. “Kini trennya menjauhi es krim Amerika yang tinggi lemak dan gula dan memilih gelato a la Italia yang lebih rendah lemak dan gula, lebih sedikit kandungan udaranya, serta lebih kuat rasanya,” kata Matt O’Connor, sang pemilik.

Menurut O’Connor, para penggemar es krim memilih es krim canggih ini karena ada perbedaan besar di mulut, tekstur, dan rasa. Iapun pernah membuat gelato dari air suci, Viagra, bahkan ASI yang diberi nama Baby Gaga.

“Orang-orang dari seluruh dunia datang untuk mencoba Baby Gaga. Pembelinya 80% wanita,” ujar O’Connor, seperti Daily Mail. Meski tak semua orang mau mencoba es krim Viagra atau ASI, O’Connor menganggap bahwa es krim murahan yang terbuat dari bahan-bahan sintetis akan berakhir.

“Es krim seharusnya menjadi produk yang paling menyenangkan di dunia, tapi hal ini dirusak oleh perusahaan yang menjual es krim palsu. Kebanyakan es krim tak memakai susu. Satu-satunya hal yang ‘diperah’ oleh perusahaan adalah konsumen,” kata O’Connor.

Sementara Akbari-Kalthur berkonsentrasi pada es krim rasa pohon Natal, O’Connor mengatakan es krim buatannya berikutnya akan sekontroversial Baby Gaga.