Daily Archives: September 25, 2013

Burger King Luncurkan “Satisfries”, Kentang Goreng Rendah Kalori

detail berita

MENYANTAP kentang goreng tanpa merasa bersalah? Anda tak perlu khawatir lagi, Burger King baru saja meluncurkan kentang goreng dengan kalori 20 persen lebih rendah dari kentang goreng biasanya.

Kandungan kalorinya hanya sekira 270 kalori untuk ukuran kecil, bandingkan dengan kentang goreng sejenisnya yang mengandung 340 kalori. Bentuk potongan kentang goreng yang dinamai Satisfries ini juga lebih unik, yaitu berbentuk crinkle. Dengan bentuk crinkle, karyawan dapat dengan mudah membedakan Satisfries dengan kentang goreng biasa ketika sedang digoreng bersamaan.

Sebenarnya, Satisfries dibuat dari bahan-bahan yang sama persis dengan bahan pembuat kentang goreng biasa, yaitu kentang, minyak, dan adonan. Untuk operasional sederhana di dapur, Satisfries juga digoreng dalam penggorengan yang sama dan dimasak dalam waktu yang sama seperti menggoreng kentang goreng biasa.

Bedanya, Burger King menyesuaikan proporsi bahan yang berbeda pada adonan yang bertujuan untuk memblokir lebih banyak penyerapan minyak. Burger King enggan memberitahu spesifikasinya prosesnya.

“Anda perlu membuat hal-hal sesederhana mungkin. Ini sebenarnya bukan hal yang mudah yang harus dilakukan karena konsumen ingin rasa dan tekstur yang sama,” kata Eric Hirschhorn, Chief Marketing Officer Burger King, seperti dilansir Foxnews.

Burger King meyakini jika menu barunya Satisfries akan sangat populer sehingga pelanggan tidak merasa kecewa harus mengeluarkan uang lebih untuk seporsi kentang goreng ini. Untuk seporsi Satisfries ukuran kecil dihargai USD1,89 (sekira Rp21.700) sedangkan kentang goreng biasa seharga USD1,59 (sekira Rp18.300) untuk ukuran yang sama. 

Advertisements

Kawasan Kumuh Jadi Tempat Wisata? Contohlah Korea!

Cheonggyecheon, Korea Selatan (Foto: wikipedia)

Cheonggyecheon, Korea Selatan (Foto: wikipedia)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/09/25/407/871443/kawasan-kumuh-jadi-tempat-wisata-contohlah-korea

JAKARTA – Tempat kumuh bisa diubah jadi daya tarik wisata tanpa mengeksploitasi lingkungannya. Sudah banyak contoh tempat kumuh yang berubah menjadi cantik bahkan jadi destinasi wisata.

Saat ini, terjadi krisis air bersih di mana-mana, yang membuat manusia lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan. Akhirnya, teknologi ramah lingkungan kian murah dan terjangkau sehingga memudahkan perkembangan wisata sekaligus menjaga lingkungan.

“Bukan tidak mungkin mengembangkan pariwisata berbasis lingkungan, apalagi sekarang sulit mencari area terbuka hijau di perkotaan,” ujar Winarto, Direktur Rekreasi PT Pembangunan Jaya Ancol, saat Seminar Nasional Kepariwisataan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, baru-baru ini.

Ia mencontohkan, di luar negeri sudah ada pengembangan pariwisata yang juga memperbaiki lingkungan, yaitu di Cheonggyecheon, Korea Selatan. “Cheonggyecheon adalah lokasi rekreasi publik yang modern sepanjang 8,4 kilometer di pusat Kota Seoul, Korea Selatan. Dulunya tempat ini adalah wilayah kumuh,” cerita Winarno.

Area kumuh ini tadinya sempat dipertimbangkan untuk jadi area pengembangan properti. Namun, Pemerintah Seoul tetap mempertahankan sesuai fungsi ekologisnya sebagai sungai.

“Cheonggyecheon pun dirombak sejak 2005 dengan dana USD900 juta, dan kini menjadi area atraksi yang populer di kalangan wisatawan,” ujarnya. Ia menyimpulkan, seharusnya hal seperti ini bisa diaplikasikan di Indonesia untuk mengatasi kawasan-kawasan kumuh menjadi daya tarik wisata.

Tarif Hotel Termurah, Kamboja Pilihan Terbaik Backpacker Eropa

Angkor Wat, Kamboja (Foto: Telegraph)

Ternyata, meski nilai rupiah sedang melemah, Indonesia masih cukup mahal bagi kalanganbackpacker. Kamboja dengan Angkor Wat-nya justru menjadi destinasi terbaik untuk para wisatawan bujet dari Eropa.

Kamboja adalah destinasi termurah untuk backpacker seluruh dunia, demikian hasil riset dariHotels.com. Harga akomodasi lima malam di Phnom Penh, Kamboja, sama dengan harga satu malam menginap di Rio de Janeiro, Brasil.

Rata-rata tarif kamar hotel di Phnom Penh pada semester pertama 2013 hanyalah Rp642 ribu. Tak hanya Kamboja, hampir seluruh Asia Tenggara turun tarif akomodasinya dalam enam bulan pertama 2013.

Tampaknya, Kamboja harus bersiap dikunjungi wisatawan backpacker asal Eropa dan Australia yang biasanya melakukan pelesir jelang akhir tahun. “Tidak mengherankan bila negara-negara di Asia Tenggara murah, terutama untuk backpacker. Namun, harga yang ada saat ini justru menjadi lebih murah dari biasanya,” kata Kate Hopcraft dari Hotels.com, seperti dikutip dari Telegraph.

Berikut adalah 10 destinasi terbaik kalangan backpacker dilihat dari rata-rata harga akomodasinya per malam:

1. Phnom Penh, Kamboja (Rp642 ribu)
2. Hanoi, Vietnam (Rp752 ribu)
3. Chiang Mai, Thailand (Rp807 ribu)
4. Siem Reap, Kamboja (Rp825 ribu)
5. Pattaya, Thailand (Rp899 ribu)
6. Ho Chi Minh City, Vietnam (Rp1,1 juta)
7. Bangkok, Thailand (Rp1,15 juta)
8. Goa, India (Rp1,2)
9. Krabi, Thailand (Rp1,4 juta)
10. Phuket, Thailand (Ro1,43 juta)

Pulau Labengki, Raja Ampat-nya Sulawesi Tenggara

Pulau Labengki nan eksotik (Foto: Ahmad Nizar/Sindo TV)

Pulau Labengki nan eksotik (Foto: Ahmad Nizar/Sindo TV)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/09/24/408/871183/pulau-labengki-raja-ampat-nya-sulawesi-tenggara

MUNGKIN nama Raja Ampat tidak asing lagi bagi wisatawan Nusantara, bahkan dunia. Semua perhatian kemudian tertuju pada wilayah timur Indonesia, yaitu papua. Siapa sangka, di Sulawesi Tenggara juga terdapat gugusan pulau karang yang berderet hingga menjadi gugusan pulau karang besar dan kecil, yang diberi nama Pulau Labengki.

Pulau Labengki masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Banyak yang bilang Pulau Labengki mirip Raja Ampat, alias Raja Ampat-nya Sulawesi Tenggara. Hal ini cukup berdasar karena di Pulau Labengki berdiri sejumlah gugusan pulau karang besar dan kecil sehingga dipetakan menjadi Pulau Labengki besar dan Pulau Labengki kecil.

Selain memiliki puluhan titik penyelaman yang cukup berkelas, lokasi ini juga menjadi penempatan salah satu spesies kima terbesar di dunia, yaitu Kimabo. Ukuran kima-nya mencapai 50cm dan tercatat sebagai kima terbesar kedua di dunia. Lokasi ini juga dijadikan pusat penelitian spesies kima oleh para akademisi dan ilmuwan kelautan karena terdapat penangkaran sejumlah spesies kima oleh tim konservasi kima toli-toli.

Pulau Labengki, selain memiliki pemandangan alam yang eksotik, para pengunjung atau wisatawan bisa bermain-main atau berinteraksi langsung dengan ribuan lobster sambil memberi makan atau sekadar berfoto underwater.

“Pulau Labengki akan menjadi diestinasi wisata berkelas dunia seperti Raja Ampat jika bisa dikemas dengan baik, mulai dari promosi hingga infrastrukturnya,“ kata Habib, Ketua Tim Konservasi Kima Toli-Toli yang telah lama berkiprah di daerah ini.

Pulau Labengki bisa dijangkau dengan perjalanan dari berbagai rute. Salah satunya, jika beranjak dari Kota Kendari, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara, Anda bisa melalui jalan darat sekitar 1 jam menuju daerah Toli-Toli Kabupaten Konawe. Dari Toli-Toli, lanjutkan perjalanan dengan kapal kurang lebih tiga jam perjalanan untuk tiba di Pulau Labengki.

Kota Antik di Tengah Gurun, Spektakuler Saat Malam

Petra di malam hari (Foto: travel.roro44)

Petra di malam hari (Foto: travel.roro44)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/09/24/544/871295/kota-antik-di-tengah-gurun-spektakuler-saat-malam

Petra, Yordania 

Petra adalah sebuah situs arkeologikal di Yordania, terletak di dataran rendah di antara gunung-gunung yang membentuk sayap timur Wadi Araba, lembah besar yang berawal dari Laut Mati sampai Teluk Aqaba. Petra adalah reruntuhan kota tua di Yordania, yang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1985.

Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding batu di Yordania. Petra berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘batu’. Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan. Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari batu-batu di Wadi Araba, sebuah lembah bercadas di Yordania. Kota ini didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter.

Petra merupakan Ibu Kota Kerajaan Nabatean. Didirikan sembilan tahun sebelum Masehi sampai dengan tahun ke-40 M oleh Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam, seperti badai pasir.

Suku Nabatean membangun Petra dengan sistem pengairan yang luar biasa rumit. Terdapat terowongan air dan bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota sehingga mencegah banjir mendadak. Mereka juga memiliki teknologi hidrolik untuk mengangkat air.

Sudah banyak sekali turis yang datang ke Petra dan mengabadikannya dalam potret. Untuk gambar lebih spektakuler, kunjungi Petra di malam hari dan abadikan kota dinding ini dengan kamera tanpa flash.

Heboh Sosok Manusia di Permukaan Merkurius

detail berita

CALIFORNIA – Badan antariksa NASA baru-baru ini merilis sebuah gambar unik yang memperlihatkan sosok manusia yang tampak berbaring di permukaan Merkurius. Ditangkap melalui satelit atau pesawat luar angkasa yang mengorbit Merkurius, sosok pria tersebut tergeletak di antara kawah-kawah kecil Merkurius.

Dilansir Softpedia, namun, sosok misterius yang disandingkan dengan gambar Han Solo, tokoh jagoan Star Wars ini rupanya hanya lelucon yang dibuat NASA. Sekali-kali, NASA memutuskan untuk menghibur orang-orang dengan merilis gambar aneh.

Sekilas objek di permukaan Merkurius itu tampak menyerupai tokoh Star Wars, Han Solo pada saat ia membeku di Carbonite. “Permukaan Merkurius bisa mengeluarkan segala macam kejutan,” ungkap NASA.

NASA mengatakan, dalam gambar ini, bagian permukaan cekungan planet terdekat Matahari ini seolah memperlihatkan sosok yang terbungkus dengan Carbonite. Objek yang pernah diabadikan pada Juli 2011 ini ditangkap oleh pesawat luar angkasa yang mengorbit Merkurius.

Pada Oktober 2012, muncul informasi yang mengungkap keunikan pada permukaan Merkurius. Para ilmuwan yang sedang mengerjakan misi NASA Messenger di Merkurius menemukan kawah yang terlihat mirip monster kue kering (cookie).

Kawah itu menjadi mirip monster karena memiliki dua kawah lebih kecil di atasnya yang tampak menyerupai mata. Para ilmuwan mengunggah foto kawah tersebut di halaman Flickr NASA Goddard Space Flight Center. (ahl)

Parfum Ini Buat Wangi Tubuh Anda Seperti Aroma Roti Baru Matang

Jakarta – Aroma parfum kini tidak hanya seputar wangi bunga atau buah. Belakangan, industri wewangian berkembang dengan menciptakan aroma-aroma yang unik dan aneh.

Kini, dirilis parfum unik lainnya, yakni beraroma roti. Parfum tidak biasa ini mengandung aroma dasar ragi yang dicampur dengan caramel, sehingga menjadikan aroma seperti roti yang baru matang.

Parfum bernama Eau de Toast itu dirilis oleh persatuan pengusaha di Inggris. Parfum unik ini menjadi ‘alat’ kampanye untuk memerangi orang-orang diet karbohidrat yang sama sekali tidak makan roti.

Parfum terbatas tersebut dikirim ke model dan selebriti-selebriti yang datang ke pagelaran London Fashion Week. Diketahui para model dan seleb paling merupakan kalangan yang paling sering melakukan diet untuk menguruskan tubuh.

“Parfum edisi terbatas ini diciptakan oleh The Federation of Bakers yang menentang untuk diet roti. Dengan hanya 80 kalori untuk satu roti, memenuhi setidaknya 10 persen dari asupan harian orang dewasa seperti protein, serat, kalsium, zat besi, tembaga, dan zinc,” ujar juru bicara melalui websitenya, seperti dikutip NY Post.

Aneh Tapi Nyata, Kafe di Dubai Sajikan Teh Emas 22 Karat

Jakarta – Minum segelas teh hitam, hijau, atau putih di restoran tentunya sudah biasa. Bagaimana jika teh yang Anda minum terbuat dari emas?

Terdengar aneh tapi nyata. Tapi kini Anda bisa menikmati secangkir teh emas 22 karat di Mocca Art Cafe, di Dubai. Unik!

“Kami memperkenalkannya sekitar dua pekan lalu,” ungkap Ashraf Mahran, pendiri kafe, seperti dikutip dari Gulfnews.

Pria 32 tahun itu tertarik menyajikan teh emas di kafenya setelah mencicipi teh tersebut di sebuah hotel di Inggris. “Pada dasarnya kami menggunakan daun teh berlapis emas yang dapat dimakan dan disetujui pihak berwenang,” tambah pria asal Mesir itu.

Untuk mendapatkan daun teh itu ternyata cukup rumit. Daun teh itu dipetik dari Ceylon, kemudian dikirim ke Jerman untuk dilapisi emas 22 karat. Setelah itu, teh tersebut dikirim ke Maroko untuk diberi tambahan bumbu.

Mahran mengatakan bahwa teh emas itu sangat populer di kalangan emirat, western, dan expat. Teh unik itu pun dihargai 55 dirham atau sekitar Rp 171 ribuan.

“Teh emas sangat umum di China, India dan West, tapi ini adalah coffee shop pertama yang menyediakan ini. Rasanya sangat berbeda dan teh ini bermanfaat bagi kesehatan karena membuat relaks,” tutup Mahran.