Ini Dia 9 Ekowisata Terbaik se-Indonesia

Desa Wisata Penglipuran (Foto: wisatabaliaga)

Desa Wisata Penglipuran (Foto: wisatabaliaga)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/09/28/407/873283/ini-dia-9-ekowisata-terbaik-se-indonesia

JAKARTA – 27 September diperingati sebagai Hari Pariwisata Dunia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memperingatinya dengan pemberian penghargaan Citra Pesona Wisata (Cipta) Award 2013 yang memilih sembilan tempat wisata berbasis lingkungan (ekowisata) terbaik di Indonesia.

Cipta Award 2013 menjadi penyelengaraan keempat sebagai ajang apresiasi dan motivasi kepada para pengelola daya tarik wisata di Indonesia untuk konsisten menerapkan aspek-aspek lingkungan. Penganugerahan Cipta Award diharapkan memberi nilai positif terhadap perkembangan daya tarik wisata di seluruh wilayah Indonesia serta menjadi barometer bagi para pengelola daya tarik wisata untuk mengetahui tingkat keberhasilan masing-masing dalam mengimplementasikan prinsip pengelolaan berwawasan lingkungan.

“Bagi pemenang, ini tentu bentuk apresiasi atas apa yang dicapai sekaligus kebangaan, dan untuk yang belum mendapat penghargaan, terus perbaiki dengan screening process, kami akan berikan bantukan dan pendampingan,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam sambutan Cipta Award 2013 di Shangri-La Hotel, Jakarta.

“Dari 12 daya tarik wisata yang pernah mendapatkan penghargaan, rata-rata baru ngeh bahwa mereka tidak hanya mendapatkan plakat, tapi mereka bangga karena meraih pengakuan dari pusat,” ujarnya.

Mari mencontohkan, kebangaan itu ditunjukkan Rinjani Trek dan Pulau Mojo yang masing-masing telah tiga kali mendapatkan penghargaan, pengelola wisatanya memajang plakat itu di tempat mereka.

Tahun ini, Kemenparekraf menerima 114 daya tarik wisata dari 27 provinsi. Setelah dilakukan penyaringan, terpilihlah 41 daya tarik wisata kemudian penilaian digelar tim juri hingga 27 daya tarik wisata dinilai layak mendapatkan penilaian lapangan, di antaranya Ulun Danu Bratan, Taman Wisata Alam Kawah Ijen, Gelombang Bono, Agowisata Hutan Mangrove Lagoi, Bali Adventure Rafting, Sekar Bumi Farm, Taman Laut Pulau Rubiah, Pulau Kakaban, Batu Kapal Elomel Sathean, Kawasan Percandian Muaro Jambi, Lawang Sewu, Benteng Vredeburg, Neka Art, Museum Batik Danar Hadi, The Blanco Renaissance Museum, Londa, Desa Wisata Penglipuran, Desa Wisata Gubugklakah, Owabong, Taman Kyai Langgeng, Taman Satwa Kandi, Jawa Timur Park I, The Amazing Umang Island Resort, Bugis Water Park, Kampung Sampireun, Kri-Sorido Eco Resort, serta Anai Golf and Mountain Resort.

Penghargaan selanjutnya terbagi atas tiga kategori, yakni pengelolaan daya tarik wisata alam berwawasan lingkungan, pengelolaan daya tarik wisata budaya berwawasan lingkungan, dan pengelolaan daya tarik wisata buatan berwawasan lingkungan, masing-masing dikelola oleh pemerintah, pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD; BUMS; dan LSM, masyarakat, dan perorangan. Dan, dari 27 daya tarik wisata yang melewati penilaian kelayakan lapangan, 9 di antaranya menjadi pemenang sebagai berikut:

1. Ulun Danu Bratan, Bali
2. Agowisata Hutan Mangrove Lagoi, Kepulauan Riau
3. Pulau Kakaban, Kalimantan Timur
4. Benteng Vredeburg, Yogyakarta
5. The Blanco Renaissance Museum, Bali
6. Desa Wisata Penglipuran, Bali
7. Owabong, Jawa Tengah
8. Kampung Sampireun, Jawa Barat
9. Jawa Timur Park I, Jawa Timur

“Untuk yang belum mendapatkan tentu akan termotivasi mengelola daya tarik wisatanya secara suistanable,” tandas Mari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s