Promosi Kuliner Indonesia Kelas Pertama di Ketinggian

detail berita

Kambing saus lula khas Makassar di first class Garuda Indonesia (Foto: Fitri/Okezone)

Source for the news comes from: http://www.okefood.com/read/2013/09/27/299/873041/promosi-kuliner-indonesia-kelas-pertama-di-ketinggian

KULINER Indonesia dipromosikan dalam berbagai ajang, dalam dan luar negeri. Yang juga tidak terlewatkan adalah di udara, seperti penerbangan first class Garuda Indonesia.

Seperti apa hidangan kelas pertama Garuda Indonesia? Okefood coba menguliknya lewat Asep Ginanjar, Menu Development Chef Garuda Indonesia, dan Irwan Lander, Chef on Board First Class Garuda Indonesia.

Dikatakan Irwan, hidangan first class Garuda Indonesia terdiri atas masakan Indonesia dan Jepang untuk penerbangan Asia, hidangan Western untuk penerbangan ke Eropa, serta masakan Timur Tengah untuk penerbangan ke Jeddah. Menu favorit penerbangan akan bergantung pada rutenya. Sebagai contoh rute Jakarta-Jepang, maka masakan Jepang difavoritkan sebagian besar penumpangnya yang asal Jepang. Juga, rute ke Sidney, maka makanan Eropa lebih disukai.

“Bahkan, ada yang komentar bahwa makanan Jepang yang kita sajikan lebih bagus daripada maskapai nasional mereka, dari rasa dan penampilannya,” kata Irwan kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, sebagian penumpang juga penasaran menjajal masakan Indonesia. Bukan rendang, karena kebetulan Garuda Indonesia tidak menyajikannya. Ada sop buntut dan ayam cincane khas Kalimantan yang cukup terkenal bagi penumpang. Lainnya ada tekwan, sate lilit, sate ayam, sate daging, bubur ayam, nasi goreng, kambing saus lula khas Makassar, lontong sayur, wedang jahe, es campur, dan sebagainya.

“Makanan yang kita angkat cukup bersahabat dengan orang asing, bahkan tidak ada yang pedas sama sekali,” ujarnya.

Karena disuguhkan untuk penumpang kelas pertama, Garuda Indonesia memakai bahan-bahan berkualitas yang sebagian besarnya diimpor, seperti daging sapi wagyu, kaviar, wine, minyak zaitun,baby abalone, dan sebagainya. “Makanan yang kami sajikan plating-nya fantastis untuk di udara, orang pasti tidak akan menyangka bahwa semuanya dikerjakan di atas. Pilihan menunya juga tergolong sangat lengkap,” tandasnya.

Ditambahkan Asep, kuliner Indonesia yang dihidangkan tetap dijaga keautentikan rasanya. Bahkan, juru masak dari negara-negara yang menjadi tujuan Garuda Indonesia harus mengikuti pelatihan masak kuliner Indonesia di Jakarta.

“Sebisa mungkin mereka bisa mencapai taste lidah Indonesia, walaupun bukan orang Indonesia yang masak,” sahut Asep.

Menu-menu yang disuguhkan akan diganti secara berkala setiap empat bulan. Ada tim pengembangan yang khusus menyusun menu, mempresentasikan hidangan, hingga menghitung biaya dan harga yang pantas, serta memadukannya dengan menu a la carte yang sudah ada. Asep termasuk dalam tim tersebut. Dia menyebutkan bahwa chef on board turut dilibatkan untuk didengarkan masukannya karena mereka yang lebih intens berinteraksi dengan penumpang.

“Kami jaga original taste, dengan kualitas bahan yang sesuai ekspektasi dan apa yang sudah penumpang bayarkan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s