TomTato, Tomat dan Kentang Tumbuh dalam Satu Pohon!

thumbnail
Jakarta – Meski sama-sama berasal dari genus Solanum, tomat dan kentang dihasilkan oleh pohon yang berbeda. Tomat berbuah dari rantingnya, umbi kentang dari akanya. Namun, di Inggris, keduanya berada dalam satu pohon!
Perusahaan yang menjual tanaman secara online, Thompson & Morgan, menawarkan TomTato yang merupakan singkatan dari tomato (tomat) dan potato (kentang). Saat ditanam, TomTatotampak seperti pohon tomat biasa. Namun saat akarnya dicabut, muncullah kentang!

TomTato bisa menghasilkan lebih dari 500 buah tomat ceri dengan rasa manis dan agak tajam. Tomat dan kentangnyapun matang bersamaan. Namun, umur tanaman ini hanya satu musim. Di situsnya, TomTato dijual seharga £14.99 (Rp 279.000).

Mungkin Anda mengira bahwa tanaman unik tersebut adalah hasil rekayasa genetika. Ternyata bukan. Seperti dilansir The Independent (27/09/13), TomTato adalah hasil teknik reproduksi vegetatif buatan, yakni menyambung atau mengenten.

Tanaman tomat-kentang hasil menyambung sudah pernah ada di Inggris. Namun, menurut direktur hortikultural Thompson & Morgan Paul Hansord, inilah pertama kalinya tanaman tersebut sukses diproduksi secara komersil dan memiliki rasa enak.

“Kami telah melihat produk sejenis. Namun, setelah diperhatikan dengan saksama, kentangnya ditanam di pot yang sama dengan tomat. Sementara tanaman kami berada dalam satu pohon dan tak menghasilkan dedaunan kentang,” Hansord berkomentar.

Ia bercerita bahwa ide untuk menciptakan tanaman ini muncul 15 tahun lalu. Waktu itu ia sedang mengunjungi sebuah taman di Amerika Serikat, di mana seseorang menanam kentang di bawah tomat sebagai lelucon.

Menurut Hansord, TomTato sudah diuji coba selama beberapa tahun. “Hasil akhirnya jauh lebih unggul daripada yang saya harapkan: gugusan penuh tomat yang mengalahkan citarasa tomat di supermarket, serta hasil panen kentang yang banyak,” ujarnya.

Ternyata tak mudah menciptakan tanaman tomat dan kentang dengan hasil sebaik itu. Batang tomat dan kentang harus memiliki ketebalan sama agar teknik menyambung sukses. “Diperlukan keterampilan tingkat tinggi,” kata Hansord.

Seperti dilansir CBS News, produk sejenis dengan nama Potato Tom telah diluncurkan lebih awal di Selandia Baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s