Daily Archives: October 8, 2013

Starbucks Amerika Kini Tawarkan Gift Card dengan Huruf Braille

thumbnail
Jakarta – Sebagai perusahaan kopi global, Starbucks memiliki banyak pelanggan juga para penyandang tunanetra. Untuk memfasilitasi kebutuhan mereka, Starbucks menjual gift card dengan huruf braille tiap Oktober sejak tahun 2011 lalu.
Awalnya, gift card braille dibuat untuk memperingati bulan kesadaran pekerja disabilitas yang diperingati tiap Oktober. Setelah dua tahun berlalu, akhirnya Starbucks memutuskan untuk menjual gift card braille sepanjang tahun.

Kartu ini hadir dalam desain minimalis berwarna cokelat dengan tulisan ‘Starbucks’ dalam huruf braille. Dengan cara ini, pelanggan tunanetra diharapkan mampu membedakan kartu yang ada dalam dompet mereka secara mudah.

Dalam blog resminya, pihak Starbucks mengatakan, “Semangat inovasi mendorong kami untuk terus memberi inspirasi bersama solusi, seperti meningkatkan pengalaman bagi sebuah komunitas besar. Agar mudah dilihat, kami telah memperbesar ukuran huruf pada tulisan menu. Tak hanya itu, kami juga membuat menu dalam huruf Braille berukuran besar.”

Sebelumnya, pada Oktober 2011 seorang pelanggan Starbucks menceritakan bahwa anaknya yang tunanetra bisa membeli hot chocolate sendiri. Sang anak kemudian meminta agar gift card yang ia miliki bisa digunakan sepanjang tahun. Walau membutuhkan waktu hingga dua tahun, hal ini membuktikan bahwa pelanggan memiliki ‘suara’ berpengaruh yang didengar pihak Starbucks.

Advertisements

20 Tahun Lagi, Orang yang Sudah Mati Bisa Dihidupkan Keesokannya

Jakarta, Tanpa jampi-jampi atau mantra sihir, seorang dokter bisa mengembalikan nyawa pasien yang sudah dinyatakan meninggal. Teknik ini disebut dengan teknik resusitasi. Bahkan salah seorang ahli mengatakan, pasien yang sudah tak bernyawa mungkin bisa dihidupkan lagi keesokannya.

Tak banyak dokter yang memiliki spesialisasi dalam hal resusitasi. Salah satunya adalah dr Sam Parnia yang telah menulis buku berjudul ‘Eerasing Death’. Dalam bukunya itu, dia menjelaskan bahwa teknik resusitasi akan mencapai puncaknya dalam 20 tahun ke depan.

“Dengan pengobatan saat ini, kita bisa membuat orang hidup kembali dalam waktu 1 atau mungkin 2 jam, kadang-kadang bahkan lebih lama setelah jantungnya berhenti berdetak dan mati akibat gagalnya peredaran darah. Di masa depan, kita mungkin akan lebih baik lagi dalam membalikkan kematian,” katanya seperti dilansir Fox News, Kamis (1/8/2013).

Bahkan dr Sam menyebutkan, mungkin dalam 20 tahun mendatang, ilmu kedokteran dapat mengembalikan orang yang sudah 12 jam atau bahkan 24 jam setelah dinyatakan meninggal. Saat ini, rata-rata pasien serangan jantung yang berhasil diresusitasi di AS adalah 18 persen, sedangkan di Inggris 16 persen.

Namun di tangan dr Parnia yang berpraktik di New York, kemungkinan pasien yang berhasil diresusitasi olehnya sekitar 33 – 38 persen. Walau tidak seluruhnya, kebanyakan pasien yang berhasil diselamatkan tersebut tidak mengalami kerusakan saraf sama sekali.

“Anda bisa menyebut itu ‘kebangkitan’ jika Anda mau. Tapi aku masih menyebutnya ilmu pengetahuan resusitasi,” katanya.

Lebih lanjut lagi, dr Parnia mengatakan bahwa kebanyakan dokter keliru memahami bahwa otak akan menderita kerusakan besar karena kekurangan oksigen dalam waktu 3 – 5 menit setelah jantung berhenti berdenyut. Sedangkan penelitian menemukan bahwa sel-sel otak dapat hidup selama berjam-jam setelah kematian.

“Pesan saya, kematian yang biasanya kita lihat hari ini di tahun 2013 adalah kematian yang dapat dibalik,” katanya.

The Tikker, Jam yang Bisa Hitung Mundur Waktu Hidup yang Anda Harapkan

Jakarta, Masih ingatkah Anda dengan film ‘In Time’ yang dibintangi oleh Justin Timberlake dan Amanda Seyfried? Dalam film itu terdapat jam yang bisa menunjukkan waktu sisa hidup seseorang. Kini, di dunia nyata dibuat jam serupa yang diberi nama The Tikker. Saat jam lain berdetak maju, The Tikker justru berdetak mundur dan mendekati angka 0.

Dikutip dari News.com.au, jam ini sengaja dibuat dengan harapan bisa dimanfaatkan sebagai pengingat dan akan mendorong pemakainya untuk hidup lebih sehat dalam sebagian besar sisa waktu mereka.

Pencipta The Tikker, Fredrik Colting, menyatakan jam yang proses pembuatannya sudah mencapai tahap akhir ini terinspirasi oleh kematian kakeknya. Sebelumnya meninggal, sang kakek selalu memperhatikan waktu dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Fredrik ingin membuat orang lain juga bisa memanfaatkan waktu yang mereka miliki dengan hidup sehat, seperti yang dilakukan oleh sang kakek.

“Itu membuat saya berpikir tentang kematian dan kefanaan hidup. Saya menyadari bahwa tidak masalah kapan Anda meninggal, namun yang terpenting adalah apa yang telah Anda lakukan saat masih hidup,” ujar Fredrik.

Sebelum menggunakan jam ini, rencananya pembeli akan diminta untuk mengisi kuesioner yang berisi data pribadi, termasuk di antaranya usia dan kondisi kesehatan mereka. Dengan begitu, jam kemudian akan menghitung mundur usia harapan hidup mereka berdasarkan data yang diisi.

“Kami percaya peningkatan kesadaran akan tiba kematian akan membantu kita membuat perubahan besar yang lebih baik pada kehidupan yang ada,” ungkap pencipta website See Your Folks, yang merupakan website resmi peluncuran The Tikker.

Unik, Ada Dewa Motor di India dengan Kisah Mistis

Motor ‘keramat’ yang kini jadi altar di Jodhpur, India (Atlas Obscura)

Jodhpur – Jodphur di India memiliki sebuah altar Hindu dengan tiga keunikan sekaligus di mata wisatawan. Altar ini untuk menghormati dewa motor, dibangun di bekas lokasi kecelakaan motor, dan punya kisah mistik di baliknya.

Dewa motor? Anda tidak salah dengar. Om Banna the Motorcycle God atau warga Jodphur menyebutnya Bullet Baba. Mereka membangun atar Bullet Baba Shrine. Masyarakat setempat percaya, berdoa di kuil ini bisa mendapat perlindungan saat bepergian.

Altar ini dibangun di bekas lokasi kecelakaan motor. Pada altar itu, ada kotak kaca berisi motor Royal Enfield Bullet 350 cc. Ssst, ada kisah mistis di balik insiden tabrakan motor di lokasi itu.

Alkisah, pria bernama Om Singh Rathore sedang mengendarai motor dari Pali menuju Chotila. Ia sedang mabuk saat itu, sehingga tanpa sadar menabrak pohon di Kota Jodhpur.

Banyak cerita beredar di masyarakat setempat. Berdasarkan legenda, sesaat setelah kecelakaan polisi membawa motornya ke kantor polisi terdekat. Tapi secara misterius, motor itu kembali ke TKP esok paginya.

Tak sampai di situ, polisi kemudian mengosongkan tangki bensin dan merantainya. Esok paginya, rantai itu putus dan motor pun kembali ada di lokasi kecelakaan!

Serangkaian kejadian mistis itu akhirnya menjadikan motor itu dipindahkan ke lokasi kecelakaan secara permanen. Dilansir dari The Indian Express, sebuah altar pun dibangun kemudian. Motor ‘keramat’ itu sekarang dikelilingi kaca. Tiap hari, ratusan orang yang lewat membungkuk dan berdoa di depannya.

Peziarah membawa bunga dan sebotol liquor sebagai persembahan dan meminta berkah. Sementara itu, pohon tempat Rathore tabrakan juga masih berdiri di depan kuil. Sekarang pohon itu dikelilingi tali dan aneka sesaji.

Hindari Makan di Restoran, Berat Christina Aguilera Turun 22 Kg

Jakarta – Christina Aguilera kini tampil dengan figur tubuh yang lebih ramping. Bagaimana tidak, pelantun lagu ‘Your Body’ ini sukses menurunkan berat badannya sebanyak 22 kg.

Rahasianya? Selalu makan masakan rumah. Seorang sumber mengatakan, penyanyi berusia 32 tahun ini menghindari makan di restoran favoritnya demi menurunkan berat badannya, ditambah diet sehat dan olahraga.

“Sekali dia serius ingin turunkan berat badan, dia berhenti makan di luar. Mereka (Christina dan keluarga) jarang pergi makan di luar selama tiga bulan belakangan ini,” ungkap sumber, seperti dikutip Contact Music dari majalah Life & Style.

Penampilan baru Christina mendapat pujian dari Mark Burnett, produser The Voice Amerika. Ia mengatakan Christina kini memiliki tubuh yang bagus dan tampak seperti atlet profesional. “Dia kini sangat bahagia, bugar dan penuh energi. Dia terlihat menakjubkan,” tuturnya.

Ibu satu anak ini kini memiliki bobot 48 kg dan merasa dirinya lebih seksi daripada sebelumnya. Dalam wawancara televisi ‘The Tonight Show With Jay Leno’, ia berujar, “Dalam titik kehidupan saya sekarang, saya merasa paling seksi daripada sebelumnya. Kuncinya adalah seksi tanpa usaha. Saya tidak berusaha terlalu keras.”

Dalam proses penurunan berat badan, Christina mengaku menghindari cara-cara ekstrem dan tidak mau bobotnya berkurang secara drastis. Ia juga tidak mau terlalu keras berolahraga dan lebih memilih menghabiskan waktu luang bersama anaknya, Max Liron.

“Jika harus memilih antara olahraga dan bermain bersama anak, rasanya jawabannya sudah pasti (main dengan anak),” ucap Christina.

Pasangan Ini Menikah Setelah 20 Tahun Pacaran

Jakarta – Ada banyak pasangan yang sudah bertahun-tahun pacaran, tetapi memilih untuk putus karena berbagai macam alasan. Namun berbeda dengan Ted Parsons (98 tahun) dan Jean Reed (90 tahun).

Setelah 20 tahun menghabiskan waktu bersama sebagai sepasang kekasih, pasangan yang sudah berusia lanjut ini akhirnya meresmikan hubungan mereka. Keduanya menikah di Kingston Register Office.

Parsons dan Reed hampir saja memecahkan rekor dunia sebagai pengantin tertua. Rekor tersebut masih tetap dipegang oleh pasangan Lillian Hartley (95 tahun) dan Allan Marks (98 tahun), yang menikah di California, Maret lalu.

Berbicara tentang masa-masa pacaran, Parsons menjelaskan bahwa ia dan Reed biasa pergi berkencan. Namun, ia mengakui bahwa tak ada hal yang terlalu romantis karena ia dan Reed sama-sama sudah dewasa dan tua. Keduanya bertemu 20 tahun lalu ketika Parsons yang berprofesi sebagai pelukis mengunjungi rumah Reed di New Malden.

“Mungkin berbeda jika kami masih berusia 17 atau 18 tahun. Jika saya harus berlutut untuk melamarnya, mungkin saya butuh bantuan untuk berdiri lagi,” ungkap Parsons, seperti dikutip dari Daily Mail.

Saat menikah, mereka memilih upacara pernikahan yang sederhana. Kala itu Parsons mengenakan jas berwarna biru pucat. Ia dan reed berjalan bergandengan diiringi anak bungsunya, Andrew.

“Semua orang tak akan hidup abadi. Kebahagiaan di sisa usia adalah yang mereka inginkan,” ungkap Andrew.

Setelah menikah, pasangan ini berharap bisa menghabiskan waktu bersama dan lebih sering pergi keluar. Parsons dan Reed juga berencana ingin berbulan madu ke pantai.

“Saya sangat mencintainya. Ini dimulai dari persahabatan, lalu rasa itu berkembang menjadi cinta. Saya akan menjaga Reed selama sisa hidupnya, dan ia juga menjaga saya,” tutup Parsons

Produk Cokelat Terbaru Ini Mengandung Zat yang Bisa Menyehatkan Jantung


Jakarta – Cokelat kini bukan hanya menjadi penganan yang memanjakan lidah, terutama bagi pencinta rasa manis. Sebuah perusahaan cokelat asal Swiss telah mengembangkan produk terbaru yang tidak hanya enak tapi juga menyehatkan jantung.

Perusahaan Barry Callebaut berhasil menciptakan produk cokelat yang mengandung senyawa kimia berasal dari tanaman, yaitu flavanols. Beberapa tes menunjukkan kalau zat tersebut bisa meningkatkan elastisitas pembuluh darah hingga 2 persen, sehingga membuat aliran darah lebih lancar. Hal tersebut dapat mengurangi risiko gangguan kardiovaskular seperti penyakit jantung dan serangan jantung hingga 8 persen.

Biji cokelat alami sebenarnya sudah kaya akan flavanols, tapi sebagian besar kandungannya hilang saat proses pembuatan penganan cokelat sehingga khasiatnya tidak lagi didapatkan saat dikonsumsi. Tapi manufaktur cokelat ini telah menemukan teknik untuk memproses cokelat agar kandungan flavanolsnya tetap terjaga.

Juru bicara Barry Callebaut, Marijke De Brouwer mengatakan seperti dilansir Daily Mail, “Bukan menambahkan nutrisi buatan atau zat sintetis, tapi mempertahankan zat alami yang sudah ada di dalam cokelat.”

Kehadiran Acticoa rupanya sudah dinanti-nanti. Konferensi Chocolate Industry Network telah mendengar kabar bahwa permintaan akan produk cokelat terbaru ini cukup tinggi. European Comission pun telah memberikan izin bagi Barry Callebaut untuk mendapatkan klaim kesehatan untuk Acticoa.

Namun efektivitas Acticoa untuk mencegah penyakit jantung masih diragukan oleh Angus Kennedy dari Kennedy’s Confection, majalah yang khusus mengulas tentang perusahaan produsen cokelat dan permen. Menurutnya, belum tentu masyarakat akan langsung menerima sesuatu yang seharusnya jadi camilan enak menjadi makanan kesehatan.

“Kita harus selalu ingat bahwa penganan cokelat 50 persennya adalah gula dan 50 persennya lagi lemak. Jika Anda ingin meningkatkan peredaran darah, mungkin seharusnya Anda jogging atau jalan-jalan di taman,” ujar Angus.

Terlepas dari itu, mengonsumsi cokelat sebagai camilan bukanlah sesuatu yang buruk. Asalkan tidak berlebihan dan produk cokelat yang dimakan masih mengandung 50-70 persen bubuk atau biji kakao. Selain baik untuk jantung, sejumlah studi menunjukkan kalau Acticoa juga membantu mencegah munculnya kerutan pada wajah dan menajamkan otak.

Barry Callebaut sendiri merupakan perusahaan penghasil cokelat terbesar di dunia. Sebanyak 1,4 juta ton cokelat diproduksi Barry Callebaut setiap tahunnya. Perusahaan yang berdiri pada 1996 ini menyuplai cokelat untuk beberapa produsen confectionary ternama seperti Cadbury dan Thorntons, juga sejumlah cafe dan restoran.