Category Archives: Hotel Industry

ASEAN Tourism Forum (ATF) 2015

(Photo: Courtesy of Hotelier Indonesia)

Source for the news comes from: http://hotelier-indonesia.com/asean-tourism-forum-atf-2015/

Strong support for 34th ASEAN Tourism Forum to be hosted in Myanmar next year

16 September 2014 – Industry response for next year’s ASEAN Tourism Forum (ATF) has been positive, with over 350 TRAVEX (travel exchange) booths contracted and some 550 applications for the Hosted Buyers Programme. The TRAVEX sellers, made up of suppliers of ASEAN travel and tourism products and services, come from the 10 member nations of ASEAN – Brunei Darussalam, Cambodia, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Philippines, Singapore, Thailand and Vietnam – and together will take up 8,000 square metres of space.

ATF aims to promoting ASEAN as a single destination and hosting of the event is rotated among the member countries each year. Participation from host country Myanmar is at an all-time high. U Phyoe Wai Yar Zar, Chairman of Myanmar Tourism Marketing (MTM), said,

“The local hoteliers, tour operators and other players in the industry are very much looking forward to next year’s event, this being the first time that ATF is coming to Myanmar. It will be our opportunity to share our country’s rich history and culture with the rest of the world.”

MTM is a non-governmental, non-political and non-profit organization that functions as the marketing arm of Myanmar Tourism Federation, under the guidance of the Ministry of Hotels & Tourism of the Republic of the Union of Myanmar.

Accor, the world’s leading hotel operator and market leader in Europe and Asia Pacific, which is participating in ATF 2015 as a TRAVEX seller, is optimistic about Myanmar’s tourism future. Mr Philippe Battle, Accor’s Area General Manager for Myanmar, said, “Myanmar is a promising market and a new frontier for us in Asia. We have one hotel open in Myanmar – MGallery The Lake Garden Nay Pyi Taw, and a Novotel resort in Inle Lake scheduled to open by October 2014, followed by a Novotel hotel in Yangon. Next year’s ATF in Myanmar will help showcase the country’s potential and we are confident that we will see a rapid growth in bookings in the years to come.”

Backed by major companies

Local Myanmar conglomerates have also shown strong support for ATF 2015. To-date, the organizing committee has secured sponsorship from private banks, multi-industry conglomerates and Myanmar’s newest international and domestic airline.

. Official Bank Partner : C B Bank

. Official Tourism Partners : KBZ Group, Htoo Group, Max Hotels Group

. Supporting Airline : Golden Myanmar Airlines

The signing ceremony between representatives of the sponsors and organizer of ATF 2015 took place at Royal Ace Hotel in Nay Pyi Taw earlier today. Said U Thein Htwe, Vice Chairman of C B Bank, “It is an exciting time for Myanmar, and for our local tourism industry. We are delighted to be a part of it by supporting ATF as its exclusive official bank partner.”

U Khin Aung Htun, Joint Secretary of Myanmar Tourism Federation, the organizer of ATF 2015, said, “We are very pleased to have the backing of the local private sector companies for ATF and are confident that together with the support of the Myanmar government and all other industry players, ATF 2015 will be a highly successful event and a milestone for our country.”

In addition, Cable News Network (CNN) has confirmed their support for ATF 2015 as its Official Broadcast Media and will jointly promote the event with the organizer. CNN will also host a luncheon for the tourism ministers and heads of National Tourism Organizations (NTOs) of ASEAN and other Asian countries during ATF 2015.

International standard MICE venue

The official venue for ATF 2015 has been confirmed as Myanmar International Convention Centre (MICC) 1. The key components of the official ATF 2015 programme, such as TRAVEX and ASEAN Tourism Conference, will be held at the newly completed 60,000 square metre exhibition and convention centre. The venue has hosted numerous national level meetings and international business events, including the recently concluded 24th ASEAN Summit.

Themed ‘ASEAN – Tourism Towards Peace, Prosperity and Partnership’, ATF 2015 will be held from 22 to 29 January in Nay Pyi Taw, Myanmar. It is hosted by the Ministry of Hotels and Tourism of the Republic of the Union of Myanmar, organised by Myanmar Tourism Federation and managed by MP Singapore and Myanmar Ventures Group. Limited exhibition space is available and those keen to participate are advised to apply online (www.atf-2015.com) as soon as possible. Application for the Hosted Buyer and Media Programmes will close on 15 October.

– See more at: http://hotelier-indonesia.com/asean-tourism-forum-atf-2015/#sthash.YJJp8HuS.dpuf

TripAdvisor Akan Hapus Komentar Buruk Wisatawan, Asalkan…

(Foto: Telegraph)

(Foto: Telegraph)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/09/09/407/862837/tripadvisor-akan-hapus-komentar-buruk-wisatawan-asalkan

SITUS tinjauan wisata TripAdvisor memiliki kebijakan baru, yaitu menghapus tinjauan buruk dari konsumennya pada hotel-hotel tertentu. Asalkan, hotel tersebut dapat memperbaiki reputasinya.

Pemilik hotel seringkali mengeluhkan bahwa tinjauan buruk pada situs TripAdvisor bisa berdampak tidak baik pada bisnis mereka. Akhirnya, TripAdvisor setuju menghapuskan komentar-komentar buruk di situs mereka terhadap hotel-hotel tersebut, dengan harapan menjadi kesempatan kedua bagi manajemen hotel untuk memperbaiki diri.

“Setiap hotel yang terdaftar dalam TripAdvisor telah melakukan renovasi atau perubahan sehingga mereka berkesempatan menarik wisatawan lagi, asalkan semua komentar buruknya dihapus,” kata juru bicara TripAdvisor, seperti dikutip dari Telegraph.

Namun, sebuah perusahaan manajemen risiko hotel menyarankan komentar buruk tersebut hanya boleh dihapus bila memang pihak hotel telah terbukti memperbaiki diri.

“Hotel mungkin saja menghabiskan banyak uang untuk renovasi, namun tidak lantas menyelesaikan masalah yang dikeluhkan pengunjung,” kata Steve Tate dari CheckSafetyFirst,sebuah situs yang menangani keluhan tamu terhadap hotel.

Karena itu, menurutnya, TripAdvisor seharusnya menghapuskan komentar buruk tersebut bila sudah ada bukti konkret perubahan dari hotel terkait.

Donald Trump Sulap Kantor Pos Jadi Hotel Termewah di AS

Kantor Pos Tua di Washington D.C, Amerika Serikat (Foto: inthecapital)

Kantor Pos Tua di Washington D.C, Amerika Serikat (Foto: inthecapital)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/09/11/407/864578/donald-trump-sulap-kantor-pos-jadi-hotel-termewah-di-as

WASHINGTON – Miliuner Amerika Serikat, Donald Trump, dan putrinya, Ivanka Trump, berencana membangun sebuah hotel mewah. Hotel ini merupakan gubahan kantor pos tua di Washington D.C.

Kantor pos tua tersebut sejatinya merupakan bangunan milik National Register of Historic Places, dan Trump telah membeli lisensinya. Ia berjanji akan tetap mempertahankan bagian luar kantor pos yang dilindungi, dan hanya mengubah sedikit bangunan tua itu.

Hotel mewah ini rencananya akan memiliki fasilitas spa, restoran, ruang pertemuan, atrium yang besar, sebuah lobi, serta 270 kamar tamu yang setidaknya bertarif USD700 (sekira Rp7 juta) per malamnya. Bahkan kabarnya, jendela hotel ini akan dibuat antipeluru!

“Bangunan kantor pos ini begitu menakjubkan, dan sebuah aset yang baik. Kami akan membangun sesuatu darinya, bukan menghancurkannya,” kata Ivanka Trump, seperti dikutip dari WashingtonPost.

Hotel ini rencananya akan selesai dibangun pada 2015. Diyakini, hotel ini akan menjadi hotel termewah di Amerika Serikat.

Di Hotel Ini, Bos yang Melayani Karyawannya

Aston Primera Pasteur Bandung (Foto: jakartajive)

Aston Primera Pasteur Bandung (Foto: jakartajive)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/10/11/407/880150/di-hotel-ini-bos-yang-melayani-karyawannya

BANDUNG – Ada yang unik di Hotel Aston Primera Pasteur beberapa waktu lalu. Saat itu, para bos menjadi ‘pelayan’ dadakan bagi karyawannya. Kok bisa?

Hal ini sehubungan dengan adanya Employee Recognition Day di Aston Primera Pasteur. Hari tersebut didedikasikan untuk penghargaan terhadap karyawan sebagai tanda terimakasih pada kontribusi mereka.

Pada Employee Recognition Day kali ini, Manajemen Aston Primera Pasteur mengadakan kejutan menarik bagi para karyawannya sebagai salah satu bentuk penghargaan terhadap kontribusi karyawan. Pada Selasa, 8 Oktober 2013 Employee Dining Room Aston Primera Pasteur disulap dan didekorasi sedemikian rupa dengan menampilkan foto-foto karyawan beserta kegiatan dan penghargaan selama Hotel ini berdiri dalam bentuk photo collage di dinding. Lampu café ditempatkan disetiap meja, dan ada mini stagedengan penampilan live music.  

Yang lebih seru lagi yang melayani karyawan makan adalah para Department Heads. Selain menjadi pelayan, para bos-bos pun ikut membereskan piring-piring bekas makan karyawan yang biasanya dilakukan sendiri oleh para karyawan. Tak luput yang mencuci piring dan menyapu kantin karyawan ini pun para atasannya.

Manajemen mengharapkan dengan diadakannya Employee Recognition Day ini dapat mengekspresikan penghargaan terhadap karyawan dan meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Selain Itu membuat mereka merasa seolah-olah berkontribusi terhadap sesuatu yang lebih besar daripada diri mereka sendiri, dan bahwa kerja dan kehadiran mereka dihargai oleh manajemen.

“Semoga dengan rutin diadakannya Employee Recognition Day ini dapat meningkatkan produktivitas dan menciptakan budaya perusahaan yang positif,” kata Iwan Rismawardani, General Manager Aston Primera Pasteur dalam keterangan persnya pada Okezone.

Aston Primera Pasteur terletak di daerah Jalan Pasteur yang tidak jauh dari gerbang tol Cipularang – Purbaleunyi. Hanya dibutuhkan kurang lebih 10 menit dari Bandara Husein Sastranegara, 15 menit dari Stasiun Kereta Api Bandung dan 10 menit dari pusat perbelanjaan dan kuliner terdekat.

Bukan Tak Ada Sinyal, Tapi Tak Boleh Gunakan Gadget

Four Season Kosta Rika (Foto: HuffingtonPost)

Four Season Kosta Rika (Foto: HuffingtonPost)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/stories/2013/09/27/544/873154/bukan-tak-ada-sinyal-tapi-tak-boleh-gunakan-gadget

Four Season Kosta Rika 

Yang satu ini bukan hanya tak hanya ada sinyal, tapi Anda tidak boleh menggunakan gadget sama sekali agar bisa menikmati liburan dengan maksimal.

Salah satu resor milik Four Season yang berada di Peninsuka Papagayo, Kosta Rika merupakan tempat menginap yang menyediakan layanan istimewa kepada para tamu. “Disconnect to Reconnect” merupakan salah satu program liburan tanpa gadget yang ditawarkan resor ini.

Para tamu dapat memilih layanan ini secara cuma-cuma. Syaratnya pun cukup mudah, para tamu hanya diwajibkan untuk mengumpulkan seluruh gadget yang mereka miliki saat check in. barang-barang elektronik yang dikumpulkan tersebut akan diberikan perawatan cuma-cuma oleh pihak resor. iPhone Anda akan diberikan case khusus yang bertemakan alam.

Tak hanya gadget Anda saja yang diberi perawatan agar lebih menyatu dengan alam, tentu para tamu pun diberikan layanan yang sama. Setiap tamu akan mendapatkan sebuah buku panduan berisi 24 hal yang dapat dilakukan tanpa gadget. Isinya meliputi berbagai hal yang dapat dilakukan di sekitar resor seperti spa, yoga, paddleboarding, dan berbagai fasilitas lain yang memang disediakan Four Season Resort.

Tarif Hotel Termurah, Kamboja Pilihan Terbaik Backpacker Eropa

Angkor Wat, Kamboja (Foto: Telegraph)

Ternyata, meski nilai rupiah sedang melemah, Indonesia masih cukup mahal bagi kalanganbackpacker. Kamboja dengan Angkor Wat-nya justru menjadi destinasi terbaik untuk para wisatawan bujet dari Eropa.

Kamboja adalah destinasi termurah untuk backpacker seluruh dunia, demikian hasil riset dariHotels.com. Harga akomodasi lima malam di Phnom Penh, Kamboja, sama dengan harga satu malam menginap di Rio de Janeiro, Brasil.

Rata-rata tarif kamar hotel di Phnom Penh pada semester pertama 2013 hanyalah Rp642 ribu. Tak hanya Kamboja, hampir seluruh Asia Tenggara turun tarif akomodasinya dalam enam bulan pertama 2013.

Tampaknya, Kamboja harus bersiap dikunjungi wisatawan backpacker asal Eropa dan Australia yang biasanya melakukan pelesir jelang akhir tahun. “Tidak mengherankan bila negara-negara di Asia Tenggara murah, terutama untuk backpacker. Namun, harga yang ada saat ini justru menjadi lebih murah dari biasanya,” kata Kate Hopcraft dari Hotels.com, seperti dikutip dari Telegraph.

Berikut adalah 10 destinasi terbaik kalangan backpacker dilihat dari rata-rata harga akomodasinya per malam:

1. Phnom Penh, Kamboja (Rp642 ribu)
2. Hanoi, Vietnam (Rp752 ribu)
3. Chiang Mai, Thailand (Rp807 ribu)
4. Siem Reap, Kamboja (Rp825 ribu)
5. Pattaya, Thailand (Rp899 ribu)
6. Ho Chi Minh City, Vietnam (Rp1,1 juta)
7. Bangkok, Thailand (Rp1,15 juta)
8. Goa, India (Rp1,2)
9. Krabi, Thailand (Rp1,4 juta)
10. Phuket, Thailand (Ro1,43 juta)

Miso, Krim Keju, Natto, dan Kimchi Berpadu dalam Ramen Ini

thumbnail
Foto: RocketNews24
Jakarta – Meski menyehatkan, makanan yang difermentasi biasanya memiliki rasa atau bau yang menyengat. Bayangkan jika empat makanan hasil fermentasi, yakni miso, krim keju, natto, dan kimchi, dicampur dalam satu hidangan ramen. Akankah rasanya menjijikkan, atau justru unik dan lezat?

Di prefektur Iwate, Jepang, ada sebuah ramen instan dengan kemasan menarik. Di depannya tampak gambar kartun seorang wanita berpakaian pelayan. Tak hanya itu, namanya juga bikin penasaran, yakni Rare Cheese Kimchi Natto Ramen.

Di dalam kemasan ramen ini terdapat lembar cara pembuatan ramen serta empat bungkus bumbu. Yang pertama adalah miso yang rasanya agak asin sebagai bumbu dasar kuah. Miso terbuat dari fermentasi kacang kedelai.

Kedua, ada rare cheesecake atau fermentasi susu yang dikenal juga dengan nama krim keju. Biasanya rare cheesecake hanya digunakan untuk cheesecake bergaya Amerika Utara yang dijual di Jepang. Teksturnya sedikit berbeda, namun tetap memiliki rasa manis khas krim keju.

Ketiga, ada natto, kacang kedelai yang difermentasi dengan bakteri, bukan jamur seperti pada miso. Makanan ini terkenal akan baunya yang tak sedap serta teksturnya yang berlendir.

Terakhir adalah kimchi. Makanan khas Korea ini terbuat dari sayur yang difermentasi sehingga menghasilkan rasa pedas dan asam. Keempat bahan tadi tentu tak dihadirkan dalam bentuk aslinya, melainkan dijadikan bubuk agar lebih mudah dicampur dalam ramen instan.

Setelah jadi, saatnya ramen ini dicicipi. “Kata ‘menjijikkan’ langsung muncul di kepala, namun segera digantikan dengan ‘air kencing kucing yang sudah didiamkan setahun’,” tulis situs Jepang Rocket News 24 (18/09/13).

Saat pertama dicicipi, rasa manis kuat dari rare cheese memenuhi mulut namun segera disusul aftertaste natto dan kimchi yang menempel. Sulit rasanya menggerakan sumpit untuk menambah makan ramen ini lagi.

Parahnya, bukan cuma rasanya yang tertinggal. Setelah kegiatan memasak dan menyantap ramen selesai, bau aneh memenuhi ruangan untuk beberapa lama meski jendela dibuka.

Harga ramen inipun tak murah meski dijual dalam dua pak, yakni 1.200 yen (sekitar Rp 120.000). Kira-kira siapa ya yang mau membeli dan mencobanya?

Tren Wisata Baru, Kemping di Gedung Pencakar Langit

Pemandangan yang disajikan hotel di New York (Foto: SMH)

Pemandangan yang disajikan hotel di New York

NEW YORK – Di kota yang penuh gedung-gedung tingi, sulit sekali mencari tempat terbuka untuk melihat langit luas. Namun, tidak dengan Kota New York, Amerika Serikat, yang menawarkan pengalaman unik di tengah hutan beton.

New York yang penuh polusi udara, cahaya lampu dari gedung-gedung tinggi yang menjulang menghiasinya, tak habis akal memberikan alternatif bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu santai sambil melihat bintang. Sebuah jaringan hotel di kota ini menawarkan pengalaman kemping di atap gedung pencakar langit.

“Kami mencoba memberikan sesuatu yang berbeda, yang tidak mereka dapatkan di tempat lain,” kata Elana Friedman dari Jaringan Hotel Mewah AKA, yang menawarkan pengalaman kemping di atas gedung tinggi.

Dengan harga USD1.995 (sekira Rp20,5 juta), Hotel AKA menawarkan kamar outdoor di lantai 17 dengan fasilitas api unggun, camilan, dan teleskop raksasa untuk melihat bintang di tengah Kota New York. Tidak hanya hotel ini yang menawarkan pengalaman serupa.

“Tamu kami ingin merasakan bagaimana berwisata di luar ruangan, tanpa harus benar-benar pergi ke tengah hutan,” kata Susana Ramos, Marketing Manager Hotel Affinia Gardens, yang juga menawarkan wisata serupa.

Affinia Garden menawarkan tenda di sebuah teras di hotelnya di New York, dengan tarif mulai dari USD309-USD700 per malamnya. Fasilitas yang didapatkan tetap mewah, dengan sensasi seperti kemping.

Menginap di Hotel Balon Tarifnya Selangit!

Hotel Balon (foto: news)

Hotel Balon (foto: news)

PUNYA uang lebih dan ingin menikmati sensasi berbeda saat menginap di hotel? Anda dapat melakukannya di Denver, Amerika Serikat. Seorang seniman baru saja menciptakan karya unik.

Kamar hotel berbentuk balon ini dinamakan Lloyd in the Sky with Diamonds. Hotel ini melayang di udara setinggi tujuh meter dari tanah. Sungguh menakjubkan! Hotel ini memang sengaja dibuat sebagai salah satu program unik yang dimiliki grup Hilton.

Dengan membayar sewa kamar sebesar Rp564 juta, Anda akan mendapatkan sebuah kamar untuk menikmati pemandangan langit, sofa, dan sebuah kamar mandi kecil yang dilengkapi toilet, shower, dan wastafel.

Anda juga berhak mendapatkan layanan antar-jemput bandara menggunakan sebuah limosin, asisten pribadi yang akan membantu Anda belanja, kalung serta anting berlian yang dipersembahkan Tiffany, iPad mini, iPod, serta pesta bernuansa tahun 60-an yang dapat Anda rayakan bersama 100 teman lainnya.

Hotel yang diciptakan oleh seniman bernama Alex Schweder ini tidak akan hanya diam di satu tempat. Hotel ini akan berkeliling di sekitar Denver hingga 23 Agustus 2013 mendatang.

Hotel Tak Seimbang Siap Jadi Pemandangan Baru di Peru

Hotel tak Seimbang yang akan segera dibuka di Lima, Peru (Foto: Dailymail)

Hotel tak Seimbang yang akan segera dibuka di Lima, Peru
LIMA – Sebuah hotel baru akan segera dibangun di Peru. Konsep hotel itu unik, pasti akan menarik wisatawan penasaran untuk menginap. 

Hotel baru itu disebut ‘Hotel Tidak Seimbang’. Hotel tersebut akan dibangun di kota Lima, di tepi tebing dengan bentuk yang aneh, yaitu seperti bingkai foto. Hotel diharapkan dapat menjadi landmark baru Lima.

Tak hanya memiliki bentuk unik, hotel itu juga menawarkan pemandangan yang luar biasa. Berdiri di tepi tebing, Anda bisa melihat pemandangan luas Samudra Pasifik di satu sisi dan Pegunungan Andes yang megah di sisi lain. Lokasi hotel akan berada sedikit di luar kota.

“Bentuk hotel yang unik inilah yang memungkinkan wisatawan untuk melihat pemandangan indah Samudra Pasifik sekaligus Pegunungan Andes,” kata OOIIO, perancang hotel ini.

Rencananya, hotel ini akan memiliki 125 kamar, restoran dan ruang pameran. Belum diketahui kapan hotel tersebut akan dibuka.