Category Archives: Politic

Obama Tunjuk Robert Blake Jadi Duta Besar untuk Indonesia

Scot Marciel yang digantikan Robert Blake

Scot Marciel yang digantikan Robert Blake
 Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah menunjuk Robert Blake menjadi Duta Besar untuk Indonesia. Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk urusan Asia Selatan dan Tengah sejak Mei 2009 ini menggantikan Duta Besar Scot Marciel.
Sementara untuk pengganti Blake untuk urusan Asia Selatan dan Tengah, Obama menaruh Nisha Desai Biswal. Total ada enam posisi duta besar baru yang diumumkan Obama, Selasa 30 Juli 2013, kemarin, seperti dilansir Business Standard.

“Saya gembira para pribadi yang membanggakan ini telah memilih mendedikasikan bakat mereka untuk melayani rakyat Amerika di waktu yang penting untuk negara kita,” kata Obama. “Saya menunggu bekerjasama dengan mereka di bulan dan tahun-tahun yang akan datang.”

Blake merupakan diplomat karier. Dia pernah menjadi Duta Besar AS untuk Sri Lanka dan Maladewa antara 2006-2009. Sebelumnya lagi, Blake menjadi Deputy Chief of Mission di Kedutaan AS di New Delhi, antara 2003 sampai 2006.

Blake memiliki gelar sarjana dari Harvard College dan MA dari John Hopkins School of Advanced International Studies. Dia telah berkarier sebagai diplomat sejak 1985, mulai dari Kedutaan di Tunisia, Aljazair, Nigeria, Mesir sampai Turki.

SBY Doakan Mandela Lekas Sembuh

Nelson Mandela (Foto: AP)Nelson Mandela 


JAKARTA – Dunia terus mengawasi kondisi kesehatan mantan Presiden Afrika Selatan (Afsel) Nelson Mandela. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun ikut mengirim surat mendoakan Mandela cepat sembuh.

Mandela menjalani perawatan intensif sejak bulan lalu. Dia dilarikan ke rumah sakit setelah gangguan paru-paru yang telah lama dideritanya kembali kambuh.

“Bapak presiden telah mengirim surat pada Presiden Afsel Jacob Zuma,” ujar Direktur Bidang Afrika Kementerian Luar Negeri Indonesia Lasro Simbolon dalam perayaan Hari Internasional Nelson Mandela di Jakarta, Kamis (18/7/2013).

“Dia mewakili seluruh bangsa Indonesia mendoakan Mandela untuk lekas sembuh,” lanjut Lasro.

Duta Besar Afsel Noel N. Lehoko mengatakan, kondisi Mandela sudah stabil dan mulai merespons pengobatan. Sebelumnya, Mandela sempat dikabarkan dalam keadaan kritis.

Kamis 18 Juli ini merupakan hari ulang tahun Mandela ke-95. Lehoko menyebut warga Afsel senang masih dapat merayakan hari ulang tahun itu bersama Mandela.

“Kami tahu suatu saat nanti kami akan merayakan ulang tahun tanpanya,” tutur Lehoko.

PBB mencanangkan hari ulang tahun Mandela sebagai hari internasional. PBB mendorong warga dunia merayakan Hari Mandela dengan berbuat baik pada sesama.

Buka Puasa ala Dubes AS, Mulai dari Ketan Hitam Sampai Mendoan

Dubes Marciel (Foto: Runi/ Okezone)Dubes Marciel

JAKARTA – Rumah megah itu tampak ramai. Pengamanan yang ketat tak membuat suasana menjadi kaku, kesan akrab pun langsung terasa. Ya, itulah sekilas gambaran saat buka puasa bersama Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Scot Marciel.

Jamuan yang dihidangkan pun sesuai dengan lidah orang Indonesia, rendang, empal, ketan hitam untuk sajian berbuka, sampai tempe mendoan pun disajikan di rumah itu. Tamu yang hadir pun larut dalam suasana yang penuh keakraban tersebut.

Semua berbaur menjadi satu tanpa memandang status. Respons hangat saat berada di ruangan kediaman Wakil Dubes AS Kristen Bauer pun sangat terasa. Berbeda bila kita sedang berada di luar kediaman yang membuat “bulu kuduk merinding” karena terkesan angkuh.

Malam itu, Marciel mengadakan buka puasa bersama dengan beberapa aktivis-aktivis muda Indonesia, seperti dari KAMMI, PMII, HMI, dan KAHMI. Marciel juga mengundang para aktivis muda dari organisasi-organisasi, LSM dan institusi dari berbagai sektor maupun agama untuk berkumpul bersama.

Ya, Marciel akan mengakhiri masa jabatannya sebagai dubes AS di Indonesia. Dirinya pun bersilaturahmi dengan para aktivis muda dan sedikit berbagi cerita dengan mereka di sela buka puasa bersama tersebut.

“Saya senang berada di sini, dan ini merupakan hari terakhir saya puasa di Indonesia,” katanya, saat acara buka puasa bersama serta perpisahan Dubes AS, di Kediaman Wakil Dubes AS, Jakarta.

Ada tawa, ada sedih. Dirinya pun mengaku demikian. Sedih harus meninggalkan Indonesia yang telah memberinya banyak teman juga pengalaman. Tak hanya itu, bahkan dia menyebut jika masyarakat Indonesia sangat menyambut serta terbuka untuk dirinya dan keluarganya.

“Sedih, saya sudah punya banyak teman di sini dan sangat sulit mengucapkan selamat tinggal,” ujarnya singkat.

Kendati demikian, Marciel akan terus melanjutkan hubungan persahabatan antara kedua negara, walaupun dirinya sudah kembali ke kampung halamannya di California, AS.

“Tentu saja. Itu (hubungan persahabatan) sesuatu yang ingin dilakukan Presiden Obama dan pemerintahan kami secara keseluruhan. Saat saya nanti kembali ke Departemen Luar Negeri di Washington, saya masih akan menangani tentang Indonesia,” pungkasnya.

Tokoh Betawi: Jokowi Jangan Cuma Mikir Kepentingan Kelompok


JAKARTA – Tokoh masyarakat Betawi, Lutfi Hakim meminta Gubernur DKI Jakart, Joko Widodo tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi dan kelompoknya. Hal itu dikatakan Lutfi melihat geliat dukungan agar Joko Widodo maju sebagai calon presiden (capres).

“Dia punya tanggung jawab moral kepada pemilih. Masa nanti ditinggalkan hanya untuk keinginan dia dan kelompoknya. Artinya dia bukan pemimpin yang baik,” kata Luthfi

Luthfi mengaku sangat tidak setuju jika pria yang akrab disapa Jokowi itu maju sebagai calon presiden. Karena tugas dia sebagai Gubernur belum selesai. Dia mengingatkan bahwa  Jokowi punya tanggung jawab moral kepada masyarakat Ibu Kota yang sudah memilihnya menggantikan Fauzi Bowo, setahun lalu.

“Dia menyelesaikan tugasnya dulu sebagai Gubernur. Baru kemudian kalau mau jadi capres silakan,” terangnya.

Sebenarnya, lanjut dia, kesalahan sudah ada sejak awal kedatangan Jokowi ke Jakarta. Saat itu, dia masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, kemudian dibawa ke Jakarta untuk bertarung di Pilkada.

“Sekarang masyarakat ingin dia jadi presiden alternatif karena persoalan yang ada selama ini tidak bisa terselesaikan,” terangnya.

Menurutnya, kabar pencalonan Jokowi sebagai presiden hanya dagelan saja. Karena, sudah banyak kejenuhan di tengah masyarakat. “Makanya lebih baik bikin bahan tertawaan saja,” pungkasnya.

Sebaiknya Jokowi Jadi Ketua Umum PDIP dulu Sebelum Jadi Capres

Jakarta – Berbagai hasil survei menyebutkan Gubernur Jokowi berada di posisi teratas sebagai capres potensial. Sebelum maju menjadi capres, Jokowi sebaiknya menjadi ketua umum PDIP terlebih dahulu.

“Saya kira kalau Jokowi mau serius mencalonkan diri sebagai Presiden, Jokowi harus menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan dulu,” ujar pengamat politik dari Charta Politika, Arya Fernandes saat berbincang dengan detikcom, Rabu (17/7/2013).

Arya mengatakan memang saat ini tidak mungkin bagi Jokowi menjadi Ketum PDIP karena Megawati masih sangat kuat di internal partai. Kecuali Megawati mau lengser dan menyerahkan kepemimpinan partai kepada Jokowi.

“Saat yang tepat bagi Jokowi untuk maju sebagai calon presiden bukanlah di Pilpres 2014 tapi di 2019 nanti, yaitu saat Jokowi sudah menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan,” ungkapnya.

Menurut Arya, Jokowi harus diuji dulu skill dan kepemimpinannya mengelola ibukota dan mengelola partai. Sebab, sejarah kepemimpinan nasional Indonesia diisi dengan sejarah petinggi partai.

“Hampir semua presiden sejak Soekarno hingga SBY mengisi posisi kunci di partai politik. Jadi Jokowi harus diuji dulu apakah berhasil memimpin partai atau tidak,” tuturnya.

Dengan menjadi ketua umum, lanjut Arya, Jokowi bisa dengan mudah mengendalikan partai, memperkuat organisasi partai, memodernisasi partai serta membesarkan partai. Terobosan-terobosan tersebut bisa membuat PDIP menang dalam dua pemilu 2019 dan 2024.

“PDIP pasca Megawati saya kira harus diisi oleh darah-darah segar. Duet Jokowi dan Prananda Prabowo saya kira menarik. Prananda menguasai masalah kebijakan. Sementara Puan bisa diplot sebagai calon Ketua DPR,” tandasnya.

Namun seperti diketahui, Jokowi hingga saat ini belum pernah menyatakan ingin maju bertarung di Pilpres 2014. Saat ditanya soal kemungkinan dirinya maju, Jokowi menjawab sekenanya. Mulai dari “nggak mikir” sampai dengan “tanya Bu Mega”.

YUK, Belajar Mengelola Portofolio Pribadi

Jakarta – Apa sih portofolio itu? Portofolio merupakan kumpulan aset investasi yang kita atau perusahaan miliki, misalnya properti, deposito, saham, emas, obligasi, dan lain-lain. Portofolio saham sendiri artinya adalah kumpulan aset investasi yang berupa saham, baik yang dimiliki oleh perorangan maupun perusahaan.

Penting sekali melakukan manajemen portofolio untuk hasil maksimal. Bagaimana ya caranya melakukan manajemen portofolio pribadi?

Sebelum melakukan manajemen portofolio pribadi, sebaiknya kita cek dulu profil diri kita. Profil orang yang satu bisa berbeda dengan orang lain dan akan sangat berpengaruh pada pemilihan jenis saham dan strategi mana yang akan dipilih.

Seperti yang sudah pernah saya jelaskan dalam twitter saya @pakarsaham, bahwa sebelum investasi harus memperhatikan MoTuRik. Apa itu MoTuRik ?

MoTuRik adalah Modal, Tujuan, dan Risk profile. Masing-masing orang berbeda “MoTuRik”-nya.

Investor yang mempunyai modal kecil sebaiknya mengambil investasi jangka menengah atau panjang karena kurang likuid untuk trading jangka pendek dan pemilihan saham juga terbatas. Modal kecil juga perlu memperhitungkan biaya trading karena otomatis fee akan lebih besar jika semakin sering bertransaksi beli dan jual. Jadi modal kecil (Rp 5-15 juta) lebih cocok untuk investasi jangka panjang karena kurang leluasa untuk trading.

Nah, hal berikutnya yang perlu diperhatikan dalam mengelola portofolio adalah tujuan. Apa tujuan Anda membeli saham? Kalau tujuannya untuk tabungan anak atau dana pensiun, investasi jangka panjang dengan cara menabung saham cocok untuk Anda.

Metode menabung saham secara rutin ini efeknya seperti bola salju dalam jangka panjang,butuh kesabaran dan disiplin. Saham-saham yang cocok untuk “menabung saham” adalah saham-saham yang defensif dan anti krisis seperti PT Kalbe Farma Tbk (KAEF), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan lain-lain.

Hal ketiga yang perlu diperhatikan dalam mengelola portofolio adalah Risk Profile/profil risiko. Artinya apa ya?

Anda tentu sudah tahu kalau saham adalah jenis investasi yang cukup berisiko apa lagi jika tidak disertai ilmu yang benar. Pasar saham bisa bergejolak dan naik turun dengan cepat, apalagi pasar forex dan komoditas.

Dalam hal ini tentu saja Anda perlu mengetahui profil risiko sebagai investor, yakni seberapa besar komitmen Anda untuk meminimalkan resiko. Investasi/trading saham bukan untuk orang yang berani ambil risiko, tapi justru orang yg berani disiplin membatasi resiko!

Ada beberapa macam investor berdasarkan risk profile-nya. Berdasar risk profile yang pertama adalah investor konservatif. Sesuai namanya, investor konservatif cenderung menghindari risiko atau cari sesuatu yang aman, investasi dalam jangka panjang (lebih dari 5 tahun) dan menghindari fluktuasi saham jangka pendek.

Berdasar profil resiko yang kedua, adalah investor tipe moderat dengan toleransi risiko sedang, imbal hasil lebih besar dari deposito. Para trend follower yang melakukan aksi beli-jual saham dalam 1-3 bulan termasuk dalam kategori moderat, dengan imbal hasil di atas 20% per tahun.

Investor agresif adalah investor yang berani dengan toleransi risiko yang tinggi karena mengharapkan imbal hasil besar,cenderung aktif dan suka melakukan spekulasi beli dan jual saham, cenderung berani mengambil tindakan. Investor agresif jika tidak dibarengi dengan ilmu dan disiplin yang benar akan rawan menjadi pejudi saham seperti yang saya jelaskan dalam buku Smart Traders Not Gamblers.

High risk, high return. Investasi yang menawarkan imbal hasil tinggi, tentu memiliki risiko yang tinggi pula. Risiko juga sejalan dengan tingkat pengetahuan dari pelaku pasar/investor. Semakin teredukasi dan semakin tinggi jam terbang seorang trader/investor, risiko akan mengecil. Oleh karena itu, belajar dulu sebelum mulai berinvestasi.

Salam profit!

Survei IRC: Jokowi Unggul Jauh di Pilpres, Ical di Nomor Buntut

Jakarta – Gubernur DKI Joko Widodo lagi-lagi dinyatakan unggul dalam survei terkait Pilpres. Kali ini giliran Indonesia Research Centre (IRC) yang menasbihkan mantan Walikota Solo itu sebagai kandidat terkuat, jauh mengungguli lawan-lawannya.

Survei yang dilakukan IRC dilakukan terhadap pemilik telepon di 11 kota besar di Indonesia (Bandung, DKI Jakarta, Lampung, Makassar, Denpasar, Medan, Palembang, Samarinda, Semarang, Surabaya dan Tangerang) pada 8-11 Juli 2013. Responden mendapatkan pertanyaan, jika Pemilu dilakukan pada hari ini, siapa kandidat capres yang akan mereka pilih.

“Sebagian besar publik memilih Jokowi (32 persen) sebagai presiden. Setelah Jokowi ada Prabowo (8,2 persen), Wiranto (6,8 persen), Megawati (6,1 persen) yang dipilih sebagai presiden. Sementara Aburizal Bakrie yang secara resmi dikandidatkan oleh Golkar hanya dipilih oleh 3,3 persen masyarakat,” kata peneliti IRC Agus Sudibyo dalam pernyataanya, Senin (15/7/2013) malam.

Lantas, IRC juga menanyakan hal lain kepada responden. Jika elektabilitas kandidat presiden dilihat berdasarkan konsitituen masing-masing partai politik, siapa yang mereka pilih?

“Mayoritas konstituen PDIP lebih memilih Jokowi (54,9 persen) daripada Megawati (14,3 persen). Kemudian Gerindra, mayoritas konstituen konsisten akan memilih Prabowo (58 persen). Sementara itu Hanura, sebagian besar konstituen akan memilih Wiranto (44,4 persen) sebagai presiden. Yang menarik adalah konstituten Golkar, suaranya terbelah, dengan kecenderungan lebih memilih Jokowi (26,4 persen) daripada Aburizal Bakrie (20,8 persen),” kata Agus.

Jokowi mampu menyerap konstituen yang lebih luas. Terbukti Jokowi mendapatkan dukungan dengan prosentase yang relatif signifikan, yakni antara 17 persen hingga 37 persen, dari konstituen partai politik lain di luar PDIP.

Sementara itu, IRC juga menemukan fenomena menarik lain yakni terkait naiknya elektabilitas Wiranto pasca deklarasi yang dilakukan. Jika pada survei-survei sebelumnya elektabilitas Wiranto berkisar pada angka 3-4 persen, pada survei yang diselenggarakan IRC kali ini elektabilitas Wiranto mencapai angka 6,8 persen.

“Kenaikan yang cukup signifikan kemungkinan merupakan merupakan efek dari deklarasi capres-cawapres Wiranto-Hary Tanoesoedibjo, 2 Juli 2013. Deklarasi ini merupakan deklarasi capres-cawapres pertama menuju pemilihan presiden tahun 2014 yang sudah tentu mendapatkan perhatian besar dari pers dan publik nasional,” kata Agus.

Jumlah responden dalam survei ini adalah 794 orang yang dipilih secara acak dari buku telepon residensial terbaru terbitan Telkom. Dengan jumlah sampel di atas maka margin of error (MoE) lebih dari 3,48 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Hasil survei ini tidak dimaksudkan untuk merepresentasikan pandangan seluruh masyarakat Indonesia.

Obama Bangga & Puji Biden Hebat dalam Debat Cawapres

Rita Uli Hutapea – detikNews
Barack Obama (AFP)

Kentucky, Presiden Amerika Serikat Barack Obama sangat bangga pada wakilnya, Joe Biden yang terlibat perdebatan sengit dengan calon wapres dari Partai Republik, Paul Ryan dalam acara debat cawapres hari ini. Obama menyebut Biden tampil hebat dalam debat yang digelar di Kentucky, AS tersebut.

“Saya ingin menyampaikan hal khusus bahwa saya pikir Joe Biden hebat malam ini. Saya sangat bangga padanya,” kata Obama seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (12/10/2012).

Hal tersebut disampaikan Obama setelah pesawat kepresidenan Air Force One yang dinaikinya mendarat di Andrews Air Force usai rangkaian kampanye di Florida, AS.

Obama memuji pembelaan kuat Biden mengenai isu perekonomian masyarakat kelas menengah dalam debat cawapres tersebut.

“Saya kira dia membuat pernyataan yang sangat kuat. Saya pikir bahwa semangatnya untuk memastikan perekonomian tumbuh bagi kelas menengah, benar-benar mengena. Jadi saya sangat bangga padanya,” tandas Obama.

Debat cawapres ini dibuka dengan argumen tentang keamanan nasional, kebijakan ekonomi, pajak dan asuransi kesehatan. Biden dan Ryan juga berdebat sengit tentang isu nuklir Iran, kematian Dubes AS untuk Libya, Chris Stevens dan soal hubungan AS dengan Israel.