Category Archives: Regional

ASEAN Tourism Forum (ATF) 2015

(Photo: Courtesy of Hotelier Indonesia)

Source for the news comes from: http://hotelier-indonesia.com/asean-tourism-forum-atf-2015/

Strong support for 34th ASEAN Tourism Forum to be hosted in Myanmar next year

16 September 2014 – Industry response for next year’s ASEAN Tourism Forum (ATF) has been positive, with over 350 TRAVEX (travel exchange) booths contracted and some 550 applications for the Hosted Buyers Programme. The TRAVEX sellers, made up of suppliers of ASEAN travel and tourism products and services, come from the 10 member nations of ASEAN – Brunei Darussalam, Cambodia, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Philippines, Singapore, Thailand and Vietnam – and together will take up 8,000 square metres of space.

ATF aims to promoting ASEAN as a single destination and hosting of the event is rotated among the member countries each year. Participation from host country Myanmar is at an all-time high. U Phyoe Wai Yar Zar, Chairman of Myanmar Tourism Marketing (MTM), said,

“The local hoteliers, tour operators and other players in the industry are very much looking forward to next year’s event, this being the first time that ATF is coming to Myanmar. It will be our opportunity to share our country’s rich history and culture with the rest of the world.”

MTM is a non-governmental, non-political and non-profit organization that functions as the marketing arm of Myanmar Tourism Federation, under the guidance of the Ministry of Hotels & Tourism of the Republic of the Union of Myanmar.

Accor, the world’s leading hotel operator and market leader in Europe and Asia Pacific, which is participating in ATF 2015 as a TRAVEX seller, is optimistic about Myanmar’s tourism future. Mr Philippe Battle, Accor’s Area General Manager for Myanmar, said, “Myanmar is a promising market and a new frontier for us in Asia. We have one hotel open in Myanmar – MGallery The Lake Garden Nay Pyi Taw, and a Novotel resort in Inle Lake scheduled to open by October 2014, followed by a Novotel hotel in Yangon. Next year’s ATF in Myanmar will help showcase the country’s potential and we are confident that we will see a rapid growth in bookings in the years to come.”

Backed by major companies

Local Myanmar conglomerates have also shown strong support for ATF 2015. To-date, the organizing committee has secured sponsorship from private banks, multi-industry conglomerates and Myanmar’s newest international and domestic airline.

. Official Bank Partner : C B Bank

. Official Tourism Partners : KBZ Group, Htoo Group, Max Hotels Group

. Supporting Airline : Golden Myanmar Airlines

The signing ceremony between representatives of the sponsors and organizer of ATF 2015 took place at Royal Ace Hotel in Nay Pyi Taw earlier today. Said U Thein Htwe, Vice Chairman of C B Bank, “It is an exciting time for Myanmar, and for our local tourism industry. We are delighted to be a part of it by supporting ATF as its exclusive official bank partner.”

U Khin Aung Htun, Joint Secretary of Myanmar Tourism Federation, the organizer of ATF 2015, said, “We are very pleased to have the backing of the local private sector companies for ATF and are confident that together with the support of the Myanmar government and all other industry players, ATF 2015 will be a highly successful event and a milestone for our country.”

In addition, Cable News Network (CNN) has confirmed their support for ATF 2015 as its Official Broadcast Media and will jointly promote the event with the organizer. CNN will also host a luncheon for the tourism ministers and heads of National Tourism Organizations (NTOs) of ASEAN and other Asian countries during ATF 2015.

International standard MICE venue

The official venue for ATF 2015 has been confirmed as Myanmar International Convention Centre (MICC) 1. The key components of the official ATF 2015 programme, such as TRAVEX and ASEAN Tourism Conference, will be held at the newly completed 60,000 square metre exhibition and convention centre. The venue has hosted numerous national level meetings and international business events, including the recently concluded 24th ASEAN Summit.

Themed ‘ASEAN – Tourism Towards Peace, Prosperity and Partnership’, ATF 2015 will be held from 22 to 29 January in Nay Pyi Taw, Myanmar. It is hosted by the Ministry of Hotels and Tourism of the Republic of the Union of Myanmar, organised by Myanmar Tourism Federation and managed by MP Singapore and Myanmar Ventures Group. Limited exhibition space is available and those keen to participate are advised to apply online (www.atf-2015.com) as soon as possible. Application for the Hosted Buyer and Media Programmes will close on 15 October.

– See more at: http://hotelier-indonesia.com/asean-tourism-forum-atf-2015/#sthash.YJJp8HuS.dpuf

Advertisements

Di Hotel Ini, Bos yang Melayani Karyawannya

Aston Primera Pasteur Bandung (Foto: jakartajive)

Aston Primera Pasteur Bandung (Foto: jakartajive)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/10/11/407/880150/di-hotel-ini-bos-yang-melayani-karyawannya

BANDUNG – Ada yang unik di Hotel Aston Primera Pasteur beberapa waktu lalu. Saat itu, para bos menjadi ‘pelayan’ dadakan bagi karyawannya. Kok bisa?

Hal ini sehubungan dengan adanya Employee Recognition Day di Aston Primera Pasteur. Hari tersebut didedikasikan untuk penghargaan terhadap karyawan sebagai tanda terimakasih pada kontribusi mereka.

Pada Employee Recognition Day kali ini, Manajemen Aston Primera Pasteur mengadakan kejutan menarik bagi para karyawannya sebagai salah satu bentuk penghargaan terhadap kontribusi karyawan. Pada Selasa, 8 Oktober 2013 Employee Dining Room Aston Primera Pasteur disulap dan didekorasi sedemikian rupa dengan menampilkan foto-foto karyawan beserta kegiatan dan penghargaan selama Hotel ini berdiri dalam bentuk photo collage di dinding. Lampu café ditempatkan disetiap meja, dan ada mini stagedengan penampilan live music.  

Yang lebih seru lagi yang melayani karyawan makan adalah para Department Heads. Selain menjadi pelayan, para bos-bos pun ikut membereskan piring-piring bekas makan karyawan yang biasanya dilakukan sendiri oleh para karyawan. Tak luput yang mencuci piring dan menyapu kantin karyawan ini pun para atasannya.

Manajemen mengharapkan dengan diadakannya Employee Recognition Day ini dapat mengekspresikan penghargaan terhadap karyawan dan meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Selain Itu membuat mereka merasa seolah-olah berkontribusi terhadap sesuatu yang lebih besar daripada diri mereka sendiri, dan bahwa kerja dan kehadiran mereka dihargai oleh manajemen.

“Semoga dengan rutin diadakannya Employee Recognition Day ini dapat meningkatkan produktivitas dan menciptakan budaya perusahaan yang positif,” kata Iwan Rismawardani, General Manager Aston Primera Pasteur dalam keterangan persnya pada Okezone.

Aston Primera Pasteur terletak di daerah Jalan Pasteur yang tidak jauh dari gerbang tol Cipularang – Purbaleunyi. Hanya dibutuhkan kurang lebih 10 menit dari Bandara Husein Sastranegara, 15 menit dari Stasiun Kereta Api Bandung dan 10 menit dari pusat perbelanjaan dan kuliner terdekat.

Jurassic Park Indonesia ada di Gorontalo

Hutan Nantu, Gorontalo (Foto: suluttoday)

Hutan Nantu, Gorontalo (Foto: suluttoday)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/10/07/408/877941/jurassic-park-indonesia-ada-di-gorontalo

JIKA ingin merasakan serunya berpetualang seperti dalam adegan film Jurassic Park, berada diantara pohon besar menjulang tinggi dikelilingi beragam tanaman merambat serta rotan dan akar beringin, datanglah ke Suaka Margasatwa Nantu.

Suaka Margasatwa Nantu adalah Hutan hujan tropis yang masih asli ini berada di Gorontalo, Suaka Margasatwa Nantu. Hutan ini merupakan kekayaan dunia yang sangat penting, karena Nantu adalah salah satu dari sedikitnya hutan yang berada di Sulawesi yang masih utuh. Hutan ini ‘dihuni’ pohon-pohon, seperti Pohon Rao, Nantu, serta Pohon Inggris saling beradu tinggi dengan rotan batang yang merambatinya.

Nantu merupakan ikon dunia sekelas Bunaken dan merupakan hutan hujan tropis utama di Pulau Sulawesi.  Hutan ini menjadi salah satu dari lima situs terbaik hidupan liar di Asia Tenggara, demikian seperti dikutip dari Indonesia.Travel.

Di Nantu, terdapat sedikitnya 127 jenis mamalia. 79 diantaranya adalah satwa endemik yang hanya bisa ditemui di Sulawesi. Tak hanya itu, disini juga terdapat ribuan jenis tumbuhan, binatang, serangga, ampibi, 90 jenis burung yang 35 jenisnya merupakan endemik dan belum tercatat pada jurnal ilmiah.

Satu lagi keistimewaan yang terdapat di hutan ini, yaitu terdapat kolam asin berukuran 20×60 meter yang terletak diantara hutan rimba. Setiap harinya semua hewan datang ke kolam asin yang disebut dengan Adudu ini untuk menjilati mineral garam dan sulphur yang berguna untuk pencernaan di tubuh hewan. Bahkan babi rusa yang sangat menyukai buah pangi yang beracun, harus ke kolam ini untuk menetralisir racun di tubuhnya tersebut.

Sudah dipastikan kolam seperti ini hanya menjadi bagian dari hutan Nantu. Di hutan ini pula para satwa liar berkumpul. Atas alasan inilah hutan Nantu layak menjadi ikon utama di dunia. Disini juga dilakukan kerjasama antara ilmuwan Gorontalo dengan berbagai peneliti internasional guna menghasilkan penemuan baru. Lokasi kolam Adudu juga sangat menarik untuk dipelajari. Terletak di kaki gunung Boliyohutu sangat mudah dijangkau dengan berjalan kaki. Sekitar 15 menit dan menyewaa ketinting warga Mohiolo, pengunjung dapat melihat kolam Adudu ini.

Sementara untuk menuju hutan Nantu, perjalanan dimulai dari ujung desa Mohiolo. Di sini ada perahu yang akan mengantarkan pengunjung menyusuri sungai Paguyaman yang keruh. Selama 2,5 jam perjalanan, pengunjung akan disuguhkan oleh kehidupan burung air yang eksotik.

Kepulauan Seribu Akan Dibuat Seperti Bali

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jakarta (Foto: Winda/Okezone)

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jakarta (Foto: Winda/Okezone)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/10/05/407/877010/kepulauan-seribu-akan-dibuat-seperti-bali

 

JAKARTA – Suku Dinas Pariwisata Kepulauan Seribu optimis dapat menjadikan Kepulauan Seribu menjadi salah destinasi wisata yang nantinya akan sanggup bersaing dengan Bali. Hal ini terbukti dengan adanya perbaikan yang dilakukan di setiap dermaga, maupun pulau-pulau lainnya secara bertahap.

Kepulauan Seribu tengah melakukan perbenahan di pulau-pulaunya. Hal ini dilakukan agar Kepulauan Seribu dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan.

“Di Tidung sendiri sudah hampir selesai. Sekarang disana sudah dipasangi lampu di sekitar jembatan cinta. Kita ingin menjadikan Dermaga Tidung nanti tak kalah dari dermaga yang ada di luar negeri,” kata Jendri, Sudin Perhubungan Kepulauan Seribu kepada Okezone belum lama ini. Saat ini pihaknya terus menerus melakukan beberapa perbaikan di pulau-pulau seperti Tidung, Pramuka dan yang lainya

Meski belum menentukan target kapan perbaikan di Kepulauan Seribu akan selesai, Jendri yakin di akhir tahun ia dapat mengenalkan salah satu pulau di Kepulauan Seribu ini sebagai destinasi yang tak kalah dari pulau Bali.

Ia pun optimis, bahwa nantinya Kepulauan Seribu akan berubah menjadi sebuah destinasi pariwisata laut yang tak akan kalah dari Pulau Bali. Letaknya yang dekat dengan Jakarta, menjadikan pulau ini lebih mudak dicapai. Hanya dengan menumpang kapal cepat dari Marina, Ancol, atau bisa pula melalui Muara Angke Jakarta Utara.

Kelinci Laut Raksasa Bersembunyi di Bawah Laut Flores

17 Pulau Riung Flores (Foto: rajakamar)

17 Pulau Riung Flores (Foto: rajakamar)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/10/05/408/876999/kelinci-laut-raksasa-bersembunyi-di-bawah-laut-flores

Kawasan timur Indonesia memang menyajikan panorama pantai yang begitu indah dengan keragaman hayati yang unik. Salah satunya bisa Anda temukan di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Di pantai utara Pulau Flores Kabupaten Ngada, terdapat sebuah kepulauan yang sangat unik. Namanya Pulau 17 Riung, yang menyajikan keeksotisan sebuah pulau yang kaya akan keanekaragaman hayati serta pasirnya yang putih. Pulau ini cocok sekali bagi Anda yang mempunyai hobi menyelam karena di bawah sana terdapat karang indah berwarna-warni. Dan dari permukaan laut, terdapat terumbu karang kelinci laut yang membentuk kelopak-kelopak seperti mawar merah raksasa yang akan membuat anda takjub melihatnya.

Seperti terlansir dalam situs Indonesia Travel, Taman Laut 17 Pulau Riung merupakan gugusan pulau-pulau yang besar dan kecil terhampar memanjang dari Toro Padang di sebelah barat hingga Pulau Pangsar di sebelah Timur. Keseluruhan dari pulau-pulau tersebut hampir tidak dihuni oleh manusia. Lokasi Taman Laut 17 Pulau Riung berada di Kecamatan Riung yang meliputi lima desa, yaitu: Sambinasi, Nangamese, Benteng Tengah, Tadho dan Lengkosambi.

Sekilas, Riung seperti kota kecamatan yang tak mau disentuh keramaian. Nyatanya, memang demikian karena akses yang begitu jauh dan menantang, melewati bukit berlipat-lipat. Di salah satu bagian perjalanan menuju Riung dari Bajawa di tepi selatan, kerumunan bukit tundra hijau yang ditumbuhi beberapa pohon lontar seolah kue ulang tahun menyambut wisatawan yang datang berkunjung.

Pesisir pantai Riung dihuni masyarakat Oting Bajo yang terkenal sebagai penghuni lautan di Nusantara. Mereka tak banyak memperlihatkan diri selain di lingkungan perumahan di tepi pantai dan area dermaga Riung yang sunyi. Sebagian masyarakat lainnya bercocok tanam lahan kering dan juga membuka usaha homestay bagi pengunjung.

Di balik kesunyian dermaganya yang menjadi tempat berlabuhnya belasan perahu nelayan Bajo, terdapatlah kawasan wisata laut yang dikenal sebagai Tujuh Belas Pulau. Kawasan ini merupakan kumpulan pulau-pulau kecil yang terdiri dari 20 lebih pulau yang indah. Nama “tujuh belas” diambil dari tanggal kemerdekaan Republik Indonesia.

Ada beragam hewan khas yaitu: komodo, biawak timor, ayam hutan, musang, kera, landak, rusa timor, kuskus, buaya, elang, bluwok, bangau putih, burung nuri, tekukur, burung wontong atau burung gosong, dan kelelawar bangau hitam, dan burung perkici dada kuning.

Di bawah lautnya Anda akan menemukan mawar laut melambai-lambai memesona. Apa yang Anda nanti lihat itu sebenarnya merupakan kumpulan telur kelinci laut raksasa yang terikat oleh lendir dan membentuk rumbaian berwarna merah menyala.

Yang Menantang di Bali, Terjun Bebas dari Tebing Nusa Ceningan

Tebing di Blue Lagoon ini lebih curam dari kelihatannya
Tebing di Blue Lagoon ini lebih curam dari kelihatannya
detikTravel Community – 

Source for the news comes from: http://travel.detik.com/read/2013/03/22/105000/2188219/1025/yang-menantang-di-bali-terjun-bebas-dari-tebing-nusa-ceningan

 

Mau wisata yang menantang adrenalin di Bali? Anda bisa datang ke Nusa Ceningan. Di sini, traveler bisa merasakan sensasi menegangkan terjun dari atas tebing yang curam. Seru!

Jika Anda tergila-gila dengan tantangan, datanglah ke Nusa Ceningan di Bali. Di lokasi ini Anda bisa merasakan sensasi menegangkan terjun dari atas tebing.

Puas mengejar ikan dan senorkeling dengan menumpang kapan nelayan di Mangrove Point, Nusa Lembongan, Bali, menjadikan hari Sabtu kala itu semakin cerah. Bergegas kami bertiga menunggang motor sewaan seharga Rp 50 ribu per hari menuju Nusa Ceningan.

Dengan mengitari Lembongan, kami pun tiba di jembatan goyang yang menghubungkan pulau tersebut dengan Nusa Ceningan. Nusa Ceningan merupakan pulau kecil di antara Lembongan dan Nusa Penida.

Sore itu kami sempat bertemu dengan penduduk yang baru selesai melakukan acara adu ayam. Terlihat beberapa dari mereka menenteng ayam yang kalah dalam pertarungan. Jalanan menuju ke Blue Lagoon Ceningan cukup menantang, berbukit dan berbatu-batu. Untuk menempuh jalan ini membutuhkan kemahiran saat mengendarai motor.

Sampailah kami di sisi barat Nusa Ceningan. Lanskapnya penuh dengan tebing curam. Setelah memarkir motor dan membayar retribusi seharga Rp 5.000 kepada seorang anak penjaga di gerbang terbuat dari bambu. Kami pun menyempatkan untuk mengagumi keindahan Tuhan dengan berfoto-foto di tepi tebing.

Indahnya tak terkira! Jalan setapak ditandai dengan batu pipih yang disusun menuju ke area terjun bebas. Dengan adanya tanda tersebut cukup membantu kami menuju ke sana.

Di area terjun bebas ini juga telah didirikan sebuah kafe kecil yang menjual bir dan soft drink. Kami pun merasa salut dengan ide yang bisa memanfaatkan area tersebut. Secara otomatis, destinasi ini juga dipelihara oleh pemilik kafe.

Saat itu, beberapa turis mancanegara yang kebanyakan wanita sudah bersiap-siap terjun dari atas tebing. Agak seram memang, tapi cukup menarik untuk mendapatkan sebuah tantangan. Lagipula air laut yang ada di bawahnya sangat indah untuk menceburkan diri.

Tepian tebing pun memiliki pemandangan yang langka. Terlihat juga beberapa pemancing di seberang ternyata tak kalah dalam menikmati area laguna itu. Bagi penerjun disediakan tangga untuk memanjat naik kembali ke tebing. Sungguh menantang!

Suka dengan petualangan yang memacu adrenalin? Silakan datang ke Nusa Ceningan dan buktikan kalau Anda bisa menjawab tantangan dari tebing-tebing ini!

Pantai Seribu Keong, Nol Sinyal Internet

Kelomang di Pantai Lahunduru, Buton (Foto: Mutya/Okezone)

Kelomang di Pantai Lahunduru, Buton (Foto: Mutya/Okezone)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/stories/2013/09/27/544/873151/pantai-seribu-keong-nol-sinyal-internet

Pantai Lahunduru, Buton 

Bahkan di beberapa kawasan Indonesia pun masih ada tempat-tempat wisata indah tanpa sinyal ponsel dan internet. Salah satu contohnya adalah Pantai Lahunduru di Buton, Sulawesi Tenggara.

Pantai Lahunduru berada di Desa Wabula, Pulau Buton. Pantainya masih sangat sepi, hanya sesekali dikunjungi warga desa dan wisatawan. Saat tiba, Anda akan disambut birunya air laut dan pasir pantai yang tertutupi rumput laut.

Pantai ini terkenal dengan habitat kelomang atau hermit crab yang sangat banyak di pasir pantainya. Hewan kecil ini ada ratusan, bahkan mungkin ribuan, tersebar di garis pantai, tak sulit mencarinya.

Meski berbatasan langsung dengan Desa Wabula, ponsel dan smartphone Anda tidak akan dapat digunakan, karena tidak adanya sinyal internet. Namun dengan begitu, Anda bisa menikmati pemandangan indah pantai ini sepuasnya tanpa terganggu dering telefon.

Menikmati Bulan Madu di Tengah Danau & Kampung

Kampung Sampireun di Garut (Foto: wisoto)

Kampung Sampireun di Garut (Foto: wisoto)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/09/30/544/874226/menikmati-bulan-madu-di-tengah-danau-kampung

Kampung Sampireun, Jawa Barat

Kampung Sampireun terletak di daerah Garut yang terkenal dengan dodolnya. Lokasi tepatnya di Jalan Samarang, dari arah Jakarta melalui Tol Cikampek keluar dari pintu Tol Cileunyi.

Wisatawan dapat beraktivitas di danau buatan yang ada, yaitu berperahu. Banyak juga yang memutuskan menginap di Kampung Sampireun dengan tujuan foto prewedding ataupun bulan madu.

Selain menikmati indahnya danau dan suasana desa di Kampung Sampireun, wisatawan juga bisa berwisata ke Kawah Kamojang. Jika berjalan kaki, Anda dapat tiba di Kawah Kamojang sekira 20 menit.

Kawah Kamojang terletak di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Di kawasan wisata ini terdapat kawah yang masih aktif mengeluarkan panas bumi sehingga digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga uap. Saat Anda berjalan-jalan di sekitar kawah tersebut, pastikan untuk berhati-hati.

Yang Paling Cantik dari Belitung Timur

Pantai Tanjung Tinggi, Belitung Timur (Foto: Winda/Okezone)

Pantai Tanjung Tinggi, Belitung Timur (Foto: Winda/Okezone)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/09/30/408/874317/yang-paling-cantik-dari-belitung-timur

HAL pertama ketika baru saja tiba di Belitung Timur, pastilah wisatawan akan sesegera mungkin mencari pantai terdekat untuk melepas penat dan memanjakan mata dengan keindahan yang Tuhan ciptakan. Jangan khawatir, pulau dengan julukan Negeri Seribu Pelangi ini memang menjanjikan pemandangan serta keindahan pantainya.

Tak jauh dari Bandara H.A.S Hanandjoeddin Tanjung Pandan, sekitar satu jam perjalanan dengan mobil, wisatawan dapat dengan segera melihat pantai yang terletak di Desa Lalang, Kecamatan Manggar. Berjarak sekira 90 kilometer dari bandara, membuat Pantai Nyiur Melambai ini menjadi pantai pertama yang biasa dikunjungi oleh wisatawan.

Pantai dengan garis pantai yang panjang ini mampu membuat wisatawan melihat ke segala penjuru serta bermain-main air di bibir pantai. Beberapa pohon pinus juga nampak menghiasi pantai yang selalu dijadikan rekreasi keluarga jika musim liburan tiba. Di hari-hari biasa, pantai ini memang kerapkali sepi dari wisatawan.

Pantai yang juga harus dikunjungi adalah Pantai Tanjung Tinggi, salah satu dari banyak pantai cantik di Belitung Timur. Menghabiskan waktu selama satu jam dengan mengendarai mobil, pantai yang masih sepi dari tangan developer ini memang sangat menjanjikan pemandangan yang sangat menawan. Mendekati pintu masuk, mata akan dimanjakan oleh hamparan laut biru yang luas serta hamparan pasir putih halus sepanjang 100 meter di bibir pantai.

Jika ingin merasakan dinginnya air berwarna biru kehijauan tersebut tetapi Anda tidak bisa berenang, jangan khawatir. Pantai dengan kadar garam cukup tinggi ini mampu membuat tubuh Anda mengapung. Juga tentunya didukung oleh ombak yang sangat kecil, menjadikan pantai ini ramai dikunjungi wisatawan yang ingin berenang.

Di sini juga menyediakan ban berukuran dewasa untuk para wisatawan yang tidak bisa berenang dengan harga sewa relatif murah, Rp10 ribu per hari. Masuk ke pantai ini memang tidak dipungut biaya, namun untuk menyewa ban dan ke kamar kecil, barulah dipungut biaya.

Banyak dari wisatawan yang datang memang untuk berenang, namun ada pula yang hanya melihat karya artistik alami yang menjadi ciri khas pantai ini. Berjalanlah ke arah timur, jelajahi setiap batu granit raksasa yang terletak di pinggir pantai. Sebuah kumpulan batu yang menjadi lokasi syuting dari film Laskar Pelangi karya Riri Riza nampak megah di sana.

Hanya saja, tak nampak pemandangan berarti selain bebatuan besar berkarang yang sebagian besar bagian bawah terrendam pasir putih. Karena semakin jauh menelusuri, Anda akan terbawa hampir ke tengah lautan. Meski ombak tidak besar dan tidak menghanyutkan, karang yang ada di pantai ini cukup berbahaya dan dapat melukai kaki jika Anda tidak berhati-hati.

Pantai ini merupakan objek wisata terpopuler di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belutung. Bukan hanya menjadi lokasi syuting sebuah film, memang pemandangan di pantai ini sangat indah. Pantai yang berjarak sekira 30 kilometer dari Tanjung Pandan ini juga menjanjikansunset yang luar biasa.

Duduklah di atas bebatuan granit besar itu, jangan lupa membawa es kelapa muda hijau nan segar. Tunggulah hingga sinar mentari senja menyapa Anda bersama orang terkasih. Dan, lihat betapa indahnya panorama alam ciptaan Tuhan berupa senja yang akan membuat Anda menjatuhkan hati di pantai ini.

Keajaiban Air Payau di Pulau Kakaban

Ubur-ubur di Pulau Kakaban (Foto: blog.kliktoday)

Ubur-ubur di Pulau Kakaban (Foto: blog.kliktoday)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/read/2013/09/28/544/873402/keajaiban-air-payau-di-pulau-kakaban

Pulau Kakaban, Kalimantan Timur

Pulau Kakaban mempunyai luas 774,2 hektare dan terletak di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pulau Kakaban menarik perhatian turis mancanegara dengan beberapa keunikannya, salah satunya adanya danau di pulau tersebut, yaitu Danau Kakaban.

Danau Kakaban berisi campuran air hujan dan rembesan air laut dari pori-pori tanah. Ini menumbuhkan suatu habitat endemik yang berbeda pada kebanyakan kawasan danau lain di dunia. Selain Danau Kakaban, ada satu lagi danau dengan air payau, yaitu di Kepulauan Palau, Mikronesia.

Danau Kakaban berisi air payau yang dihuni beragam biota laut yang mengalami evolusi selama terkurung di dalamnya, hingga memiliki sifat dan tampilan fisik yang berbeda dengan spesies sejenisnya yang berada di laut. Salah satu di antaranya adalah ubur-ubur berbadan bening layaknya piring kaca (Aurelia aurita) dan beberapa jenis lainnya yang tampak jauh lebih mungil seukuran ujung jari telunjuk (Tripedalia cystophora). Sementara, yang sekepalan tangan ibarat bola lampu pijar berwarna biru kecokelatan (Mastigias papua), jumlahnya lebih dominan di antara lainnya.

Bersama ketiga jenis ubur-ubur itu, terdapat juga spesies ubur-ubur Cassiopeia ornata yang menjadi trademark Pulau Kakaban. Yang membedakan spesies endemik ini dengan ubur-ubur di laut lepas adalah hilangnya kemampuan menyengat. Sementara, kebiasaan unik Cassiopeia adalah berenang secara terbalik, dengan menghadapkan “kaki” atau tentakel ke atas.