Category Archives: Technology

Helm Ini Bukan untuk Naik Motor, Tapi Menumbuhkan Lagi Rambut yang Botak

img 

Source for the news comes from: http://wolipop.detik.com/read/2013/10/09/081734/2381967/860/helm-ini-bukan-untuk-naik-motor-tapi-menumbuhkan-lagi-rambut-yang-botak?w991100most

Jakarta – Kebotakan rambut, terutama di usia yang belum menua bisa mengganggu penampilan. Berbagai metode pun diciptakan untuk mengatasinya. Mulai dari penggunaan shampo dan kondisioner, serum, hair mask, suntik obat sampai implan rambut.

Semakin majunya teknologi, metodenya pun makin canggih. Telah diciptakan helm high-tech yang diklaim bisa membantu menumbuhkan rambut dengan bantuan laser. iGrow Hair Growth System, adalah nama helm tersebut. Menggunakan terapi laser tingkat rendah (LLLT) dan lampu LED, iGrow mampu meregenerasi dan menguatkan sel-sel pada folikel rambut.

Helm ini juga diklaim bisa menumbuhkan kembali rambut pada orang yang mengalami penipisan rambut, kebotakan akibat faktor keturunan, dan faktor-faktor lain penyebab rambut rontok. iGrow harus dipakai tak lebih dari 25 menit setiap hari. Helm canggih ini telah dilengkapi dengan headphone, buil-in iPod dan MP3 yang bisa didengarkan selama memakainya.

Meskipun berteknologi canggih, hasilnya tidak bisa didapatkan secara instan. Seperti dikutip dari Daily Mail, rata-rata orang yang menggunakan iGrow kebotakan rambutnya akan berkurang setelah enam hingga delapan minggu pemakaian. Hasil yang optimal bisa terlihat setelah sembilan bulan. Alat ini juga diklaim tidak memiliki efek samping dan dijual dengan harga 665 Poundsterling atau sekitar Rp 12 jutaan.

Benarkah iGrow efektif menumbuhkan kembali rambut yang rontok atau botak? Dr Thomy Kouremada-Zioga, seorang ahli bedah spesialis transplantasi rambut di THe Private Clinic of Harley Street memberikan pendapatnya.

Ia mengatakan, LLLT merupakan perawatan menggunakan terapi cahaya yang cenderung aman dan telah lama dikenal sebagai resolusi yang potensial untuk mengatasi kerontokan rambut akibat faktor genetik pada pada pria dan wanita. “Alat ini ditujukan untuk pria dan wanita yang mengalami penipisan rambut atau botak sebagian yang disebabkan oleh keturunan, tapi bukan karena faktor lain,” ujar Dr Thomy.

Dia juga menambahkan, teknologi ini (penggunaan laser) sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Tapi sudah ada sejak beberapa tahun lalu hanya saja bentuknya berbeda, tidak dalam bentuk helm. Dr Thomy pernah menyarankan pada beberapa pasiennya untuk menggunakan sisir laser yang cara kerjanya mirip dengan iGrow. Yaitu dengan teknologi LLLT hanya saja dalam ukuran yang lebih kecil.

“Dari beberapa pasien yang menggunakan sistem ini, saya melihat ada hasil yang positif ketika dikombinasikan dengan produk lain yang menstimulasi pertumbuhan rambut,” katanya.

Tapi Dr Thomy mengingatkan, alat ini sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya solusi untuk mengatasi kebotakan rambut. Terlebih lagi jika ingin digunakan dalam jangka panjang. Sebab meskipun rambut yang tipis bisa terlihat lebih tebal dan sehat, pertumbuhan rambut tidak akan setara dengan ketika rambut masih tumbuh normal. Menurutnya, sebelum membeli alat ini, sangat penting untuk memahami apa penyebab sebenarnya dari kerontokan dan kebotakan rambut. Untuk itu diperlukan konsultasi dokter kulit terlebih dahulu.

Advertisements

20 Tahun Lagi, Orang yang Sudah Mati Bisa Dihidupkan Keesokannya

Jakarta, Tanpa jampi-jampi atau mantra sihir, seorang dokter bisa mengembalikan nyawa pasien yang sudah dinyatakan meninggal. Teknik ini disebut dengan teknik resusitasi. Bahkan salah seorang ahli mengatakan, pasien yang sudah tak bernyawa mungkin bisa dihidupkan lagi keesokannya.

Tak banyak dokter yang memiliki spesialisasi dalam hal resusitasi. Salah satunya adalah dr Sam Parnia yang telah menulis buku berjudul ‘Eerasing Death’. Dalam bukunya itu, dia menjelaskan bahwa teknik resusitasi akan mencapai puncaknya dalam 20 tahun ke depan.

“Dengan pengobatan saat ini, kita bisa membuat orang hidup kembali dalam waktu 1 atau mungkin 2 jam, kadang-kadang bahkan lebih lama setelah jantungnya berhenti berdetak dan mati akibat gagalnya peredaran darah. Di masa depan, kita mungkin akan lebih baik lagi dalam membalikkan kematian,” katanya seperti dilansir Fox News, Kamis (1/8/2013).

Bahkan dr Sam menyebutkan, mungkin dalam 20 tahun mendatang, ilmu kedokteran dapat mengembalikan orang yang sudah 12 jam atau bahkan 24 jam setelah dinyatakan meninggal. Saat ini, rata-rata pasien serangan jantung yang berhasil diresusitasi di AS adalah 18 persen, sedangkan di Inggris 16 persen.

Namun di tangan dr Parnia yang berpraktik di New York, kemungkinan pasien yang berhasil diresusitasi olehnya sekitar 33 – 38 persen. Walau tidak seluruhnya, kebanyakan pasien yang berhasil diselamatkan tersebut tidak mengalami kerusakan saraf sama sekali.

“Anda bisa menyebut itu ‘kebangkitan’ jika Anda mau. Tapi aku masih menyebutnya ilmu pengetahuan resusitasi,” katanya.

Lebih lanjut lagi, dr Parnia mengatakan bahwa kebanyakan dokter keliru memahami bahwa otak akan menderita kerusakan besar karena kekurangan oksigen dalam waktu 3 – 5 menit setelah jantung berhenti berdenyut. Sedangkan penelitian menemukan bahwa sel-sel otak dapat hidup selama berjam-jam setelah kematian.

“Pesan saya, kematian yang biasanya kita lihat hari ini di tahun 2013 adalah kematian yang dapat dibalik,” katanya.

The Tikker, Jam yang Bisa Hitung Mundur Waktu Hidup yang Anda Harapkan

Jakarta, Masih ingatkah Anda dengan film ‘In Time’ yang dibintangi oleh Justin Timberlake dan Amanda Seyfried? Dalam film itu terdapat jam yang bisa menunjukkan waktu sisa hidup seseorang. Kini, di dunia nyata dibuat jam serupa yang diberi nama The Tikker. Saat jam lain berdetak maju, The Tikker justru berdetak mundur dan mendekati angka 0.

Dikutip dari News.com.au, jam ini sengaja dibuat dengan harapan bisa dimanfaatkan sebagai pengingat dan akan mendorong pemakainya untuk hidup lebih sehat dalam sebagian besar sisa waktu mereka.

Pencipta The Tikker, Fredrik Colting, menyatakan jam yang proses pembuatannya sudah mencapai tahap akhir ini terinspirasi oleh kematian kakeknya. Sebelumnya meninggal, sang kakek selalu memperhatikan waktu dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Fredrik ingin membuat orang lain juga bisa memanfaatkan waktu yang mereka miliki dengan hidup sehat, seperti yang dilakukan oleh sang kakek.

“Itu membuat saya berpikir tentang kematian dan kefanaan hidup. Saya menyadari bahwa tidak masalah kapan Anda meninggal, namun yang terpenting adalah apa yang telah Anda lakukan saat masih hidup,” ujar Fredrik.

Sebelum menggunakan jam ini, rencananya pembeli akan diminta untuk mengisi kuesioner yang berisi data pribadi, termasuk di antaranya usia dan kondisi kesehatan mereka. Dengan begitu, jam kemudian akan menghitung mundur usia harapan hidup mereka berdasarkan data yang diisi.

“Kami percaya peningkatan kesadaran akan tiba kematian akan membantu kita membuat perubahan besar yang lebih baik pada kehidupan yang ada,” ungkap pencipta website See Your Folks, yang merupakan website resmi peluncuran The Tikker.

Hmm.. Aplikasi Ini Bisa Menebarkan Harumnya Daging Yakiniku!

thumbnail
Jakarta – Sedang tidak punya uang tapi ingin menikmati lezatnya daging yakiniku? Kini, ada sebuah aplikasi smartphone yang akan memanjakan Anda dengan harumnya daging yakiniku yang sama persis seperti aslinya.
Seperti yang dilansir di Rocket News, sebuah perusahaan dari Jepang meluncurkan aplikasi untuk smartphone. Aplikasi ini akan menebarkan harum lezatnya daging yakiniku yang dipanggang. Hanya dengan menancapkan alat penghembus aroma di lubang headset smartphone maka aroma yakiniku akan menebar.

Aplikasi yang diberi nama Hana Yakiniku dibuat oleh Scentee. Sebuah perusahaan yang memproduksi alat penghembus aroma yang dikoneksikan langsung dengan aplikasinya di smartphone. Hana Yakiniku ini dilengkapi dengan alat penghembus dan aplikasi yang bisa memilih langsung aroma daging yang diinginkan.

Cara pengoperasiannya cukup mudah. Pertama-tama, buka aplikasi Hana Yakiniku yang sudah di download secara gratis setelah membeli alat penghembus aromanya. Pilih menu aroma yang diinginkan. Terdapat 3 pilihan menu, yaitu aroma daging iga yakiniku, lidah sapi yakiniku, dan kentang panggang mentega.

Setelah memilih aroma yang diinginkan, colokkan alat penghembus aroma ke dalam lubang 3,5 mm yang biasanya digunakan untuk menyambungkan smartphone dengan headset. Setelah itu, aroma daging yang Anda inginkan akan keluar dari alat penghembus aroma.

Aplikasi berserta alat penghembus aroma Hana Yakiniku ini cocok digunakan untuk Anda yang sedang berdiet ataupun tidak punya uang untuk membeli daging yakiniku. Pada video iklan produknya sendiri, malah disarankan untuk menikmati aroma yakiniku ini sambil menyantap nasi putih.

Hana Yakiniku ini dijual satu set yang terdiri dari alat penghembus aroma dan aplikasinya. Satu set Hana Yakiniku dijual dengan harga 3,480 Yen (Rp 410.000) dan bisa langsung diunduh aplikasinya secara gratis.

Hana Yakiniku juga menyediakan isi ulang aroma dengan harga 1000 Yen (Rp 118.000). Sayangnya, Hana Yakiniku baru akan dijual pada tanggal 15 November 2013 mendatang.

Padang Pasir Terbesar di Dunia Minim Koneksi Teknologi

Gurun Sahara 

Padang pasir terbesar di dunia, Gurun Sahara, juga tempat yang tepat bagi Anda yang ingin melarikan diri dari jeratan teknologi. Bahkan meski gurun ini sudah banyak dikunjungi wisatawan.

Sahara terletak di utara Afrika dan berusia 2,5 juta tahun. Padang pasir ini membentang dari Samudra Atlantik ke Laut Merah. Luas padang pasir ini sekitar 9.000.000 kilometer persegi.

Padang pasir ini membagi benua Afrika menjadi Afrika Utara dan Afrika “yang sejatinya”. Kedua bagian benua ini sangat berbeda, baik secara iklim maupun budaya.

Padang pasir ini begitu jauh dari koneksi internet dan ponsel. Bahkan di desa-desa perbatasan gurun yang sering dikunjungi wisatawan pun Anda akan sulit mendapatkan sinyal internet.

Bukan Tak Ada Sinyal, Tapi Tak Boleh Gunakan Gadget

Four Season Kosta Rika (Foto: HuffingtonPost)

Four Season Kosta Rika (Foto: HuffingtonPost)

Source for the news comes from: http://travel.okezone.com/stories/2013/09/27/544/873154/bukan-tak-ada-sinyal-tapi-tak-boleh-gunakan-gadget

Four Season Kosta Rika 

Yang satu ini bukan hanya tak hanya ada sinyal, tapi Anda tidak boleh menggunakan gadget sama sekali agar bisa menikmati liburan dengan maksimal.

Salah satu resor milik Four Season yang berada di Peninsuka Papagayo, Kosta Rika merupakan tempat menginap yang menyediakan layanan istimewa kepada para tamu. “Disconnect to Reconnect” merupakan salah satu program liburan tanpa gadget yang ditawarkan resor ini.

Para tamu dapat memilih layanan ini secara cuma-cuma. Syaratnya pun cukup mudah, para tamu hanya diwajibkan untuk mengumpulkan seluruh gadget yang mereka miliki saat check in. barang-barang elektronik yang dikumpulkan tersebut akan diberikan perawatan cuma-cuma oleh pihak resor. iPhone Anda akan diberikan case khusus yang bertemakan alam.

Tak hanya gadget Anda saja yang diberi perawatan agar lebih menyatu dengan alam, tentu para tamu pun diberikan layanan yang sama. Setiap tamu akan mendapatkan sebuah buku panduan berisi 24 hal yang dapat dilakukan tanpa gadget. Isinya meliputi berbagai hal yang dapat dilakukan di sekitar resor seperti spa, yoga, paddleboarding, dan berbagai fasilitas lain yang memang disediakan Four Season Resort.

Google Street View Tangkap ‘Penampakan’ Seorang Nenek

detail berita

Google Street View tangkap gambar nenek (Foto: ABC News)

Source for the news comes from: http://techno.okezone.com/read/2013/09/28/55/873243/google-street-view-tangkap-penampakan-seorang-nenek

CALIFORNIA – Seorang laki-laki asal Beaverton, Oregon, Amerika Serikat (AS) menemukan salah satu gambar terakhir neneknya sedang duduk di teras rumah sebelum memejamkan mata untuk selamanya melalui Google Street View.

Pria bernama Dustin Moore ini menemukan foto itu ketika ia sedang iseng melihat-lihat kumpulan foto daerahnya di layanan pemetaan milik raksasa mesin pencari itu.

“Nenek sudah pergi untuk selamanya, tapi entah bagaimana mungkin dia masih hidup dalam jepretan Google dan mengawasi kita,” ungkap Moore kepada Katu-TV, sebagaimana dikutip dari Cnet, Sabtu (28/9/2013).

“Dia seharusnya memakai tongkat sepanjang waktu. Tetapi, aku tidak melihatnya dalam foto ini,” lanjutnya.

Memang, Google Street View akan selalu memberi kejutan. Gambar nenek Moore mungkin diambil pada enam tahun lalu atau sebelum itu, sebab Google secara berkala akan memperbarui kontennya

Bill Gates: Kombinasi ‘Ctrl-Alt-Del’ Itu Kesalahan

detail berita

Tombol Ctrl-Alt-Del adalah kesalahan (Foto: Ubergizmo)

Source for the news comes from: http://techno.okezone.com/read/2013/09/27/325/873018/bill-gates-kombinasi-ctrl-alt-del-itu-kesalahan

CALIFORNIA – Jika Anda pengguna personal computer (PC), tentu sudah tidak asing lagi dengan kombinasi keyboard ‘Ctrl-Alt-Del’. Ya, kombinasi itu umum digunakan dalam komputer IBM atau Microsoft jika mesin komputer mendadak tidak merespon perintah Anda atau membeku (freeze).

Dengan kombinasi itu pula, Anda tidak perlu melakukan restart komputer secara fisik melalui tombol power di CPU. Sebab, merestart komputer secara paksa seperti itu bisa mengakibatkan kerusakan baik pada CPU maupun sistem dalam komputer Anda.

Namun menurut pendiri Microsoft Bill Gates, kombinasi tiga perintah di keyboard itu adalah sebuah kesalahan fatal. Dalam sebuah kampanye penggalangan dana di Hardvard, Gates mengakui jika menekan tombol ‘Ctrl-Alt-Del’ itu ketidaksengajaan yang salah.

“Ttu adalah kesalahan. Sebab, kita bisa memiliki satu tombol perintah saja. Tetapi, orang yang mengembangkan desain keyboard di IBM tidak mau memberi kita tombol tunggal,” kata Gates, sebagaimana dikutip dari Ubergizmo.
Saat itulah seorang insinyur IBM bernama David Bradley hadir memperkenalkan kombinasi tombol ‘Ctrl-Alt-Del’ pada PC untuk memunculkan Task Manager komputer (seperti pada sistem operasi Windows XP dan WOndpws Vista) atau mengunci mesin.

Ilmuwan: Tiga Miliar Tahun Lagi Dunia Kiamat

detail berita

NORFOLK – Para ilmuwan dari University of East Anglia (UEA) di Inggris mengungkapkan bahwa Bumi masih akan mendukung kehidupan hingga tiga miliar tahun ke depan. Namun, manusia diperkirakan bakal “lenyap” dalam waktu yang jauh lebih cepat.

Mereka menjelaskan planet kehidupan ini semakin lama semakin mendekati Matahari. Akibatnya, suhu di Bumi melonjak naik dan perlahan “melahap” semua makhluk hidup di dalamnya. Tapi besar kemungkinan sebelum hal buruk itu terjadi, manusia sudah lebih dulu punah.

Hal itu disebut-sebut sebagai konsekuensi yang harus ditanggung manusia akibat perilakunya yang seringkali memancing perubahan iklim dunia selama beberapa tahun terakhir. Lebih lanjutnya, tim peneliti mengatakan bahwa kesempatan terbaik manusia agar dapat bertahan hidup dengan cara migrasi ke planet lain.

Ya, Bumi diperkirakan menjadi “galak” atau tidak layak huni pada 1,75 atau 3,25 miliar tahun lagi dari sekarang.

“Bumi akan memasuki ‘zona panas’ Matahari sesaat lagi. Suhunya yang begitu tinggi membuat lautan menguap. Selanjutnya, berbagai bencana siap menerjang dan bukan tidak mungkin akan merenggut nyawa semua makhluk hidup di planet ini,” kata Rushby, seperti dilansir dari The Independent.

Ia juga menambahkan, sejumlah aktivitas manusia telah menjadi pemicu utama perubahan iklim antropogenik ini. Jika Bumi sudah mencapai titik terpanasnya, maka manusia tidak akan mampu untuk tetap mempertahankan eksistensinya.

Di sisi lain, para astrologis melihat ada 1.000 planet yang mengorbit di luar tata surya yang diduga menjadi tempat terbaik untuk mendukung kehidupan. Mereka menemukan bahwa Gliese 581d bisa menjadi planet yang hangat dan menyenangkan bagi tempat tinggal manusia, setidaknya sampai 54,7 miliar tahun ke depan (lebih lama dari umur Bumi).

Namun, Rushby sendiri menekankan bahwa sampai saat ini belum ditemukan planet yang benar-benar lebih baik dari Bumi. Tetapi, ia yakin bahwa para ilmuwan dunia akan dapat menemukan planet layak huni dalam waktu 10 tahun cahaya.

Wah, Sapi Ternak Terhubung dengan Komputer

detail berita

Source for the news taken from: http://techno.okezone.com/read/2013/09/18/56/867753/wah-sapi-ternak-terhubung-dengan-komputer

ESSEX – Tim peneliti asal Inggris menciptakan alat yang mempermudah kerja peternak dalam mengelola ternaknya. Sebuah peternakan sapi di Essex, Inggris, telah mengintegrasikan semua sapi di peternakan dengan internet.

Setiap sapi ditanamkan GPS dan dapat tersambung ke komputer yang terkoneksi dengan internet. Dari GPS tersebut peternak bisa memonitor keadaan sapi dengan melihat perilaku hidup setiap harinya. Dari data yang didapat dari hasil monitor keadaan sapi, peternak bisa mendeteksi lebih awal gejala-gejala penyakit yang dialami oleh ternaknya.

Tim peneliti dari proyek bernama Cow Tracking Project ini menempatkan perangkat sensor di sekitar kandang sapi untuk menghubungkan dengan GPS yang tertanam pada hewan ternak. Sensor tersebut akan memonitor pergerakan dan kebiasaan tidur sapi. Informasi yang didapat kemudian dikirimkan ke komputer peternak secara otomatis, dan membuat data berupa pola hidup untuk mempermudah peternak mendeteksi penyakit.

Dengan adanya teknologi ini, para peternak bisa mengirit biaya banyak seperti gaji pekerja yang mengawasi ternak dan antibiotik untuk mencegah penyakit. “Kami memperhitungkan biaya yang dapat dihemat mencapai 300 pounds (sekira Rp5,4 juta) dan bisa lebih banyak lagi,” kata John Torrance, peternak sapi di essex seperti dikutip Mashable.

Cow Tracking Project juga bisa mengirimkan informasi ketika peternak tidak sedang berada di depan komputer untuk memonitor. Data tentang ternak dapat dikirimkan melalui pesan SMS dan email. Saat ini para sapi tersebut dapat pengawasan khusus selama 24 jam sehari.